“Padi Sunggal, Harapan yang Tumbuh di Subak Ubung”
Dua varietas unggul diuji coba di lahan seluas masing-masing 50 are, yakni Inpago 13 Fortiz dan Varietas Unggul Baru (VUB) Sunggal. Pagi ini,selasa (7/10) varietas Sunggal menjadi yang pertama dipanen, sementara varietas Inpago 13 Fortiz akan menyusul pada pekan depan.
“Padi Sunggal, Harapan yang Tumbuh di Subak Ubung”
Suasana Subak Ubung pagi itu terasa berbeda. Deretan tanaman padi yang mulai menguning menandai tibanya masa panen. Namun, bukan sembarang panen hari itu menjadi momen penting bagi petani dan pemerintah daerah Denpasar. Demplot padi gogo hasil kerja sama Dinas Pertanian Kota Denpasar dan Balai Penerapan dan Moderenisasi Pertanian (BRMP) Bali resmi memasuki masa panen.
Dua varietas unggul diuji coba di lahan seluas masing-masing 50 are, yakni Inpago 13 Fortiz dan Varietas Unggul Baru (VUB) Sunggal. Pagi ini,selasa (7/10) varietas Sunggal menjadi yang pertama dipanen, sementara varietas Inpago 13 Fortiz akan menyusul pada pekan depan.
Menurut Pekaseh Subak Ubung, Dewa Gede Suma Putra, SE., hasil panen menunjukkan performa menggembirakan. “Dari hasil ubinan, varietas Sunggal menghasilkan 7,85 kg, yang jika dikonversi mencapai 10,6 ton per hektare. Ini sangat baik untuk ukuran padi Sunggal,” ujarnya dengan senyum puas.
Petani penggarap, Nyoman Suparda, menceritakan bahwa padi ditanam pada 8 Juli 2025. “Varietas Sunggal ini tumbuh cepat, dan tahan hama. Hasilnya pun lebih banyak dari perkiraan awal,” tuturnya.
Sunggal adalah varietas padi unggul yang efisien, produktif, dan tahan terhadap tekanan biotik maupun abiotik, menjadikannya pilihan ideal dalam mendukung program swasembada pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan petani.
Keberhasilan demplot ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak. Koordinator BPP Denpasar Utara, Luh Ketut Ari Abadi, SP., menyampaikan apresiasinya terhadap langkah inovatif petani Subak Ubung.
“Kami sangat mengapresiasi semangat petani yang mau mencoba varietas unggul baru. Ini bukti nyata bahwa inovasi di tingkat petani bisa menjadi solusi nyata dalam meningkatkan produktivitas, bahkan di wilayah perkotaan seperti Denpasar,” ungkap Ari Abadi bidang kerjasama DPW PERHIPTANI Bali
Menurutnya, BPP akan terus mendampingi petani agar hasil Demplot dan inovasi pertanian dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Senada dengan itu, Sagung Ayu Nyoman Aryawati, SP., MP., dari BRMP Bali selaku Penanggung Jawab LTT Swasembada Pangan Kota Denpasar, menilai keberhasilan ini sebagai contoh sinergi yang berhasil antara petani, penyuluh, dan Pemerintah.
“Inpago 13 adalah bukti bahwa varietas unggul mampu beradaptasi di lahan kering sekalipun. Hasilnya tidak hanya dari sisi produktivitas, tetapi juga efisiensi air dan ketahanan terhadap hama. Ini langkah nyata menuju pertanian adaptif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Kegiatan demplot padi gogo ini menjadi bukti bahwa pertanian perkotaan di Denpasar masih memiliki daya hidup dan potensi besar untuk dikembangkan. Kolaborasi dukungan pemerintah, dan semangat petani menjadi fondasi penting menuju kemandirian pangan daerah.
What's Your Reaction?
Like
1
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0