Atmika: Wajah Teduh, Semangat Tangguh

Berpostur tambun dan berwajah teduh, I Made Atmika tampak sederhana. Namun di balik sosoknya yang bersahaja, tersimpan semangat besar untuk mengabdi pada petani. Dari Bangli, ia menebar dedikasi lewat penyuluhan, membimbing, hingga memfasilitasi petani agar lebih mandiri dan sejahtera.

Jan 16, 2026 - 04:43
 0  52
Atmika: Wajah Teduh, Semangat Tangguh

Atmika: Wajah Teduh, Semangat Tangguh

Berpostur tambun dan kekar, I Made Atmika, S.P., M.Agb., tak sulit dikenali di antara rekan-rekannya sesama penyuluh pertanian. Sosok asal Buleleng ini dikenal ramah, enerjik, dan selalu punya semangat besar ketika berbicara soal dunia pertanian dunia yang sudah mendarah daging dalam hidupnya.

Lulus dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana pada tahun 2008, Atmika langsung terjun ke dunia kerja sebagai tenaga kontrak pendamping proyek di Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Bangli. Setahun berselang, ia menjadi THL-TB Penyuluh Pertanian (PP), dan pada 2010 resmi diangkat sebagai ASN di Kabupaten Bangli.

Kecintaannya pada dunia penyuluhan tak lepas dari dorongan untuk membantu petani. “Ada kepuasan tersendiri ketika bisa membuat petani yang semula belum tahu menjadi tahu, yang belum mampu menjadi mampu,” tuturnya dengan mata berbinar.

Atmika membina wilayah binaan (wilbin) di Desa Tiga, Desa Penglumbaran, dan Desa Demulih Kecamatan Susut, serta Kecamatan Bangli tahun 2024 dan Wilbin Kawan di tahun 2025. Kiprahnya tidak main-main. Ia turut mengantarkan Kelompok Tani Ternak (KTT) Rare Angon meraih Juara 2 Nasional Lomba Kelompok Ternak Tingkat Nasional, sebuah prestasi yang mengharumkan nama Bangli.

Meski jadwalnya padat, Atmika tetap menyempatkan diri untuk meningkatkan profesionalisme. Tahun 2018, ia kembali ke bangku kuliah, menempuh studi S2 Agribisnis di Universitas Udayana, dan berhasil meraih gelar Magister Agribisnis pada tahun 2021.

Semangatnya untuk mengabdi kepada petani tak berhenti di bidang penyuluhan semata. Pada tahun 2023, Atmika mengambil langkah nyata dengan membuka usaha kios tani bernama Samas Tani. Kios ini lahir dari konsep ngayah mengabdi kepada petani dengan tujuan mempermudah akses petani mendapatkan obat-obatan pertanian dengan harga terjangkau, bahkan mendekati harga distributor. “Saya ingin petani bisa lebih mudah memperoleh sarana produksi tanpa terbebani harga tinggi,” katanya tulus.

Pada tahun 2025, Atmika kembali menunjukkan terobosannya di bidang pertanian. Ia menggagas demplot padi varietas Arumba sebagai upaya memperkenalkan inovasi budidaya padi unggul di wilayah binaannya. Tidak berhenti di tahap produksi, Atmika bersama kelompok tani Subak Palak juga mengambil langkah lebih maju dengan memasarkan langsung hasil panen tersebut.

Produk beras itu diberi nama “Asli-KW”, singkatan dari Asli Kawan Wangi, yang mencerminkan identitas lokal sekaligus kualitas cita rasa berasnya. Upaya ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Beras Asli-KW tak hanya menjadi kebanggaan petani setempat, tetapi juga bukti nyata bahwa sinergi antara penyuluh dan petani mampu menghasilkan produk bernilai jual tinggi dan berdaya saing.

Ia mengaku, hal yang paling membahagiakan dalam pekerjaannya adalah ketika bisa memberi dampak nyata bagi petani. Seperti saat membantu petani mendapatkan kembali aliran air irigasi yang tersendat akibat kerusakan jaringan JITUT, hingga bisa kembali mengalir berkat fasilitasi bantuan pemerintah. “Itu kebahagiaan yang tidak bisa dibayar,” ujar Atmika yang juga sebagai sekretaris DPDP Perhiptani Bangli.

Namun, tak semua berjalan mulus. Masih ada tantangan yang dihadapi. “Kadang ada pihak yang hanya melihat kekurangan, tanpa melihat kerja keras di baliknya. Tapi saya tetap jalan terus, karena saya tahu apa yang saya lakukan bermanfaat,” ucapnya mantap.

Sejak penyuluh pertanian daerah ditarik ke pusat, Atmika kini mendapat amanah baru sebagai Ketua Tim Kerja (Katimker) Kabupaten Bangli, yang dikukuhkan pada 6 Januari lalu. Tanggung jawab besar itu ia terima dengan semangat tinggi, sembari terus menjalankan hobi lamanya olahraga dan memasak sebagai cara menjaga keseimbangan hidup. (jikwid)

What's Your Reaction?

Like Like 6
Dislike Dislike 0
Love Love 2
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 1