Sinergi Perhiptani Bali–Pupuk Indonesia Berbuah Manis di Gianyar

Sinergi Perhiptani Bali dan Pupuk Indonesia lewat program Agri Mitra kini berbuah manis di Gianyar. Demplot yang digelar bersama jajaran penyuluh DPD Perhiptani Gianyar dan petani tak hanya memacu produktivitas, tetapi juga menegaskan komitmen menuju kemandirian benih lokal yang tangguh dan berdaya saing.

Dec 15, 2025 - 00:26
Dec 15, 2025 - 05:22
 0  57
Sinergi Perhiptani Bali–Pupuk Indonesia Berbuah Manis di Gianyar

Sinergi Perhiptani Bali–Pupuk Indonesia Berbuah Manis di Gianyar

Program Agri Mitra Dorong Kemandirian Benih dan Produktivitas Petani

Program kerja sama antara DPW Perhiptani Bali dengan Pupuk Indonesia melalui branding Agri Mitra menunjukkan hasil yang menggembirakan. Kolaborasi ini juga melibatkan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar , yang tengah mengembangkan program kemandirian benih di Gianyar.

Kegiatan bertajuk Demplot Agri Mitra Perhiptani menjadi wadah kolaborasi antara petani, penakar, dan penyuluh pertanian yang tergabung dalam organi profesi dari Perhiptani Gianyar . Hasilnya, dua lokasi demplot yang dilaksanakan di Subak Langge, Desa Sukawati , dan Subak Cita, Desa Bona , menunjukkan pencapaian produktivitas yang positif.

Di Subak Langge, ubinan pada lahan milik petani I Wayan Timtim mencatat produktivitas mencapai 8,3 ton per hektare . Angka ini dinilai sangat baik dan menjadi contoh penerapan teknik budidaya yang optimal. Ubinan dilakukan oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) BPP Sukawati bersama jajaran DPD Perhiptani Gianyar .

Sementara di Subak Cita, hasil ubinan mencapai 6,9 ton per hektare . Meski sedikit lebih rendah akibat kondisi cuaca kurang mendukung saat fase pertumbuhan, capaian ini tetap dianggap positif karena menggunakan varietas unggul Cigelis yang dikenal adaptif.

Kegiatan ubinan juga mencakup jajaran bidang perbenihan, antara lain Pengawas Benih Tanaman (PBT) Provinsi Bali, I Putu Gede Arya Pramana, Kasubag TU UPTD Perbenihan, Dwi Wahyuni, STP., M.Si. serta penangkar benih I Gusti Ngurah Sura Adnyana. Kehadiran petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) juga dinilai sangat penting dalam proses perbanyakan benih tanaman.

Peran mereka memastikan kondisi tanaman terpantau sejak awal, sehingga benih yang dihasilkan benar-benar sehat, bebas hama dan penyakit, serta memiliki daya tumbuh optimal. Langkah ini diyakini akan berpengaruh langsung terhadap kualitas produksi dan produktivitas.

Secara keseluruhan, kehadiran para petugas teknis tersebut menunjukkan dukungan yang kuat terhadap upaya peningkatan produktivitas dan kemandirian benih di Kabupaten Gianyar.

Ketua Harian DPW Perhiptani Bali , I Ketut Arya Sudiadnyana, SP., M.Agb. , menegaskan bahwa kegiatan Agri Mitra yang menggandeng Pupuk Indonesia merupakan langkah strategis memperkuat program perbenihan yang digarap Dinas Pertanian Gianyar .

“Kegiatan Agri Mitra ini kami desain bukan hanya untuk uji coba teknologi pemupukan atau demplot semata, tetapi menjadi bagian penting dalam mendukung kemandirian benih di tingkat daerah. Kami ingin memastikan para petani dan penakar benar-benar siap menghadapi tantangan pertanian modern, dengan dukungan teknologi dan pendampingan berkelanjutan,” ujar Arya Sudiadnyana.

Ia menambahkan, sinergi antara Perhiptani, Pupuk Indonesia, dan Dinas Pertanian diharapkan mampu melahirkan sistem perbenihan yang kuat, produktif, dan mandiri.

“Kami tidak hanya bicara soal hasil panen, tapi juga kemiskinan. Kalau benih bisa diproduksi secara mandiri di Gianyar, maka rantai pasok benih akan lebih efisien, dan petani tidak lagi bergantung pada pasokan luar daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Gianyar , Ni Nyoman Apriani, SP. , menyebut demplot ini ibarat laboratorium mini di lapangan bagi para penyuluh pertanian.

“Demplot ini kami jadikan sebagai laboratorium mini bagi para penyuluh. Di sini kami bisa langsung menerapkan inovasi teknologi pertanian sekaligus melakukan evaluasi hasil bersama petani,” ujar Apriani.

Menurutnya, demplot berfungsi sebagai wadah pembelajaran kolaboratif antara petani dan penyuluh.

“Melalui demplot ini, petani bisa belajar langsung dari praktik, sementara penyuluh dapat memperkuat kapasitasnya dalam mendampingi petani dengan pendekatan teknologi yang lebih tepat,” imbuhnya.

Plt. Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar , Ni Kadek Sintya Dewi, SP. , mengamini pandangan tersebut. Ia menilai demplot menjadi sarana pembelajaran bersama yang efektif bagi petani dan penyuluh.

“Kami melihat demplot ini bukan hanya ajang uji coba, tetapi ruang belajar bersama antara petani dan penyuluh. Melalui kegiatan seperti ini, transfer pengetahuan dan teknologi bisa terjadi langsung di lapangan,” katanya.

Ia juga menegaskan, dalam hal perbenihan , menyerahkan kewenangan sepenuhnya kepada petugas pengawas benih dan UPTD Perbenihan , bersama para penakar yang berkompeten di bidangnya.

“Terkait perbenihan, kami serahkan kepada petugas pengawas benih dan UPTD Perbenihan bersama penakar yang berwenang menilai apakah hasil yang dicapai petani sudah memenuhi standar untuk dijadikan benih,” tandasnya.

Kegiatan ubinan ini diharapkan menjadi pemicu semangat baru bagi petani dan penyuluh , untuk terus meningkatkan produktivitas serta memperkuat sistem perbenihan lokal demi kemajuan pertanian Gianyar yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Selain dua lokasi demplot yang telah dilakukan ubinan, masih terdapat sejumlah demplot yang tengah berjalan dan belum memasuki masa panen. Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah BPP Sukawati, tepatnya di Subak Cau Duur dan Subak Dauh Uma Ulu, serta di wilayah BPP Blahbatuh yang berlokasi di Subak Gunung Carik, Desa Bona.

Demplot-demplot ini diharapkan mampu memberikan hasil yang tidak kalah menggembirakan, sekaligus menjadi bahan pembelajaran lanjutan bagi penyuluh dan petani dalam mengoptimalkan penerapan teknologi pertanian dan efisiensi pemupukan di lapangan.

Koresponden sintya DPD Perhiptani Gianyar

What's Your Reaction?

Like Like 4
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0