Anom Wijaya Nahkodai PERHIPTANI Klungkung

Estafet kepemimpinan organisasi penyuluh pertanian di Kabupaten Klungkung resmi berganti. Melalui Musyawarah Luar Biasa (Musdalub), Gita Anom Wijaya, S.P. didaulat secara aklamasi menakhodai DPD PERHIPTANI Klungkung.

Mar 7, 2026 - 03:10
 0  67
Anom Wijaya Nahkodai PERHIPTANI Klungkung

Anom Wijaya Nahkodai PERHIPTANI Klungkung

Dinamika organisasi di tubuh Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI) Kabupaten Klungkung berujung pada lahirnya kepemimpinan baru. Melalui Musyawarah Luar Biasa (Musdalub) yang digelar pada Jumat, 6 Maret 2026, forum organisasi tersebut secara aklamasi menetapkan Gita Anom Wijaya, S.P. sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PERHIPTANI Kabupaten Klungkung.

Musdalub yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Seluruh peserta forum sepakat memberikan mandat kepemimpinan kepada Anom Wijaya untuk melanjutkan estafet organisasi profesi penyuluh pertanian di Kabupaten Klungkung.

Forum Musdalub dipimpin langsung oleh Ketua DPD PERHIPTANI Klungkung sebelumnya, NBG Surya Darma Triadiputra, S.P. Agenda tersebut digelar sebagai tindak lanjut dari dinamika organisasi sekaligus untuk menjaga soliditas dan kesinambungan kepemimpinan di tubuh organisasi profesi para penyuluh pertanian tersebut.

Pergantian kepengurusan ini tidak lepas dari adanya mutasi tugas sejumlah pengurus inti. Ketua sebelumnya, Surya Darma Triadiputra, mendapat penugasan baru di Kabupaten Badung. Sementara Bendahara I Wayan Wiyasa, S.P. ke Kabupaten Tabanan dan Sekretaris Kadek Ari Dewi Wahyuni, S.P. ke Kabupaten Gianyar.

Situasi tersebut mendorong organisasi untuk segera melakukan konsolidasi agar roda organisasi tetap berjalan dengan baik. Musdalub menjadi forum resmi untuk menentukan arah kepemimpinan baru sekaligus memperkuat komitmen bersama di antara para penyuluh pertanian yang tergabung dalam PERHIPTANI.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Harian DPW PERHIPTANI Bali, I Ketut Arya Sudiadnyana, S.P., M.Agb., memberikan arahan kepada seluruh anggota yang hadir. Ia menegaskan bahwa PERHIPTANI merupakan rumah besar bagi para penyuluh pertanian, sehingga harus dijaga bersama melalui soliditas dan profesionalisme anggotanya.

Menurut Arya, para penyuluh saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama di tengah transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern dan berbasis teknologi. Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia penyuluh menjadi hal yang sangat penting.

“PERHIPTANI adalah rumah bagi para penyuluh pertanian. Saat ini kita berada pada masa transisi yang menuntut kesiapan semua pihak. Penguatan kapasitas penyuluh, terutama dalam tata kelola data, menjadi kebutuhan mendesak di era pertanian modern,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat menuntut para penyuluh untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya. Penyuluh tidak hanya dituntut mendampingi petani di lapangan, tetapi juga mampu mengelola informasi dan data pertanian secara baik sebagai dasar pengambilan keputusan.

“Sebagai penyuluh, kita harus selalu meng-update diri di tengah perkembangan teknologi yang kian pesat. Ke depan, kemampuan mengelola data pertanian akan menjadi salah satu kunci dalam memperkuat sistem penyuluhan,” tegasnya.

Sementara itu, ketua terpilih Gita Anom Wijaya menyampaikan komitmennya untuk menjaga kekompakan dan memperkuat soliditas organisasi. Ia menilai PERHIPTANI harus terus menjadi wadah bersama yang mampu memperkuat peran penyuluh dalam pembangunan pertanian di daerah.

Menurutnya, tantangan sektor pertanian ke depan membutuhkan organisasi profesi yang kuat dan mampu beradaptasi dengan perubahan.

“Kepemimpinan saya ke depan akan diarahkan untuk memperkuat kekompakan dan soliditas PERHIPTANI Klungkung. Organisasi ini harus menjadi rumah bersama yang mampu mendorong penyuluh semakin profesional dalam mendampingi petani,” ujarnya.

Pada hari yang sama, Anom juga langsung menyusun formasi awal kepengurusan. Ia menunjuk Ayu Rahmawatiningsih,S.P sebagai sekretaris dan Ni Komang Darmayanti, S.Pt. sebagai bendahara. Sementara untuk pengisian bidang-bidang lainnya, Anom menyatakan akan melakukan konsolidasi lebih lanjut bersama anggota organisasi.

Langkah tersebut dilakukan agar kepengurusan yang terbentuk nantinya benar-benar mencerminkan semangat kebersamaan serta mampu bekerja secara efektif dalam menjalankan program organisasi.

Musdalub kemudian ditutup dengan prosesi penyerahan pataka bendera PERHIPTANI sebagai simbol estafet kepemimpinan organisasi. Penyerahan pataka tersebut menjadi penanda dimulainya babak baru kepengurusan PERHIPTANI Klungkung di bawah kepemimpinan Gita Anom Wijaya.

Momentum itu sekaligus menegaskan komitmen para penyuluh pertanian di Kabupaten Klungkung untuk terus memperkuat organisasi profesi mereka, serta meningkatkan peran penyuluhan dalam mendukung pembangunan pertanian yang lebih maju, modern, dan berkelanjutan. (JikWid)

What's Your Reaction?

Like Like 7
Dislike Dislike 0
Love Love 2
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0