Trisna Kencana Dewi: Meneruskan Jejak Ayah, Mengabdi Lewat Pertanian

Bertahun-tahun mendampingi petani di Tabanan. Dia dikenal sebagai sosok penyuluh muda yang tangguh dan rendah hati. Putri asal Desa Bangli, Baturiti ini menapaki jejak ayah, seorang penyuluh sejati dengan dedikasi yang tak pernah surut.

Jan 18, 2026 - 03:50
Jan 18, 2026 - 03:52
 0  150
Trisna Kencana Dewi: Meneruskan Jejak Ayah, Mengabdi Lewat Pertanian

Trisna Kencana Dewi:

Meneruskan Jejak Ayah, Mengabdi Lewat Pertanian

Dia, bukan seorang Kelsi atau Katimker. Dia adalah sosok penyuluh yang bekerja senyap, jauh dari gemerlap sorotan. Diam-diam, langkahnya menjejak kuat di tanah pertanian di antara petani yang ia redam dengan hati. Tak banyak bicara, tapi setiap tindakannya berbicara banyak tentang ketulusan dan pengabdian. Lalu, siapa dia?

Dialah Ni Nyoman Trisna Kencana Dewi, SP, penyuluh pertanian asal Banjar Gunung Kangin, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, yang menapaki jalan pengabdian dengan ketulusan dan kerja nyata. Sosok sederhana yang memilih berada di balik layar, namun cahaya baktinya terang di hati para petani binaannya.

Lahir dari keluarga yang lekat dengan dunia pertanian, Trisna tumbuh dalam suasana sawah dan kebun yang akrab dengan kerja keras. Sang ayah (alm.) dikenal sebagai Penyuluh Pertanian sekaligus Lapangan Kelian Subak, sedangkan ibu membuka warung kecil di rumah. Sejak kecil, Trisna sudah terbiasa membantu ayahnya memetik cabai dan sayuran, sambil menyerap nilai ketekunan dan kesabaran dari tangan seorang petani sejati.

Setiap pagi sebelum sekolah, ia turut membantu ibunya berbelanja ke Pasar Baturiti hingga kini. Pendidikan dasar hingga sekolah menengah atas ditempuh di Baturiti. Selepas SMA, Kecintaannya terhadap dunia pertanian membuat Trisna mantap melanjutkan kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Udayana , jurusan Agroekoteknologi . Selama kuliah, ia aktif di organisasi Himagrotek , tempat ia menyalurkan minat dan semangat untuk mengenal lebih jauh dalam dunia pertanian. Tahun 2018 , ia resmi menyandang gelar Sarjana Pertanian.

Tak lama setelah wisuda, Trisna diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan . Penempatan pertama di Kelompok Jabatan Fungsional Tabanan , wilayah binaan Kecamatan Marga , menjadi awal karirnya sebagai penyuluh pertanian. Kini beliau bertugas di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pupuan, Tabanan , aktif sebagai pendamping petani binaannya . Dengan ketulusan dan kerja lapangan yang konsisten, ia hadir menyemai semangat baru bagi para petani di tengah tantangan zaman.

Di luar yang dilukis sebagai penyuluh, Trisna dikenal sebagai sosok yang aktif di dunia seni dan budaya. Ia sering tampil sebagai penari dan penabuh dalam kegiatan Pemkab Tabanan. Keaktifannya di dunia seni menjadi bukti bahwa ia mampu menyeimbangkan antara profesi dan pelestarian budaya lokal.

Sebagai seorang Capricorn, Trisna dikenal sebagai pekerja keras, realistis, dan bertanggung jawab . Ia menapaki karir bukan dengan ambisi, tetapi dengan keyakinan bahwa setiap langkah kecil akan memberi makna besar bagi banyak orang. Semangatnya dalam membangun sektor pertanian menjadi cerminan tekad yang kuat untuk meneruskan pengabdian sang ayah dari sawah hingga subak, dari generasi ke generasi.

Selain piawai di bidang pertanian, Trisna juga memiliki hobi mejejaitan membuat sarana persembahyangan dari janur, ental, bunga, dan buah. Dalam budaya Bali, mejejaitan merupakan keterampilan penting yang mencerminkan ketulusan dan ketekunan perempuan Bali dalam menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan. Tak jarang, hasil karya Trisna dipesan oleh warga untuk keperluan upacara adat di sekitarnya.

Kini, di usianya yang terus bertambah, Trisna tetap memegang teguh nilai-nilai teguh yang diwariskan ayahnya: bekerja dengan hati. Baginya, menjadi penyuluh bukan sekedar profesi, melainkan pengabdian untuk menumbuhkan kehidupan. Dari sawah hingga subak, dari benih hingga panen di sanalah Trisna menorehkan kisahnya.

Selamat atas Pertambahan Usia

Hari ini bukan sekadar pertambahan usia, tapi juga perayaan atas setiap langkah pengabdianmu di ladang, di antara para petani, dan di setiap hamparan hijau yang menjadi saksi ketulusanmu.

Engkau bukan hanya seorang penyuluh pertanian, tetapi juga cahaya yang membimbing petani menapaki jalan harapan. Di tengah panas terik dan hujan deras, engkau tetap hadir memberi semangat, mendengarkan, dan membimbing tanpa lelah.

Semoga di hari istimewa ini, Tuhan selalu melimpahkan kekuatan, ketabahan, dan semangat baru dalam setiap langkah pengabdianmu. Teruslah menjadi sosok yang rendah hati, tangguh, dan tulus seperti tanah yang selalu memberi kehidupan.

Koresponden : Darmika DPD Perhiptani Tabanan

Editor: Widianta

What's Your Reaction?

Like Like 7
Dislike Dislike 0
Love Love 2
Funny Funny 0
Angry Angry 1
Sad Sad 0
Wow Wow 0