Petani Subak Dlod Bakas Perang Lawan Tikus

Menghadapi ancaman hama tikus pada tanaman padi, petani Subak Dlod Bakas menggelar gerakan pengendalian sebagai langkah antisipatif menjaga produksi.

Jan 25, 2026 - 04:42
Jan 25, 2026 - 04:51
 0  49
Petani Subak Dlod Bakas Perang Lawan Tikus

Petani Subak Dlod Bakas Perang Lawan Tikus

Ancaman serangan hama tikus membayangi pertanaman padi di Subak Dlod Bakas, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Tak tinggal diam, petani menggelar Gerakan Pengendalian Hama Tikus pada Jumat (23/1).

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari anggota Subak Dlod Bakas, Babinsa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), hingga Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) BPP Kecamatan Banjarangkan. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi wujud sinergi dalam menjaga keberlanjutan produksi padi.

Berdasarkan laporan lapangan, serangan hama tikus terjadi pada tanaman padi berumur 30–35 hari setelah tanam (hst), fase vegetatif yang tergolong kritis. Dari total luas areal pertanaman Subak Dlod Bakas yang mencapai 92,10 hektare, sekitar 2 hektare teridentifikasi hama tikus terserang. Untuk mencegah meluasnya serangan, pengendalian dilakukan secara serentak pada area seluas 10 hektare.

Sebelum melakukan pengendalian di lapangan, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti sosialisasi dan arahan teknis terkait metode pengendalian hama tikus. Pada kesempatan tersebut, Subak Dlod Bakas juga menerima bantuan rodentisida yang digunakan sebagai umpan pengendalian tikus di kawasan terserang dan sekitarnya. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengendalian serta menekan populasi tikus dalam waktu lebih cepat.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, seluruh peserta Gerdal Tikus dibekali pemahaman mengenai tata cara penggunaan rodentisida secara aman, dosis yang tepat, serta sesuai dengan ketentuan keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan, sebelum kemudian diterapkan secara langsung di lapangan.

Kelihan Subak Dlod Bakas, I Ketut Budiarta, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh PPL Desa Bakas, Ni Ketut Subudhiasri, serta POPT Kecamatan Banjarangkan, I Gusti Ngurah Agung Agustiana. Ia juga mengucapkan terima kasih atas bantuan rodentisida yang dinilai sangat membantu petani dalam menghadapi serangan hama tikus yang berpotensi menurunkan hasil panen.

Melalui kegiatan Gerdal ini, diharapkan populasi hama tikus dapat ditekan secara signifikan sehingga pertumbuhan tanaman padi kembali optimal dan produksi tetap terjaga. Kegiatan ini sekaligus menjadi contoh pentingnya kerja sama dan kepedulian bersama dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal.

Hama tikus memang menjadi salah satu musuh utama petani. Hewan pengerat (Rodentia) ini sering menimbulkan kerugian besar karena menyerang padi sejak fase semai hingga menjelang panen. Bahkan, dalam kasus tertentu, serangan tikus mampu menghabiskan tanaman padi hanya dalam satu malam.

Fenomena maraknya hama tikus tidak lepas dari ekosistem. Terputusnya rantai makanan, khususnya berkurangnya populasi predator alami seperti ular, menyebabkan populasi tikus berkembang tanpa kendali. Kondisi ini diperparah oleh aktivitas manusia, mulai dari perburuan satwa hingga penggunaan pestisida berlebihan yang justru mematikan musuh alami tikus.

Oleh karena itu, pengendalian hama tikus tidak hanya mengandalkan tindakan kimiawi, tetapi juga memerlukan pendekatan terpadu dan kesadaran bersama untuk menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.

Koresponden : Mang Asih DPD Perhiptani Klungkung

Editor: Widianta

What's Your Reaction?

Like Like 2
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0