Demi Air ke Sawah, Tim Verifikasi IRPIP Turun ke Subak Aan
Distribusi air untuk lahan pertanian di Subak Aan Dauh Desa mendapat perhatian serius. Tim gabungan dari Dinas Pertanian Klungkung bersama BBRMP turun langsung melakukan verifikasi jaringan irigasi perpipaan (IRPIP) di Tempek Pedaringan.
Demi Air ke Sawah, Tim Verifikasi IRPIP Turun ke Subak Aan
Air adalah urat nadi pertanian. Tanpa pasokan udara yang lancar, sawah sulit berproduksi optimal. Oleh karena itu, tim gabungan dari Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, Balai Besar Penerapan Moderenisasi Pertanian (BBRMP) Bali, dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) turun langsung ke Subak Aan Dauh Desa untuk memastikan jaringan Irigasi Perpipaan (IRPIP) benar-benar berfungsi bagi petani.
Peninjauan lapangan dilakukan di Tempek Pedaringan, Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, Senin (16/3). Verifikasi ini bertujuan memastikan kondisi fisik serta fungsi jaringan perpipaan yang dibangun mampu mendukung distribusi udara secara lebih efisien ke lahan pertanian.
Tim verifikasi dipimpin oleh I Ketut Budi Utama, Analis Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung. Kegiatan ini juga melibatkan I Ketut Arya Sudiadnyana, SP, M.Agb, Kelsi Provinsi Bali yang mendapat mandat khusus dari Direktur Wilayah Bali BBRMP. Turut hadir pula PPL Kecamatan Banjarangkan serta didampingi Klian Subak Aan Dauh Desa, I Komang Rai Brata.
Dalam peninjauan tersebut, tim melakukan peninjauan langsung kondisi jaringan perpipaan serta kesesuaiannya dengan data teknis yang tersedia.
Berdasarkan hasil verifikasi di lapangan, kawasan Subak Aan Dauh Desa di Tempek Pedaringan memiliki total luas hamparan sawah sekitar 33,99 hektare. Dari luasan tersebut, tim mengidentifikasi sekitar 12 hektar sebagai lahan terdampak yang menjadi fokus optimalisasi melalui sistem irigasi perpipaan.
Menurut I Ketut Budi Utama, verifikasi ini penting untuk memastikan infrastruktur irigasi yang telah dibangun benar-benar memberi manfaat bagi petani.
“Melalui verifikasi ini kami ingin memastikan jaringan irigasi perpipaan berfungsi dengan baik sehingga distribusi udara ke lahan petani menjadi lebih efektif dan efisien,” ujarnya di sela kegiatan.
Selain memeriksa kondisi jaringan perpipaan, tim juga menyatukan pola tanam yang diterapkan petani di kawasan tersebut. Saat ini petani menjalankan pola tanam padi – palawija – padi.
Data terakhir menunjukkan Indeks Pertanaman (IP) tahun 2025 berada pada angka 1,14. Angka ini menjadi perhatian pemerintah untuk terus ditingkatkan melalui optimalisasi infrastruktur dan pengelolaan air yang lebih baik.
I Ketut Arya Sudiadnyana menambahkan, keberadaan sistem irigasi perpipaan diharapkan mampu menjadi solusi atas kendala distribusi udara yang selama ini terjadi di beberapa titik lahan.
“Dengan sistem perpipaan, aliran udara bisa lebih terkontrol dan tepat sasaran. Ini penting untuk mendukung peningkatan produktivitas lahan pertanian,” jelasnya.
Kegiatan verifikasi ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mengawali kehancuran aset infrastruktur pertanian. Melalui koordinasi antara BBRMP, Dinas Pertanian, penyuluh, dan petani, kendala distribusi air pada lahan seluas 12 hektare tersebut diharapkan dapat segera tertangani secara permanen.
Dengan optimalisasi jaringan irigasi perpipaan, pemerintah berharap ketersediaan air di lahan pertanian Desa Aan tetap terjaga sepanjang musim sehingga produktivitas dan kesejahteraan petani dapat terus meningkat.
Koresponden : Mang Asih DPD Perhiptani Klungkung
Editor: JikWid-DeBasur
What's Your Reaction?
Like
1
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0