Kadis Pertanian Gianyar : Terimakasih Pak Kelsi Bali…!
Tambahan 13 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menjadi kabar menggembirakan dalam Rakor Swasembada Pangan di Gianyar. Dukungan ini disambut sebagai energi baru untuk memperkuat pendampingan petani dan mempercepat capaian produksi pangan.
Kadis Pertanian Gianyar:
Terimakasih Pak Kelsi Bali…!
“Terimakasih Pak Kelsi Bali!” Ucapan itu meluncur hangat dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Ir. Anak Agung Putri Ari, sebagai wujud apresiasi atas dukungan dan komitmen dalam penataan serta penambahan tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Bagi jajaran pertanian di Gianyar, langkah strategis tersebut bukan sekadar tambahan personel, melainkan suntikan energi baru untuk semakin solid mengawal swasembada pangan dan memperkuat pendampingan kepada petani.
Suasana pun terasa berbeda dalam Rapat Koordinasi Swasembada Pangan yang digelar di Ruang Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi dan UMKM Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kamis (26/2). Forum konsolidasi itu mendadak hangat dan penuh optimisme saat kabar tambahan tenaga penyuluh diumumkan, menghadirkan semangat baru bagi seluruh peserta yang hadir.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Ir. Anak Agung Putri Ari, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada I Ketut Arya Sudiadnyana, S.P., M.Agb., selaku Ketua Kelompok Substansi Pengelolaan Penyuluhan Pertanian Provinsi Bali. Kabupaten Gianyar mendapat dukungan 13 orang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk memperkuat pendampingan petani di lapangan.
“Tambahan ini menjadi energi baru bagi kami dalam mempercepat capaian program swasembada pangan,” ujarnya.
Suasana ruangan pun berubah riuh. Semangat para koordinator BPP dan PPL se-Kabupaten Gianyar terasa menguat. Tambahan personel dinilai menjadi “pompa semangat” dalam meningkatkan intensitas pendampingan, pengawalan luas tambah tanam, serta penguatan produktivitas komoditas pangan.
Dukungan tersebut juga disambut positif oleh Katimker Kabupaten Gianyar, I Made Geben, S.P., yang menilai penambahan tenaga penyuluh akan berdampak langsung pada kualitas layanan penyuluhan.
I Made Geben, S.P. menilai langkah penataan ketenagaan penyuluh yang dilakukan I Ketut Arya Sudiadnyana selaku Kelsi Bali sangat tepat dan strategis.
“Penempatan penyuluh ini memang jitu, Pak Arya sangat cermat membaca kebutuhan wilayah. Ibarat bermain catur, setiap bidak ditempatkan pada posisi yang tepat untuk memenangkan strategi. Atau seperti dalam tim sepak bola, setiap pemain diposisikan sesuai perannya agar tim solid dan produktif,” ujarnya.
Menurutnya, komposisi yang tepat akan memperkuat ritme kerja penyuluhan di lapangan, sehingga pendampingan petani di Gianyar dapat berjalan lebih efektif dan berdampak nyata terhadap peningkatan produksi pangan.
Sementara itu, I Ketut Arya Sudiadnyana menegaskan bahwa penataan ketenagaan penyuluh pertanian di Bali bertujuan untuk pemerataan dan keseimbangan, sehingga setiap wilayah mendapat dukungan sesuai kebutuhan.
Dengan tambahan 13 PPL tersebut, Gianyar optimistis mampu memperkuat barisan di lini terdepan dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.
I Ketut Arya Sudiadnyana, S.P., M.Agb. menegaskan bahwa penataan ketenagaan penyuluh pertanian di Bali dilakukan secara terukur, berbasis kebutuhan wilayah, dan melalui komunikasi yang matang.
“Penempatan penyuluh tidak hanya soal jumlah, tetapi memastikan distribusinya merata dan proporsional. Seluruh proses sudah kami komunikasikan dengan baik serta mendapatkan persetujuan melalui forum Katimker kabupaten/kota, sehingga berjalan transparan dan tidak menimbulkan kegaduhan,” ujarnya.
Ia menambahkan, tambahan 13 PPL untuk Kabupaten Gianyar merupakan bagian dari strategi penguatan lini terdepan penyuluhan agar pengawalan luas tambah tanam, peningkatan produktivitas, dan percepatan swasembada pangan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. (DeBasur/Mariani/Jikwid)
What's Your Reaction?
Like
8
Dislike
0
Love
2
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
1