Saat Pekarangan Jadi Lumbung Keluarga
Lewat P2B, pekarangan rumah kini bisa jadi lumbung pangan keluarga. Dari Tegalalang, Gianyar, semangat menanam gizi dan kemandirian tumbuh bersama. program ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan keluarga, tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian ekonomi berbasis rumah tangga.
Saat Pekarangan Jadi Lumbung Keluarga
Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) hadirkan solusi pemenuhan gizi sekaligus peluang peningkatan pendapatan rumah tangga.
Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) kembali digulirkan Kementerian Pertanian melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tegalalang, Gianyar, pada Rabu (30/9). Program ini bertujuan memanfaatkan lahan pekarangan rumah tangga untuk budidaya sayuran, buah-buahan, dan komoditas pangan lainnya guna memperkuat ketahanan serta kemandirian pangan keluarga.
Kegiatan yang diikuti 15 peserta penerima P2B dari Desa Taro, Pupuan, dan Sebatu ini melibatkan 5 Kelompok Wanita Tani (KWT) serta 10 Subak di wilayah Tegalalang. Acara dibuka oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Gianyar, Ni Made Yuliani Putri, SP., M.Agb. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya optimalisasi bantuan P2B, mulai dari bibit hingga sarana pendukung, agar mampu meningkatkan gizi keluarga sekaligus menghemat pengeluaran rumah tangga.
“Pekarangan bukan sekadar halaman rumah, tapi bisa menjadi lumbung pangan keluarga. Melalui P2B, kita tidak hanya menanam sayur dan buah, tetapi juga menanam kemandirian, mengurangi beban biaya dapur, sekaligus memperkuat gizi masyarakat. Jika dikelola dengan baik, pekarangan mampu menjadi sumber pangan sekaligus sumber pendapatan,” ujar Yuliani.
Dalam bimtek ini, para peserta mendapatkan berbagai sarana produksi seperti bibit cabai, benih tomat, buncis, jagung, kangkung, kacang panjang, serta pupuk dan sarana pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Tanaman cabai keriting, cabai rawit, dan pisang juga disiapkan dalam polybag untuk menunjang pertanaman skala rumah tangga.
“Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal. Jika ada kendala, seperti bibit yang rusak, penyedia akan melakukan penggantian,” tandas Yuliani.
Sebagai narasumber, Ni Kadek Sintya Dewi, SP., Penyuluh Pertanian Ahli Muda tampil fasih memberikan materi. Dalam kapasitasnya, ia memaparkan aspek teknis budidaya tanaman pekarangan pentingnya persemaian benih. Menurutnya, program P2B tidak semata berorientasi pada pemenuhan gizi keluarga, tetapi juga berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi.
“Jika hasil panen melebihi kebutuhan rumah tangga, masyarakat dapat menjadikannya sebagai sumber tambahan pendapatan, misalnya melalui penjualan lewat Bumdes,” ungkap Sintya Dewi.
Semangat program ini juga dirasakan langsung oleh peserta. Salah peserta anggota KWT Srikandi Lestari Desa Taro. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.
“Sekarang kami bisa menanam cabai, tomat, hingga kangkung di pekarangan sendiri. Hasilnya bisa langsung dipakai untuk kebutuhan dapur, jadi lebih hemat. Kalau hasilnya banyak, kami bisa menjualnya untuk menambah pendapatan,” ungkapnya sambil tersenyum.
Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) merupakan bagian dari dukungan Kementerian Pertanian terhadap program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan anggaran yang dialokasikan melalui Direktorat Jenderal Hortikultura, program ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan keluarga, tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian ekonomi berbasis rumah tangga.
Kontributor DPD Perhiptani Kabupaten Gianyar
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0