Dari FFD Subak Meliling: “Inovasi dan kebersamaan adalah kunci”

Momen ini tidak hanya sekadar peringatan, tetapi juga sebuah ajakan untuk memperkuat barisan antara penyuluh, petani, pemerintah, dan swasta dalam menghadapi tantangan pertanian ke depan. Program Agri Mitra Perhiptani Bali, memberi pesan tegas dan kuat bahwa Inovasi dan kebersamaan adalah kunci.

Sep 25, 2025 - 19:14
 0  37
Dari FFD Subak Meliling: “Inovasi dan kebersamaan adalah kunci”

Dari FFD Subak Meliling:

“Inovasi dan kebersamaan adalah kunci”

Momentum Hari Tani Nasional tahun ini terasa spesial bagi petani Subak Meliling, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Pada Kamis (25/9), lokasi ini menjadi arena Farmer Field Day (FFD) bertema “Penyuluh Bersama Petani, Perkuat Ketahanan Pangan”. Berikut laporan koresponden Ayu Rahmawatiningsih dari Subak Meliling Tabanan.

Kegiatan yang diprakarsai DPW Perhiptani Provinsi Bali melalui Program bidang Inovasi dan Teknologi (IT) bersama DPD Perhiptani Tabanan dan BPP Kerambitan ini bukan hanya seremoni. Ia menjadi etalase bagaimana teknologi ramah lingkungan dan pendampingan penyuluh bisa mendorong efisiensi biaya sekaligus menjaga produktivitas.

Simbol kebersamaan terlihat sejak awal. Panen bersama dilakukan oleh perwakilan pemerintah, penyuluh, dan pekaseh Subak Meliling. “Petani adalah garda terdepan ketahanan pangan. Pemerintah dan penyuluh harus berjalan bersama mereka. Inovasi dan kebersamaan adalah kunci,” tegas drh. I Made Arya Putra, Sekretaris Dinas mewakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan.

Hari ini dalam rangkaian merayakan Hari Tani Nasional, sebuah momentum untuk kembali mengingatkan diri bahwa petani adalah penyangga utama ketahanan pangan bangsa. “Momen ini tidak hanya sekadar peringatan, tetapi juga sebuah ajakan untuk memperkuat barisan antara penyuluh, petani, pemerintah, dan swasta dalam menghadapi tantangan pertanian ke depan,” terang Ketua Bidang IT DPW Perhiptani Bali, I Dewa Nyoman Darmayasa, S.P., M.P. sebagai pemrakarsa kegitan.

Hal senada disampaikan juga Ketua Harian DPW Perhiptani Bali, I Ketut Arya Sudiadnyana, S.P., M.Agb., melalui FFD ini, kita belajar langsung dari lapangan bahwa inovasi tidak boleh berhenti. Penerapan pupuk hayati dan teknologi ramah lingkungan yang sudah dicoba di demplot Subak Meliling membuktikan, dengan pendampingan yang tepat, hasil panen bisa meningkat, biaya bisa ditekan, dan lingkungan tetap lestari. Inilah arah pertanian yang kita inginkan. Tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Perhiptani hadir bukan hanya sebagai organisasi penyuluh, tetapi sebagai mitra sejati petani. “Tugas kami adalah memastikan pengetahuan, inovasi, dan teknologi benar-benar sampai di sawah, di kebun, di ladang sehingga petani tidak berjalan sendiri,” tandas  Arya Sudiadnyana.

Efisiensi dari Demplot

Hasil demplot yang dipaparkan Ketua Bidang IT DPD Perhiptani Tabanan, I Gede Artha Sudiarsana, S.P., M.Agb. menunjukkan, penerapan pupuk hayati dan teknologi ramah lingkungan mampu mendongkrak hasil panen sekaligus menurunkan ongkos produksi. Seorang petani Subak Meliling menegaskan, pendampingan penyuluh membuat mereka berani mencoba hal baru. “Panen kami naik, biaya bisa ditekan,” katanya.

Bagi petani, efisiensi ini penting. Sebab, menurut catatan Perhiptani Bali, beban biaya produksi masih menjadi persoalan klasik yang menggerus margin petani padi. “Pendekatan pupuk hayati membuka peluang penghematan sekaligus menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang”, tegas Gede Artha Sudiarsana yang beken dengan panggilan Gede Jamur.

Peran Swasta

Tak ketinggalan, PT Greenlife Bioscience turut menampilkan produk-produk pendukung pertanian yang dipakai dalam demplot. Respon petani positif, lantaran terbukti membantu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan organisme pengganggu. Kolaborasi swasta dalam kegiatan ini menunjukkan model sinergi yang makin relevan dengan pemerintah, penyuluh, petani, dan industri berjalan dalam satu ekosistem.

Sinergi untuk Pangan Bali

Diskusi interaktif di akhir acara memperlihatkan antusiasme petani yang tinggi. Tiga petani tampil sebagai penanya, berbagi aspirasi, sekaligus pengalaman di lapangan. Suasana hangat ini menegaskan, FFD bukan hanya perayaan panen, melainkan ruang belajar kolektif.

“Perhiptani hadir untuk memperkuat peran penyuluh. Dengan penyuluh solid dan petani semangat, ketahanan pangan Bali akan makin kuat,” ujar Ketua DPW Perhiptani Bali.

Farmer Field Day kali ini memberi pesan jelas. ketahanan pangan hanya bisa terwujud bila seluruh pemangku kepentingan bersinergi. Semangat Hari Tani Nasional menjadi pengingat bahwa pertanian yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan, bukan sekadar slogan. Ia harus dipraktikkan bersama, dari sawah hingga meja makan.

FFD ini dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, Ketua DPW Perhiptani Provinsi Bali, DPD Perhiptani Se- Bali, Perbekel Desa Meliling, Babinsa Desa Meliling, Koordinator BPP Kerambitan, Penyuluh Pertania, POPT serta Pekaseh Subak Meliling.

What's Your Reaction?

Like Like 1
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0