Dikawal Penyuluh, Inpari 32 Panen 7,65 Ton
Angka tak pernah berbohong. Dari petak sawah di Subak Selisihan Kawan, Desa Selisihan, Klungkung, varietas Inpari 32 mencatat produktivitas setara 7,65 ton per hektare dalam ubinan mandiri BPP Klungkung.
Dikawal Penyuluh, Inpari 32 Panen 7,65 Ton
Komitmen mengawal swasembada pangan tak hanya berhenti pada pendampingan budidaya. Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Klungkung turun langsung melakukan ubinan mandiri di lahan petani Subak Selisihan Kawan, Desa Selisihan, Kabupaten Klungkung .
Kegiatan ubinan dilakukan di lahan milik petani I Wayan Artanaya yang menanam varietas Inpari 32. Lahan yang diubinan seluas 0,008 hektare dengan tiga petak pengamatan. Meski tergolong kecil, hasilnya cukup menggembirakan.
Dari hasil ubinan diperoleh berat gabah 4,788 kilogram. Jika konversi, produktivitasnya setara dengan 7,65 ton per hektare. Angka tersebut menunjukkan kinerja varietas Inpari 32 di wilayah Subak Selisihan Kawan mampu bersaing dan memberi harapan positif bagi peningkatan produksi padi di tingkat petani.
Pengubinan dilakukan oleh seluruh penyuluh BPP Klungkung dan dikomandoi Koordinator BPP Klungkung, I Kadek Dwiyana Adiputra. Turut hadir Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang semangatnya tak kalah dalam mengawal swasembada pangan di tingkat desa.
Wilayah tersebut merupakan binaan penyuluh Ni Made Mahendrayani, S.Pt. Pendampingan intensif yang dilakukan sejak pengolahan lahan, pemilihan benih, pemupukan berimbang, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman menjadi salah satu kunci pencapaian produktivitas tersebut.
Pengubinan dilakukan secara mandiri oleh seluruh penyuluh BPP Klungkung. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengukur hasil panen secara objektif, tetapi juga sebagai bentuk edukasi langsung kepada petani terkait pentingnya pencatatan dan evaluasi hasil produksi.
Semangat kolaborasi tampak kental di lapangan. Babinsa dan Bhabinkamtibmas turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran aparat teritorial dan kepolisian ini menjadi simbol kuatnya sinergi lintas sektor dalam mengawal program swasembada pangan.
Koordinator BPP Klungkung, I Kadek Dwiyana Adiputra, mengomandoi langsung merekam kegiatan ubinan. Ia menegaskan bahwa ubinan mandiri menjadi instrumen penting untuk memastikan produktivitas data yang akurat di tingkat tapak.
“Ubinan bukan sekedar rutinitas. Ini bagian dari kontrol mutu produksi sekaligus bahan evaluasi bersama antara penyuluh dan petani. Dengan data nyata di lapangan, langkah perbaikan bisa lebih tepat,” demikian di sela kegiatan.
Menurutnya, capaian 7,65 ton per hektare patut diapresiasi, namun tetap perlu ditingkatkan melalui perbaikan teknis budidaya, terutama pada efisiensi pemupukan dan penguatan pengendalian hama terpadu.
Sementara itu, I Wayan Artanaya mengaku bersyukur atas hasil yang diperolehnya. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak lepas dari pendampingan penyuluh.
“Syukur sekali hasilnya bisa sampai setara 7,65 ton per hektare. Saya mengikuti arahan penyuluh sejak awal, mulai dari benih Inpari 32, jarak tanam, sampai pemupukan. Kalau dikerjakan sesuai anjuran, hasilnya memang terasa,” katanya.
Bagi petani, hasil ubinan menjadi motivasi tersendiri. Selain menjadi tolok ukur keberhasilan musim tanam, angka produktivitas juga menjadi dasar perencanaan musim berikutnya. Dengan pendekatan berbasis data, petani tidak lagi hanya mengandalkan perkiraan, melainkan memiliki gambaran nyata potensi lahannya.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di tingkat desa. Mereka bukan hanya pendamping administratif, tetapi mitra teknis yang memastikan setiap tahapan budidaya berjalan sesuai anjuran.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika harga sarana produksi, penguatan produktivitas menjadi strategi paling rasional menjaga ketahanan pangan. Ubinan mandiri seperti yang dilakukan BPP Klungkung menjadi langkah konkrit untuk memastikan setiap hektar lahan menghasilkan optimal.
Dengan sinergi penyuluh, petani, serta dukungan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, semangat swasembada pangan terus digaungkan dari tingkat subak. Dari petak-petak kecil di Selisihan, optimisme produksi padi Klungkung terus dipupuk.
Kontributor : Anom Wijaya DPD Perhiptani Klungkung
Editor: Widianta
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0