“Hama Mengintai, PPL Marga Bergerak”
Hama mulai mengintai hamparan padi di Subak Penataran, Desa Marga. Tak ingin kecolongan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) langsung bergerak cepat, menyisir sawah dan mendeteksi dini serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan.
“Hama Mengintai, PPL Marga Bergerak”
Pagi itu, hamparan hijau di Subak Penataran, Desa Marga, tampak tenang. Angin berembus pelan, menggerakkan daun-daun padi yang mulai memasuki fase rentan. Namun di balik ketenangan itu, ancaman kecil tengah mengintai.
Jumat (27/3), suasana sawah sedikit berbeda. Sejumlah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) tampak menyusuri pematang, sesekali berhenti, membungkuk, dan mengamati daun padi dengan saksama. Mereka bukan sekadar melihat mereka membaca tanda-tanda alam.
Dipimpin Koordinator BPP Marga, I Wayan Wiyasa, SP, kegiatan pengamatan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) ini melibatkan seluruh PPL se-Kecamatan Marga. Di antaranya, Penyuluh Pertanian Pande Nyoman Wiratih Sukma, S.Pt., yang turut aktif mendampingi petani di wilayah binaannya.
Tak sendiri, tim ini juga diperkuat oleh Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Marga, I Nyoman Wirasa, bersama POPT Kecamatan Kediri, Gusti Sumerta. Mereka menyatu dengan petani, menelusuri petak demi petak sawah di hamparan Subak Penataran yang luasnya mencapai 120 hektare.
Di tengah kegiatan itu, Pekaseh Subak Penataran, I Made Sudarsa, ikut mendampingi. Baginya, kehadiran tim penyuluh bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap keberlanjutan pertanian di wilayahnya.
“Kalau sudah ada pengamatan seperti ini, kami jadi lebih tenang. Petani tidak jalan sendiri,” ujarnya sambil menunjuk hamparan padi yang mulai menunjukkan gejala serangan.
Dari hasil pengamatan, ancaman itu memang nyata. Lalat hidrelia mulai meninggalkan jejak berupa garis-garis putih memanjang di daun. Sekilas tampak ringan, namun jika dibiarkan, serangan ini bisa mengganggu proses fotosintesis.
Di sisi lain, wereng daun hijau mulai menunjukkan keberadaannya. Daun yang semula hijau segar perlahan berubah kekuningan. Hama ini bukan hanya merusak secara langsung, tetapi juga berpotensi membawa virus tungro momok yang ditakuti petani padi.
Tak kalah mengganggu, hama putih palsu juga mulai muncul. Lapisan putih menyerupai kapas menempel di batang dan daun, membuat tanaman tampak lemah dan tidak berkembang optimal.
Koordinator BPP Marga, I Wayan Wiyasa, menegaskan bahwa deteksi dini menjadi kunci utama. “Kalau kita tahu lebih awal, pengendalian bisa dilakukan dengan cara yang lebih tepat, tidak harus selalu bergantung pada pestisida,” jelasnya.
Pendekatan yang digunakan adalah Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Bukan sekadar membasmi, tetapi menjaga keseimbangan. Untuk lalat hidrelia, misalnya, petani diarahkan menerapkan pola tanam serempak dan pemupukan berimbang. Insektisida hanya digunakan jika serangan sudah melewati ambang ekonomi.
Untuk wereng daun hijau, pendekatan yang diambil lebih hati-hati. Penggunaan insektisida berlebihan justru bisa memperparah kondisi. Karena itu, keseimbangan ekosistem dan penggunaan varietas tahan menjadi pilihan utama.
Sementara itu, untuk hama putih palsu, langkah sederhana seperti sanitasi lahan dan pembersihan bagian tanaman yang terserang menjadi upaya awal yang efektif, sebelum beralih ke pestisida jika diperlukan.
Bagi petani, pendampingan seperti ini menjadi penopang harapan. Di tengah berbagai tantangan, dari perubahan iklim hingga serangan hama, kehadiran penyuluh menjadi jembatan antara ilmu dan praktik di lapangan.
“Yang penting kami tahu harus berbuat apa. Tidak asal semprot,” ujar salah satu petani yang ikut dalam pengamatan.
Di Subak Penataran, pertanian bukan sekadar soal produksi. Ia adalah warisan, tradisi, sekaligus sumber kehidupan. Karena itu, setiap ancaman sekecil apa pun tak boleh diabaikan.
Langkah kecil seperti pengamatan hari itu menjadi bagian dari upaya besar, menjaga agar sawah tetap hijau, panen tetap terjaga, dan harapan petani tetap tumbuh.
Koresponden: Karyati-Ratih
Editor:JikWid
What's Your Reaction?
Like
1
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0