Tak Mau Air Seret, Dinas–Penyuluh–Petani Bergerak Cepat
Masalah air tak mau dibiarkan berlarut. Dinas Pertanian Klungkung bersama penyuluh dan petani bergerak cepat menyurvei jaringan irigasi di Subak Nyanglan.
Tak Mau Air Seret, Dinas–Penyuluh–Petani Bergerak Cepat
Penguatan infrastruktur pertanian terus digenjot melalui kolaborasi lintas sektor. Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung bersama penyuluh dan petani turun langsung melakukan survei peningkatan jaringan irigasi di Tempek Limas, Subak Nyanglan.
Survei ini menyasar lahan pertanian seluas sekitar 70 hektar dengan komoditas padi, palawija, dan hortikultura. Rencana peningkatan jaringan irigasi sepanjang kurang lebih 440 meter diharapkan mampu melancarkan distribusi udara ke seluruh bidang.
Di lapangan, Kelihan Subak I Nengah Sukerasta bersama Kelihan Tempek I Nyoman Sulandra memaparkan kondisi nyata jaringan irigasi, termasuk titik-titik yang membutuhkan penanganan segera. Masukan tersebut menjadi dasar dalam penentuan prioritas perbaikan.
Peran penyuluh pertanian menjadi penguat sinergi di lapangan. Di wilayah binaannya, I Wayan Susana, SP, aktif menjembatani kebutuhan petani dengan program pemerintah. Pendampingan dilakukan mulai dari identifikasi masalah, penguatan kelembagaan subak, hingga mendorong penerapan teknologi budidaya yang lebih efisien. Wilayah ini memiliki potensi produktivitas yang tinggi, namun masih menghadapi tantangan pada aspek distribusi air.
Sejalan dengan itu, penguatan teknis juga dilakukan melalui survei lapangan yang melibatkan berbagai pihak. Didukung jajaran Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, serta penyuluh pertanian setempat, kegiatan ini dilakukan secara detail guna memastikan rencana peningkatan jaringan irigasi sepanjang ±440 meter benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan petani.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Klungkung menegaskan, keberhasilan program sangat bergantung pada kekompakan semua pihak. “Penyuluh memahami kondisi lapangan, petani menyampaikan kebutuhan, dan pemerintah hadir dengan solusi. Ini yang kami kuatkan,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari bantuan Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI. Dukungan tersebut diharapkan mampu mempercepat perbaikan infrastruktur dasar pertanian.
Dengan sinergi yang dibangun, peningkatan jaringan irigasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pasokan udara, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas dan keinginan pertanian di Subak Nyanglan. (JikWid/Susan)
What's Your Reaction?
Like
2
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0