Mentan Amran Ajak Bersatu Wujudkan Swasembada Pangan
Dengan nada hangat dan penuh empati, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengingatkan bahwa dirinya pernah berdiri di posisi para penyuluh. Ia memahami betul beratnya tantangan di lapangan dan menegaskan bahwa setiap langkah para PPL adalah cahaya yang menggerakkan masa depan pertanian Indonesia.
Mentan Amran Ajak Bersatu Wujudkan Swasembada Pangan
Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman mengajak seluruh insan pertanian dari Sabang sampai Merauke untuk memperkuat sinergi, kerja nyata, dan inovasi dalam upaya menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Pernyataan itu disampaikan dalam Zoom Apel Nasional Kamis, 20 November 2025 yang diikuti sekitar 45.000 peserta termasuk penyuluh pertanian lapangan (PPL), kelompok tani (poktan), gabungan kelompok tani (gapoktan), kepala dinas pertanian provinsi/kabupaten/kota, serta pegawai Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) di seluruh Indonesia.
“Penyuluh adalah obor garda terdepan yang menerangi perjuangan pertanian kita. Pertanian ini vital. Kalau pertanian bermasalah, pangan bermasalah, negara pun bermasalah. Kerja keras kalian tidak sia-sia, terus kompak dan kolaborasi,” tegas Menteri Amran dalam arahannya.
Juga Bapak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, beberapa kali menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran Kementerian Pertanian khususnya para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang telah berjibaku siang dan malam bekerja tanpa lelah demi kedaulatan pangan bangsa.
Menteri Amran menyisipkan pesan yang hangat dan personal kepada seluruh peserta apel. Ia mengimbau agar para penyuluh dan petani tetap menjaga kesehatan di tengah padatnya aktivitas lapangan. “Salam hormat buat keluarga semua. Tetap jaga kesehatan,” ujarnya.
Target swasembada dan pesan praktis
Mentan menegaskan target swasembada menjadi prioritas dan mendorong seluruh elemen bekerja dalam satu irama, mensosialisasikan program kementerian hingga tingkat kelompok tani dan gapoktan diperkirakan ada sekitar 60.000 gapoktan dan 700.000 kelompok tani yang harus diberi informasi program secara menyeluruh. Dia juga menyebutkan contoh capaian distribusi pupuk yang berkurang 20% sebagai ilustrasi upaya perbaikan logistik.
Dalam pesannya kepada PPL, Menteri mengingatkan pentingnya tanggung jawab wilayah, menjaga kehormatan lembaga, dan transparansi. “Jika ada praktik tidak benar laporkan ke pusat. Kami buka layanan pengaduan.” Masyarakat dapat melaporkan kendala atau kecurangan pendistribusian pupuk bersubsidi melalui layanan LAPOR PAK AMRAN di nomor +62 823-1110-9390.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan pesan yang sangat personal kepada para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Dengan suara lirih namun hangat, ia mengingatkan bahwa dirinya pun pernah merasakan langsung getir dan tantangan bekerja sebagai penyuluh.
“Aku dulu juga pernah jadi PPL,” ujarnya. “Saya tahu betul bagaimana sulitnya kalian di lapangan menembus hujan, panas, jarak jauh, dan kadang harus menghadapi keterbatasan. Saya memahami semuanya, karena saya pernah berada di posisi itu.”
“Kerja keras kalian dihargai,” lanjutnya. “Di dunia kalian dihormati, dan insyaallah kelak juga mendapat balasan terbaik. Karena andalah yang berada di garis terdepan, memastikan petani kita kuat, pertanian kita maju, dan pangan bangsa kita terjaga.”
Afirmasi perlindungan dan tindak lanjut
Menteri Amran juga menegaskan komitmen perlindungan bagi para penyuluh sekaligus menjamin kerahasiaan identitas pelapor. Ia mengimbau agar penyaluran bantuan difokuskan kepada petani yang benar-benar membutuhkan, bukan dialihkan ke pihak lain. “Prioritas harus jelas bantuan untuk petani miskin dan terdampak, bukan untuk oknum yang mencari keuntungan,” tegasnya, seraya menegaskan bahwa mekanisme pengaduan akan ditindaklanjuti secara cepat dan transparan.
Mentan Amran juga memaparkan arah program strategis ke depan. Ia menegaskan bahwa hilirisasi komoditas akan menjadi fokus utama untuk meningkatkan nilai tambah di tingkat petani. Komoditas seperti kakao, mente, hingga sektor peternakan akan didorong masuk ke rantai industri pengolahan, sehingga petani tidak lagi bergantung pada penjualan bahan mentah. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing, membuka peluang pasar baru, dan meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Partisipasi luas
Beberapa isu lapangan yang dibahas dalam sesi dialog, sejumlah peserta dari daerah menyampaikan isu penting yang mereka hadapi di lapangan. Jos Ramahsuali, perwakilan dari Kabupaten Supiori, Papua, mengajukan pertanyaan mengenai rencana cetak sawah 700 hektare di wilayahnya. Ia menanyakan syarat dan prosedur agar daerahnya dapat memperoleh bantuan program cetak sawah dari Kementerian Pertanian, mengingat kebutuhan perluasan lahan produktif di Papua masih cukup besar.
Sementara itu, Agung, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Kalimantan Utara, menyoroti persoalan keterbatasan kuota BBM bersubsidi yang dialokasikan untuk petani, brigade alsintan, serta gapoktan di wilayahnya. Ia menyampaikan bahwa keterbatasan kuota ini telah menghambat operasional alat dan mesin pertanian, sehingga membutuhkan perhatian dan penambahan alokasi agar kegiatan budidaya dapat berjalan optimal.
Menteri meminta agar usulan dari daerah Papua diusulkan melalui UPT setempat untuk ditindaklanjuti. Dan, Menteri mengingatkan peserta untuk menjaga kesehatan, menyapa keluarga di rumah, dan terus mempertahankan semangat kerja guna mewujudkan target swasembada yang lebih cepat tercapai.
Acara ditutup dengan suasana penuh semangat, para peserta bergema bersama yel-yel baru penyuluh, “Penyuluh Eksponensial, Pertanian Modern, Petani Sejahtera.” Tepuk tangan dan salam kompak menjadi penegas komitmen kolektif menandai tekad bersama untuk menerjemahkan arahan menjadi tindakan di lapangan. Menteri Amran menutup sambutan dengan ucapan terima kasih kepada seluruh penyuluh, petani, dan jajaran kementerian yang telah berpartisipasi, serta mengingatkan agar semangat kolaborasi dan inovasi terus dijaga demi mencapai tujuan swasembada dan kesejahteraan petani.(OmwiD)
What's Your Reaction?
Like
3
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0