Prof. Oka Bangkitkan Revolusi Berpikir Penyuluh
Penyuluh Pertanian diajak meninggalkan pola pikir lama dan mulai membuka ruang kreativitas sebagai pondasi pengembangan pertanian modern. Kumpulkan semua ide tanpa menghakimi, diskusikan secara terbuka, dan bangun keberanian mencoba pendekatan baru. Tantangan pertanian hanya bisa dihadapi dengan kreativitas dan kolaborasi.
Prof. Oka Bangkitkan Revolusi Berpikir P enyuluh
Bayangkan sekilas…
Tanah yang setiap hari kita pijak.
Lahan yang menjadi sumber kehidupan jutaan keluarga.
Dan para petani yang menggantungkan harapan pada pengetahuan yang kita bawa.
Hal itu terungkap dalam Stadium General “Motivation and Creative Brainstorming” yang menghadirkan Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. I Dewa Putu Oka Suardi, M.Si., menjadi salah satu sesi paling memikat dalam gelaran perdana Pekan Apresiasi Pertanian di Kabupaten Jembrana. Dengan gaya penyampaiannya yang penuh energi, Prof Oka tidak hanya memberi materi, tetapi juga menggugah kesadaran baru bagi penyuluh serta petani yang hadir.
Di hadapan ratusan peserta, Prof Oka mengajak penyuluh meninggalkan pola pikir lama dan mulai membuka ruang bagi kreativitas sebagai landasan pengembangan pertanian modern. Ia menegaskan bahwa brainstorming kreatif bukan sekadar teknik mencari ide, tetapi proses memerdekakan pikiran dari batasan-batasan yang selama ini menghambat munculnya inovasi.
“Para penyuluh pertanian memiliki peran yang sangat strategis sebagai jembatan pengetahuan antara inovasi dan petani. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh penyuluh berani keluar dari pola lama dan membuka ruang berpikir baru,” tegasnya.
Menurutnya, tantangan pertanian hari ini semakin kompleks, hama yang semakin cerdas, perubahan iklim yang sulit diprediksi, keterbatasan bahan alami, dan perlunya efisiensi budidaya. Kondisi ini menuntut para penyuluh untuk tidak sekedar mengikuti pola kerja rutin, namun menjadi motor inovasi yang mampu mengubah perubahan di lapangan.
“Kumpulkan semua ide tanpa menghakimi, berdiskusi secara terbuka, dan membangun keberanian mencoba pendekatan baru. Tantangan pertanian hanya bisa berkonfrontasi dengan kreativitas dan kolaborasi,” lajutnya
Suasana forum semakin berubah hidup saat Prof Oka mencontohkan bagaimana ide sederhana sering kali berkembang menjadi solusi nyata melalui kelompok brainstorming . Peserta diajak mempraktekkan proses berpikir bebas menumpahkan semua gagasan tanpa rasa takut salah sebelum kemudian menyusunnya menjadi strategi yang realistis untuk diterapkan.
“Ada empat hal penting yang wajib dipahami agar brainstorming benar-benar mampu melahirkan inovasi nyata di lapangan. Tujuan brainstorming itu sendiri, prinsipnya, peran penyuluh dan rencana tindak lanjut,” tandasnya.
Sesi itu bukan hanya memperluas wawasan, tetapi juga menjadi “injeksi energi” bagi para penyuluh dan petani. Banyak peserta yang mengaku merasa lebih percaya diri untuk mengemukakan pendapatnya dan mulai membangun pola pikir baru dalam menyusun program maupun menangani masalah pertanian di lapangan.
Prof Oka menutup pemaparannya dengan pesan penuh keyakinan.
“Saya percaya, ketika penyuluh berani berkreasi dan bekerja dengan pola pikir terbuka, maka petani akan menyusul. Dan ketika petani bergerak, pertanian Jembrana akan melompat maju.”
Pekan Apresiasi Pertanian Jembrana pun menjadikan sesi ini sebagai salah satu momen paling berkesan yang membekas bukan hanya sebagai materi, tetapi sebagai panggilan untuk berubah, berinovasi, dan bergerak lebih berani demi masa depan pertanian Jembrana yang adaptif, produktif, dan tangguh. (OmwiD )
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
1
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0