Ketua Kapoksi Bali: Instruksikan Penyuluh Perketat LBS, Genjot IP dan LTT

Ketahanan pangan Bali diuji. Di tengah tekanan alih fungsi lahan, penyuluh diminta memperketat pengawasan LBS dan mendongkrak IP serta LTT.

Feb 28, 2026 - 06:01
Feb 28, 2026 - 08:38
 0  57
Ketua Kapoksi Bali:  Instruksikan Penyuluh Perketat LBS, Genjot IP dan LTT

Ketua Kapoksi Bali:

Instruksikan Penyuluh Perketat LBS, Genjot IP dan LTT

Ancaman alih fungsi lahan di Bali tak bisa lagi ditanggapi biasa. Lahan sawah terus tergerus pemukiman, pariwisata, dan pembangunan infrastruktur. Jika tidak dikendalikan, swasembada pangan hanya akan menjadi slogan.

Peringatan keras itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Swasembada Pangan di Ruang Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi dan UMKM Desa Bedulu, Blahbatuh, Kamis (26/2). Plt. Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Ni Made Yuliani Putri, SP., M.Agb., menegaskan tekanan alih fungsi lahan kini menjadi tantangan paling nyata bagi ketahanan pangan daerah.

Data menunjukkan, luas Lahan Baku Sawah (LBS) di tujuh kecamatan di Gianyar tercatat 9.991,82 hektare dengan Indeks Pertanaman (IP) 2,35. Angka tersebut dinilai belum cukup kuat menghadapi laju penyusutan lahan yang terus berlangsung.

“Kurangnya areal sawah berdampak langsung terhadap produksi dan ketahanan pangan lokal. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

Menariknya, dua narasumber dalam rakor tersebut merupakan pasangan suami istri, yakni Plt. Sekdis Pertanian Gianyar Ni Made Yuliani Putri dan Ketua Kelompok Substansi Pengelolaan Penyuluhan Pertanian Provinsi Bali I Ketut Arya Sudiadnyana. Keduanya kompak menegaskan penguatan LBS serta percepatan IP dan LTT.

Sikap lebih tegas disampaikan Ketua Kelompok Substansi Pengelolaan Penyuluhan Pertanian Provinsi Bali, I Ketut Arya Sudiadnyana, SP, M.Agb. Ia meminta seluruh jajaran penyuluh bergerak cepat dan disiplin data.

"Langkahnya jelas. Pertama, tingkatkan produktivitas. Kedua, genjot IP. Ketiga, perluas Luas Tambah Tanam (LTT). Tiga strategi ini terbukti membawa swasembada Indonesia pada masa lalu," ujarnya.

Instruksinya tak setengah-setengah. Groundcheck LBS wajib dilakukan di setiap wilayah binaan. Jika ditemukan alih fungsi atau alih komoditas, harus segera dilaporkan lengkap dengan luasan dan foto bergeotag. 

Optimalisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) juga ditekankan. Penggunaan rice transplanter  hingga panen harus dimaksimalkan guna mempercepat tanam. Gerakan tanam serentak di subak dan kelompok tani (poktan) diminta digelorakan untuk mencapai LTT.

Penyuluh pertanian lapangan (PPL) juga diminta aktif mendampingi petani, mencari solusi kendala tanam, serta memberikan bantuan pemerintah berbasis CPCL bila diperlukan. Penangkar benih pun diaktifkan kembali guna memproduksi benih padi super genjah sebagai motor percepatan tanam.

Tak kalah penting, disiplin pelaporan menjadi kunci. Setiap penyuluh harus memiliki kendali laporan agar tidak terjadi tumpang tindih data atau klaim luas tanam melebihi LBS. Rencana indikatif tanam bulanan wajib disusun dan dirinci harian sesuai kemampuan olah lahan di masing-masing wilayah. (JikWid/Suryadi)

What's Your Reaction?

Like Like 5
Dislike Dislike 0
Love Love 2
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0