Petani Gopala Nandini Lirik Asam Humat

Ketika lahan mulai menurun kesuburannya dan menekan penggunaan pupuk kimia, petani Gopala Nandini memilih berbenah. Mereka datang ke BPP Banjar untuk belajar mengenal asam humat, bahan organik yang disebut mampu menghidupkan kembali “napas” tanah dan membuat tanaman tumbuh lebih sehat.

Nov 14, 2025 - 03:16
 0  31
Petani Gopala Nandini Lirik Asam Humat

Petani Gopala Nandini Lirik Asam Humat

Upaya memperkenalkan inovasi pertanian berkelanjutan terus dilakukan BPP Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Salah satunya melalui penerapan asam humat, bahan organik yang terbukti mampu meningkatkan kesuburan tanah dan efisiensi pemupukan. Teknologi ini dinilai efektif terutama pada sistem Tabulapot (tanaman buah dalam pot) seperti anggur, cabai, dan terung.

Koordinator BPP Banjar, Wayan Suwastawa Giri, SP, menjelaskan, asam humat bekerja dengan cara meningkatkan Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah yakni kemampuan tanah mengikat dan menahan unsur hara. Dengan meningkatnya KTK, unsur hara dari pupuk tidak mudah hilang akibat penguapan atau tercuci oleh air. Efisiensi pemupukan pun meningkat dan pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal.

“Asam humat membantu tanah menahan unsur hara lebih lama. Dampaknya, kebutuhan pupuk bisa dikurangi, tanaman lebih sehat, dan produktivitas meningkat,” ujar Wayan di sela kegiatan penyuluhan dan demonstrasi lapangan di BPP Banjar, belum lama ini.

Selain memperbaiki kemampuan tanah menyimpan hara, asam humat juga menetralkan pH, memperbaiki struktur tanah agar lebih gembur, serta merangsang pertumbuhan akar yang kuat dan panjang. Tak hanya itu, zat organik ini juga menjadi sumber energi bagi mikroorganisme tanah yang menjaga keseimbangan ekosistem mikro di sekitar perakaran tanaman.

Dalam kegiatan tersebut hadir pula Ketua KTT Gopala Nandini, Desa Banjar, Dewa Sutana, bersama sejumlah petani anggota kelompoknya. Mereka berkonsultasi langsung mengenai manfaat dan cara aplikasi asam humat di lahan pertanian.

Dewa mengaku kunjungan ke BPP Banjar memberikan wawasan baru tentang pentingnya penggunaan pembenah tanah organik untuk menjaga kesuburan lahan. Ia menilai hasil penerapan asam humat di demplot BPP cukup meyakinkan dan bisa menjadi solusi nyata di tengah meningkatnya harga pupuk kimia.

“Setelah kami lihat langsung, hasilnya sangat berbeda. Tanah di sekitar tanaman yang diberi asam humat lebih gembur, akar lebih kuat, dan daun tampak lebih hijau. Ini bukti bahwa bahan organik seperti asam humat mampu menggantikan sebagian fungsi pupuk kimia,” ungkap Dewa.

Ia menambahkan, kelompoknya berencana menerapkan asam humat pada budidaya cabai dan terung di lahan pekarangan.

Koordinator BPP Banjar menyambut baik komitmen para petani tersebut. Menurutnya, penerapan asam humat cukup fleksibel bisa dicampur dengan pupuk NPK atau diaplikasikan langsung melalui penyiraman dan penyemprotan daun, dengan dosis sekitar dua kilogram per hektare.

“Kami terus mendorong petani menjadikan asam humat bukan sekadar pembenah tanah, tapi investasi jangka panjang bagi kesehatan lahan dan keberlanjutan pertanian,” pungkas Wayan.

Dengan dukungan penyuluh dan semangat petani lokal, penerapan asam humat diharapkan menjadi solusi ramah lingkungan untuk meningkatkan hasil tanaman Tabulapot, sekaligus menekan biaya produksi di tengah mahalnya harga pupuk kimia.

Koresponden Shinta Istihsan DPD Perhiptani Buleleng

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0