Vernaviyanty: Berani Melompat, Mantap Mengabdi

Putu Sri Vernaviyanty bukan tipe perempuan yang menunggu peluang datang. Jebolan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana ini berani melompat dari dunia asuransi, panggung pengawasan pemilu, hingga akhirnya mantap mengabdi sebagai penyuluh pertanian membawa semangat baru bagi petani di BPP Kuta Utara.

Mar 1, 2026 - 00:03
 0  70
Vernaviyanty: Berani Melompat, Mantap Mengabdi

Vernaviyanty:

Berani Melompat, Mantap Mengabdi

Di tengah geliat pariwisata dan laju pembangunan Bali, nama Putu Sri Vernaviyanty, S.TP. tumbuh sebagai sosok perempuan yang tak pernah ragu mengambil lompatan besar dalam hidupnya. Lahir di Denpasar, Verna dikenal karismatik, percaya diri, dan memiliki keberanian melawan arus. Setiap fase hidupnya bukan sekadar perpindahan, melainkan pijakan menuju pengabdian yang lebih luas.

Ditempa Kampus dan Dunia Kerja

Verna adalah jebolan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, kampus yang dikenal melahirkan sumber daya manusia pertanian berkualitas di Pulau Dewata. Bekal akademik itulah yang menjadi fondasi kuat dalam setiap langkah kariernya.

Namun sebelum mengenakan atribut penyuluh pertanian, Verna lebih dulu ditempa di dunia asuransi. Sambil menyelesaikan bangku kuliah, ia malang melintang menawarkan produk, membangun jaringan, dan belajar membaca karakter manusia. Dunia itu membentuknya menjadi komunikator ulung tahan tekanan, terampil bernegosiasi, dan tak mudah gentar.

Bekal mental dan intelektual itu membuatnya berani mengambil keputusan-keputusan besar.

Perempuan Pertanian di Panggung Hukum

Usai merampungkan pendidikan, Verna mencoba peruntungan mengikuti seleksi Komisioner Bawaslu untuk Pilgub di Kabupaten Gianyar. Para pelamarnya berasal dari kalangan pengacara, pensiunan jaksa, hingga wartawan senior. Sementara dirinya saat itu berstatus ibu rumah tangga yang berwiraswasta dengan latar belakang sarjana teknologi pertanian.

Namun Sri percaya, kompetensi tak ditentukan label.

Ia pun lolos dan dilantik sebagai Komisioner Divisi Hukum di Bawaslu Kabupaten Gianyar pada Oktober 2013 oleh Bawaslu Bali. Di sana ia mengasah ketelitian, integritas, serta keberanian mengambil keputusan nilai-nilai yang kelak sangat berguna dalam dunia birokrasi dan penyuluhan.

Kembali ke Akar Pertanian

Tahun 2019, Verna bergabung sebagai tenaga kontrak di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung. Ia kembali pada jalur keilmuan yang selama ini menjadi fondasinya: pertanian dan pengolahan hasil.

Saat pandemi Covid-19 melanda, ritme kerja berubah. Banyak aktivitas dilakukan dari rumah. Namun Verna tak membiarkan waktu berjalan tanpa makna. Ia justru melahirkan ide mendirikan UMKM Rumah Produksi Tahu Bajang Bali 5758 usaha pengolahan hasil pertanian yang sejalan dengan latar belakang akademiknya.

Dari dapur produksi sederhana, usaha itu tumbuh konsisten. Hingga 2026, Rumah Produksi Tahu Bajang Bali 5758 telah menyerap delapan tenaga kerja, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemasaran. Di tengah krisis, Verna membuktikan bahwa keberanian berinovasi mampu menciptakan peluang kerja dan nilai tambah produk pertanian.

Resmi Jadi Penyuluh, Siap Turun ke Lapangan

Tahun 2025 menjadi momentum penting. Verna dinyatakan lolos PPPK sebagai Penyuluh Pertanian Kabupaten Badung. Sejak Januari 2026, ia resmi bertugas sebagai Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Kementerian Pertanian dan berkantor di BPP Kuta Utara dengan wilayah binaan Kecamatan Kuta.

Wilayah yang dikenal sebagai pusat pariwisata itu menyimpan tantangan tersendiri. Alih fungsi lahan, regenerasi petani, hingga adaptasi teknologi. Namun Verna tak gentar. Ia datang dengan pendekatan komunikatif, membangun kepercayaan kelompok tani, dan mendorong nilai tambah hasil pertanian.

Baginya, penyuluh bukan sekadar penyampai materi. Penyuluh adalah jembatan harapan antara kebijakan dan petani, antara inovasi dan praktik lapangan. (Jikwid/Suryadi)

What's Your Reaction?

Like Like 3
Dislike Dislike 0
Love Love 1
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0