Petani Tegal Rejo Jatim, Menimba Ilmu Bawang Merah di Desa Songan
Sebanyak 60 petani dari Desa Tegal Rejo, Kota Batu, mengikuti pelatihan teknologi inovatif budidaya bawang merah di P4S Sejati, Songan, Kintamani, Bangli. Pelatihan ini fokus pada pengendalian hama terpadu dan teknik penanaman modern untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas bawang.
Di pagi yang sejuk di kaki Gunung Batur, semilir angin Desa Songan B menyambut langkah-langkah penuh semangat dari rombongan petani asal Desa Tegal Rejo, Kota Batu. Mereka bukan datang untuk bertamasya, melainkan untuk belajar, menambah ilmu, dan membawa pulang harapan baru bagi ladang-ladang mereka di Jawa Timur.
Sebanyak 60 petani, didampingi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, mengikuti Pelatihan Teknologi Inovatif Budidaya Bawang Merah di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Sejati, Desa Songan Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Rabu 9 Juli 2025. Tak hanya pelatihan, kegiatan ini menjadi momentum perjumpaan antar pelaku pertanian dari dua wilayah dengan latar yang berbeda namun cita-cita yang sama menjadikan pertanian sebagai jalan hidup yang lebih baik.
Di balik wajah-wajah penuh kerut, terlihat sinar antusiasme. Bapak Parmidi, petani yang biasa mengelola lahan bawang, tak menyangka akan mendapat ilmu tentang pengendalian hama terpadu dan teknik penanaman modern langsung dari narasumber Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Bangli, I Made Suryawan, SP, dan Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Kintamani Timur Sang Ketut Sukarma, SP, M.Si.
“Kami biasanya mengandalkan cara turun-temurun, sekarang kami tahu bagaimana membaca kebutuhan tanah dan cuaca dengan lebih tepat. Bawang Bali Karet di sini bagus. Jauh dengan bawang nganjuk yang ditanam di sana,” ujar Parmidi dengan mata berbinar.
Sesi pelatihan berlangsung hangat. Diskusi-diskusi kecil pun tumbuh seperti benih harapan yang disemai. Para petani diajak mengenali tantangan iklim dan pasar, serta pentingnya inovasi dalam bertani bukan untuk menggantikan tradisi, tetapi menyempurnakannya.
P4S Sejati, Desa Songan, menjadi ruang bertukar pengetahuan sekaligus menjalin persaudaraan. Tak sedikit peserta yang mencatat, bertanya, dan berbagi cerita tentang musim tanam, tentang kesulitan air, hingga tentang kecemasan menghadapi perubahan harga komoditas. Semua tertampung dalam satu semangat.
"Kami sangat senang bisa menjadi tuan rumah bagi para petani dari Desa Tegal Rejo. Di P4S Sejati, kami memang berkomitmen menjadi tempat belajar yang terbuka dan praktis bagi petani dari berbagai daerah. Harapan kami, ilmu yang dibagikan di sini bisa diterapkan di tempat asal masing-masing, sehingga dampaknya terasa luas. Pertanian itu bukan soal daerah, tapi soal kerja sama dan saling berbagi pengalaman." tutur I Ketut Lama, Pengelola P4S Sejati, Desa Songan.
Di bawah langit Kintamani yang mulai menjelang senja, para petani kembali menaiki bus. Tapi kali ini, mereka tak sekadar kembali ke rumah mereka pulang membawa perubahan.
Kontributor DPD Perhiptani Bangli
Niman Sumawatiariasih, S.Pt.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0