Penyuluh Pertanian, Support Pemanfaatan Dana Desa
Desa Pangyangan, Jembrana, melaksanakan gerakan tanam jagung seluas 20 hektar sebagai bagian dari program ketahanan pangan berbasis dana desa, berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan kemandirian pangan lokal
Jembrana — Dalam upaya mendukung Pemerintah Pusat disektor ketahanan pangan Nasional, Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, melaksanakan kegiatan gerakan tanam jagung sebagai bagian dari program ketahanan pangan berbasis dana desa pada Hari Jumat, Tanggal 9 mei 2025.
Kepala Desa Pangyangan, I Ketut Rai Subawa, S.E., dalam sambutannya menyampaikan bahwa gerakan tanam jagung ini adalah bentuk nyata upaya desa dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal. “Kami berkomitmen memanfaatkan dana desa secara produktif, tidak hanya untuk infrastruktur, tetapi juga untuk membangun kemandirian pangan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan tanam jagung ini tidak hanya menjadi agenda pertanian biasa, tetapi juga menjadi contoh nyata kolaborasi multipihak. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pemerintah desa dan kecamatan, Kapolsek Pekutatan, Koramil Pekutatan, Kodim Jembrana, Dinas Pertanian, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jembrana.
Penanaman jagung seluas 20 hektar, diharapkan target hasil panen mencapai 8 ton per hektar. Hasil panen tersebut nantinya akan diolah menjadi tepung jagung guna mendukung ketersediaan pangan lokal yang berkelanjutan.
Desa Pangyangan termasuk wilayah BPP kec. Pekutatan. Tentu, Penyuluh Pertanian memainkan peran strategis dalam kegiatan ini, khususnya dalam memberikan penyuluhan teknis budidaya jagung serta pendampingan langsung kepada petani di lapangan. Mereka memastikan praktik budidaya dilakukan secara tepat, mulai dari pemilihan varietas unggul, teknik tanam, pemupukan berimbang, hingga pengendalian hama terpadu.
“Swasembada pangan adalah fondasi menuju kemandirian bangsa. Melalui penanaman jagung ini, kami tak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan petani dan perekonomian masyarakat,” papar I Made Yogi Priyadi, SP, PPL Wilbin Desa Pangyangan yang sekaligus sebagai ketua bidang bisnis pada DPD PERHIPTANI Kabupaten Jembrana.
Tidak hanya para penyuluh pertanian lapangan, keterlibatan aparat TNI dan Polri juga menunjukkan dukungan keamanan dan stabilitas dalam pembangunan pertanian desa. Kehadiran para pejabat dari lintas sektor memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun pertanian yang tangguh dan berkelanjutan.
Dengan dimulainya program ini, diharapkan Desa Pangyangan dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Jembrana dan Bali dalam mengelola dana desa untuk program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, yaitu pangan. Program ini tidak hanya menanam jagung, tetapi juga menanam harapan akan masa depan pangan yang mandiri dan berkualitas. (Ilham)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0