"Menutup 2025, PPL Banjarangkan Kian Perkasa di Sawah"
Menjelang pergantian tahun, PPL Banjarangkan tak sekadar menutup 2025 dengan data, tetapi dengan dedikasi. Mereka menunjukkan semangat pantang menyerah bahwa kerja penyuluh bukan hanya mendampingi petani, tapi menjaga denyut nadi pertanian di Banjarangkan.
"Menutup 2025, PPL Banjarangkan Kian Perkasa di Sawah"
Menjelang akhir tahun 2025, semangat juang para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Banjarangkan kian menyala. Di bawah terik mentari awal Desember, mereka kembali turun ke sawah, membaur bersama para petani yang menjadi mitra sekaligus sahabat perjuangan dalam menjaga ketahanan pangan negeri.
Pada Selasa, (2/12/2025), kegiatan ubinan (pengambilan sampel panen) dilaksanakan di wilayah binaan Ni Komang Tinggal Asih, tepatnya di Tempek Beneng, Subak Dlod Getakan. Suasana penuh semangat mewarnai kegiatan tersebut — canda, kerja keras, dan semangat gotong royong berpadu di tengah hamparan padi yang menguning, menandakan masa panen yang tiba.
Dua lahan menjadi fokus kegiatan. Lahan milik I Ketut Murjana seluas 16 are, dengan varietas Inpari 32, mencatat hasil ubinan sebesar 4,765 kg dan produktivitas mencapai 76,24 Kw/Ha. Sementara itu, lahan Ketut Mudiantara yang lebih luas, yakni 20 are, menunjukkan hasil sedikit lebih tinggi dengan ubinan 5,000 kg dan produktivitas 80 Kw/Ha.
Perbedaan hasil itu bukanlah tanda ketimpangan, melainkan bukti dinamisnya alam pertanian. Faktor jumlah rumpun dan anakan produktif menjadi pembeda utama di mana lahan Ketut Mudiantara mencatat anakan lebih banyak, sehingga hasil panennya pun lebih melimpah.
Lebih dari sekadar angka produktivitas, kegiatan ubinan kali ini menjadi cermin soliditas dan sinergi luar biasa antara penyuluh dan petani. Di setiap langkah kaki yang menapaki pematang sawah, tersimpan tekad yang sama memastikan kesejahteraan petani dan menjaga keberlanjutan pangan daerah.
Ketua DPD Perhiptani Kabupaten Klungkung, NBG Suryadarma, TR., S.P., menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar bagi seluruh penyuluh Banjarangkan.
“Saya sangat bangga melihat semangat teman-teman penyuluh yang terus menyala hingga penghujung tahun. Tahun 2025 ini menjadi bukti bahwa kerja nyata penyuluh mampu menjaga ketahanan pangan daerah. Memasuki 2026, saya optimis—dengan kekompakan dan inovasi yang terus tumbuh, PPL Banjarangkan akan menjadi motor penggerak pertanian Klungkung yang lebih maju dan mandiri,” ujarnya penuh semangat.
Koordinator PPL Banjarangkan, I Ketut Arya Sudiadnyana, SP., M.Agb., yang turut memantau langsung kegiatan, menegaskan bahwa kerja nyata di lapangan seperti inilah yang menjadi napas pembangunan pertanian. “Kami tidak hanya mengukur hasil panen, tetapi juga menumbuhkan semangat bahwa pertanian adalah kebanggaan, dan penyuluh adalah garda depan perubahan,” ujar Arya yang juga sebagai Ketua Harian DPW Perhiptani Bali.
Menjelang pergantian tahun, Banjarangkan menutup 2025 dengan torehan optimisme. Data hasil ubinan menjadi bukti nyata bahwa inovasi, kolaborasi, dan semangat pantang menyerah telah berakar kuat di Subak Dlod Getakan. Dengan modal kebersamaan dan semangat yang tak pernah padam, para penyuluh Banjarangkan siap melangkah menyongsong musim tanam baru dengan tekad yang lebih kokoh karena bagi mereka, pertanian bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa untuk negeri.
Dan ketika semua hasil pengukuran selesai, terdengar sorak spontan dari barisan ibu-ibu penyuluh yang kompak bersuara
“Iya dong… harus optimis!”
Kalimat sederhana itu menggema di hamparan sawah Subak Dlod Getakan, seperti mantra semangat yang membelah senja. Mereka tertawa lepas, matanya berbinar bak gadis remaja yang baru merayakan kemenangan kecil, membawa pulang keyakinan bahwa tahun 2026 akan lebih cerah, lebih subur, dan penuh harapan baru bagi Banjarangkan.
What's Your Reaction?
Like
4
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0