“Semangat Petani Lemukih Kobarkan Harum Kopi Bali”

Petani Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, kian kompak menjaga mutu Kopi Robusta Lemukih. Dua subak abian Gunung Sari dan Manik Galih bergerak bersama memperkuat budidaya hingga proses sertifikasi Indikasi Geografis (IG) yang tengah diupayakan pemerintah.

Dec 2, 2025 - 04:03
 0  37
“Semangat Petani Lemukih Kobarkan Harum Kopi Bali”

“Semangat Petani Lemukih Kobarkan Harum Kopi Bali”

Dari lereng sejuk Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, semangat petani kopi terus menyala. Dua subak abian Gunung Sari dan Manik Galih menjadi motor penggerak menjaga mutu dan aroma khas Kopi Robusta Lemukih. Tak hanya berjuang di kebun, mereka kini bersiap menorehkan sejarah dengan meraih sertifikat Indikasi Geografis (IG) yang akan mengukuhkan Kopi Lemukih sebagai ikon kebanggaan Bali di kancah nasional.

Langkah penguatan ini ditegaskan dalam koordinasi dan pendampingan teknis yang digelar di Desa Lemukih, pekan lalu. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi UKM, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Camat Sawan, Perbekel dan Kelian Adat Desa Lemukih, BPD Desa Lemukih, serta Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Lemukih. Hadir pula tim ahli dan akademisi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Panji Sakti Singaraja, dan Universitas Islam Malang yang turut mendukung proses menuju pengakuan IG.

Pertemuan berfokus pada rencana pemeriksaan substansi oleh tim khusus dari Jakarta untuk memastikan kesesuaian antara dokumen teknis Kopi Robusta Lemukih dengan kondisi lahan dan produk di lapangan. Pemeriksaan ini menjadi tahap penting dalam proses sertifikasi IG yang akan mengokohkan posisi Kopi Lemukih di pasar nasional.

Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Made Agus Adnyana, SP., M.Si., menegaskan bahwa kekompakan petani menjadi kunci keberhasilan. “Dua subak abian, Gunung Sari dan Manik Galih, sudah membuktikan komitmen tinggi menjaga mutu. Kami dorong agar terus memperkuat sistem budidaya yang berstandar dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam mendukung peningkatan produktivitas, Dinas Pertanian telah menyalurkan 10 ribu bibit unggul Kopi Lemukih dari BPP Busungbiu untuk regenerasi tanaman. Pendampingan teknis dilakukan secara intensif oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Lemukih, I Ketut Widnya, SP, yang dikenal aktif mendampingi petani di kebun.

Menurut Ketut Widnya, kunci keberhasilan Kopi Lemukih adalah disiplin dan kebersamaan petani.

“Kami terus mengingatkan petani agar menerapkan pola tanam dan panen sesuai standar mutu. Salah satunya dengan penerapan ‘petik merah’, di mana hanya buah merah penuh (ceri matang sempurna) yang dipanen. Rasio 4:1 ini terbukti menghasilkan cita rasa kopi yang lebih kuat dan konsisten,” jelasnya.

Widnya juga menambahkan, pihaknya secara rutin melakukan pelatihan lapangan tentang pemangkasan, pemupukan, hingga pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). “Pendampingan bukan sekadar teori. Kami turun langsung ke kebun agar petani merasakan manfaat nyata dan percaya diri menghadapi pasar yang lebih besar,” katanya.

Di sisi hilir, pemerintah juga mendorong penguatan pengolahan. Sejak 2015, Distan telah memberikan bantuan mesin sangrai kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Galih Sari untuk mendukung proses pascapanen. Petani pun difasilitasi akses modal pra-panen dan penyerapan hasil panen melalui kerja sama dengan PD Swatantra Buleleng dan BPD Bali.

Kini, berkat pendampingan berkelanjutan antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, Desa Lemukih tak hanya dikenal sebagai desa wisata alam, tetapi juga kian kokoh sebagai sentra kopi robusta terbaik di Bali.

Kopi Lemukih bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan identitas dan kebanggaan masyarakat Buleleng. Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap, semangat kolektif yang dipimpin oleh petani dan subak abian dapat membuka peluang pasar lebih luas serta meningkatkan kesejahteraan warga.

Koresponden Jaya Mahendra DPD Perhiptani Buleleng

What's Your Reaction?

Like Like 3
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0