Bernuansa Spiritual, 48 Penyuluh Badung Melangkah ke Pusat

Diiringi doa dan suasana penuh makna, 48 penyuluh pertanian Kabupaten Badung memulai babak baru pengabdiannya sebagai ASN pusat. Prosesi pelepasan digelar di Pura Luhur Batukaru, Tabanan, sebagai simbol penyucian niat dan semangat baru di akhir tahun.

Dec 31, 2025 - 15:39
 0  46
Bernuansa Spiritual, 48 Penyuluh Badung Melangkah ke Pusat

Bernuansa Spiritual, 48 Penyuluh Badung Melangkah ke Pusat

Suasana khidmat menyelimuti kawasan Pura Luhur Batukaru, Tabanan, Selasa, (30/12). Sebanyak 48 penyuluh pertanian Kabupaten Badung resmi dilepas untuk beralih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) pusat di bawah naungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Pelepasan bernuansa spiritual ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Dr. I Wayan Wijana, S.Sos., M.Si., dan diikuti dua orang purna tugas. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2025 tentang reformasi kelembagaan penyuluhan pertanian.

Berbeda dari seremoni biasanya, kegiatan pelepasan dikemas dengan persembahyangan bersama sebagai ungkapan rasa syukur dan doa memohon anugerah agar seluruh penyuluh diberi kelancaran dalam menjalankan amanah barunya. Momen ini juga menjadi refleksi spiritual menyambut pergantian tahun dan langkah baru dalam pengabdian di sektor pertanian.

“Momentum ini bukan hanya sekadar administrasi, tetapi juga spiritual. Kami ingin para penyuluh memulai peran barunya dengan hati yang bersih, tulus, dan penuh semangat melayani petani,” ujar Dr. Wijana di sela kegiatan.

Ia menegaskan, meskipun kini berstatus ASN pusat, para penyuluh tetap akan bertugas di wilayah masing-masing dan terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut, kata dia, menjadi kunci memperkuat sistem penyuluhan, meningkatkan produktivitas, dan menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Badung.

Sementara itu, Ketua DPD Perhiptani Badung, Dewa Rai Parwata, S.P., menyampaikan rasa bangganya bisa menjadi bagian dari perubahan besar ini.

“Kami bersyukur dapat menjalani momen bersejarah ini bersama. Perubahan status tidak mengubah niat kami untuk terus mendampingi petani di Badung. Justru kami semakin termotivasi untuk berkontribusi lebih baik lagi,” ujarnya penuh semangat.

Kegiatan ini menjadi simbol harmoni antara pengabdian, spiritualitas, dan profesionalisme, sejalan dengan semangat reformasi penyuluhan pertanian nasional yang tengah digulirkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian. (Jikwid)

What's Your Reaction?

Like Like 3
Dislike Dislike 0
Love Love 2
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0