"Pestisida Bukan Jawaban ! Petani Badung Belajar Cara Cerdas Atasi Hama"
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung menyelenggarakan Bimtek Pengamatan dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di BPP Abiansemal. Pelatihan ini diikuti 30 petani Subak Pacung untuk menerapkan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) guna pertanian yang lebih cerdas, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Dalam langkah strategis menuju pertanian masa depan yang lebih cerdas, berkelanjutan, dan manusiawi, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengamatan dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) selama tiga hari, 7 hingga 9 Juli 2025, di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Abiansemal.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 petani dari Subak Pacung, Kecamatan Abiansemal garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Dibuka secara resmi oleh Dinas Pertanian, Bimtek ini membawa semangat baru bahwa pertanian bukan sekadar kegiatan produksi, melainkan penjagaan atas keseimbangan alam dan martabat hidup manusia.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Dr. I Wayan Wijana dalam sambutannya mengatakan, kita sedang menghadapi masa depan pertanian yang tidak lagi bisa ditopang oleh kebiasaan lama. Serangan hama, perubahan iklim, dan penurunan kualitas tanah menuntut kita untuk beradaptasi—bukan dengan kekuatan kimia semata, tetapi dengan kecerdasan, kesadaran, dan keberanian untuk berubah.
“Melalui Bimtek ini, kami ingin menanamkan semangat baru kepada para petani bahwa dengan memahami dan mengendalikan OPT secara terpadu, kita tidak hanya melindungi tanaman, tetapi juga merawat ekosistem, warisan budaya subak, dan kehidupan generasi mendatang. Mari bertani dengan hati, dengan ilmu, dan dengan visi untuk masa depan yang berkelanjutan." Pesannya.
Di tengah perubahan iklim yang tak terelakkan dan serangan OPT yang semakin kompleks, pendekatan lama seperti penggunaan pestisida instan sudah tidak lagi cukup. Justru, ketergantungan berlebih terhadap bahan kimia memicu dampak jangka panjang resistensi hama, rusaknya musuh alami, dan residu kimia yang mengendap di tanah dan tubuh manusia.
Melalui pelatihan berbasis teori dan praktik lapangan, para petani dibekali keterampilan untuk mengidentifikasi dan mengelola OPT berdasarkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Ini adalah pendekatan ilmiah sekaligus etis, yang menjunjung keharmonisan antara manusia, tanaman, dan lingkungan.
“Petani masa depan adalah penjaga bumi. Mereka harus mampu membaca tanda-tanda alam, mengenali musuh dan sahabat tanaman, serta bertindak dengan bijak,” ujar salah satu narasumber dalam sesi pelatihan.
Dengan bekal baru ini, diharapkan para petani mampu mengambil keputusan yang tepat, bukan hanya demi hasil panen, tetapi demi keberlangsungan ekosistem pertanian itu sendiri. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam mempersiapkan lompatan menuju pertanian yang resilien, adaptif, dan berakar pada kearifan lokal.
Kontributor DPD Perhiptani Badung
Putu Agung Apriadi, S.Tr.P.,M.P.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0