Solidkan Data, Bali Genjot Produksi Pangan

Di tengah hamparan hijau sawah Subak Tanah Yeng, Desa Sedang, Abiansemal, puluhan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) tampak serius menyimak materi. Mereka bukan hanya berbicara soal padi, tetapi juga tentang data angka-angka yang kelak menentukan arah kebijakan pangan Bali.

Sep 27, 2025 - 08:55
 1  49
Solidkan Data, Bali Genjot Produksi Pangan

Solidkan Data, Bali Genjot Produksi Pangan :

TPH gandeng BPS, penyuluh lapangan diajari metode baru ubinan sawah.

Di tengah hamparan hijau sawah Subak Tanah Yeng, Desa Sedang, Abiansemal, puluhan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) tampak serius menyimak materi. Mereka bukan hanya berbicara soal padi, tetapi juga tentang data angka-angka yang kelak menentukan arah kebijakan pangan Bali.

Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, melalui Kelompok Kerja (Pokja) Data TPH yang dikoordinatori Paksi Bali Dewa, S.P., M.Agb., menggelar rangkaian Rapat Koordinasi (Rakor) Luas Tambah Tanam dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendataan serta Pengambilan Ubinan Tanaman Pangan. Acara ini digelar di tiga kabupaten Badung (17/9), Tabanan (23/9), dan Gianyar (24/9).

“Data itu jantung pembangunan pertanian. Kalau salah ambil, kebijakan bisa meleset,” tegas Kepala Bidang TPH Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ir. Nyoman Suastika, M.Si., saat membuka kegiatan.

Hadir pula BRMP Bali selaku penanggung jawab Luas Tambah Tanam (LTT) dan narasumber utama dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Sapto Wintardi, S.Si., M.Si. Ia memberikan materi terkait metode pengambilan data, termasuk cara memastikan keakuratan angka luas tanam dan panen.

Tak sekadar diskusi, Bimtek ini menyasar langsung PPL. Mereka diberi pemahaman agar seragam dengan BPS dalam pengambilan data ubinan. Harapannya, perbedaan produktivitas antara Survei Pertanian (SP) dan Kerangka Sampel Area (KSA) bisa diminimalisir.

Menariknya, para PPL juga diperkenalkan aplikasi baru dari BPS untuk menentukan titik sampel ubinan. Aplikasi yang bisa diunduh di laman https://s.bps.go.id/apkrandom ini diyakini akan memudahkan kerja lapangan. “Dengan aplikasi ini, titik sampel tidak lagi ditentukan manual, sehingga lebih cepat dan akurat,” ujar Sapto.

Di Tabanan dan Gianyar, suasana tak kalah semangat. Para penyuluh berbaur dengan petani setempat, mendiskusikan kendala di lapangan, mulai dari keterbatasan air hingga sarana produksi. Semua bermuara pada satu tujuan, bagaimana Bali bisa memperkuat swasembada pangan, khususnya padi.

“Ini bukan hanya tentang menanam padi, tapi juga tentang menjaga Bali tetap punya kedaulatan pangan,” kata Paksi Bali Dewa.

Kegiatan ini diharapkan berlanjut ke seluruh kabupaten di Bali. Dengan sinergi PPL, Dinas Pertanian, dan BPS, data yang terkumpul diharapkan akurat, valid, dan bisa dipertanggungjawabkan sebuah fondasi penting untuk masa depan pangan Pulau Dewata.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0