BPP Busungbiu Reborn Kopi Robusta

BPP Kecamatan Busungbiu menginisiasi program peremajaan kopi robusta. Dua metode stek rest dan benih semai varietas Lemukih diterapkan untuk melahirkan generasi baru tanaman kopi yang produktif, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

Oct 15, 2025 - 04:44
Oct 15, 2025 - 05:56
 0  33
BPP Busungbiu Reborn Kopi Robusta

BPP Busungbiu Reborn Kopi Robusta

BPP Kecamatan Busungbiu menginisiasi program peremajaan kopi robusta. Dua metode stek rest dan benih semai varietas Lemukih diterapkan untuk melahirkan generasi baru tanaman kopi yang produktif, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

Mentari pagi menembus kabut tipis di perbukitan Busungbiu, Buleleng. Di antara barisan tanaman kopi tua, tampak sejumlah petugas dan penyuluh sibuk menyiapkan polybag, media tanam, serta potongan stek batang kopi. Di lahan percontohan BPP Busungbiu inilah, semangat regenerasi kopi robusta dimulai.

Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng melalui Bidang Perkebunan berkolaborasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Busungbiu meluncurkan kegiatan pembibitan kopi robusta terpadu. Tujuannya, mendukung peremajaan kopi robusta Buleleng yang selama ini menjadi komoditas andalan masyarakat dataran tengah utara Bali.

Menanam Kembali Harapan Petani

Sebagian besar tanaman kopi robusta di wilayah Buleleng sudah berumur di atas dua dekade. Produktivitas menurun, batang-batang tua mulai rapuh, dan serangan penyakit semakin sering muncul. Melalui program ini, tanaman yang tidak lagi produktif akan diganti dengan bibit unggul hasil stek rest dan benih semai varietas Lemukih, yang dikenal tangguh dan berproduksi tinggi.

“Peremajaan ini bukan sekadar mengganti tanaman, tetapi membangun kembali harapan petani. Bibit unggul yang kita hasilkan di sini akan menjadi fondasi kebun kopi yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Made Agus Adnyana, SP., M.Si. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, saat ditemui di lokasi pembibitan.

Selain meningkatkan produktivitas dan mutu biji, program ini juga bertujuan menata kembali pola tanam dan kerapatan kebun agar lebih efisien. Petani diharapkan mampu menerapkan teknologi budidaya modern dari jarak tanam ideal hingga pemupukan berimbang yang sebelumnya sulit diterapkan pada kebun tua.

Dua Jalur Menuju Bibit Unggul

Pembibitan di Busungbiu dilakukan dengan dua pendekatan utama.
Metode pertama adalah perbanyakan vegetatif (stek rest) menggunakan potongan batang muda dari pohon induk unggul, direndam larutan perangsang akar, lalu ditanam di media pasir lembap. Dalam waktu dua bulan, stek mulai berakar dan siap dipindahkan.

Metode kedua, perbanyakan generatif (benih semai atau tepengan), memanfaatkan biji kopi merah matang penuh dari varietas Robusta Lemukih. Setelah melalui proses pengupasan dan penyemaian, benih dipindah ke polybag berisi campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang. Hasilnya, bibit dengan perakaran kuat—cocok digunakan sebagai batang bawah dalam sambung pucuk.

“Kombinasi dua metode ini membuat proses regenerasi lebih cepat dan efisien. Kita dapat memadukan kekuatan akar dari bibit semai dengan ketahanan dan produktivitas tinggi dari klon unggul hasil stek,” jelas I Gusti Lanang Made Suyasa Koordinator BPP Kecamatan Busungbiu.

Pusat Pembelajaran bagi Petani

Bahan tanam atau entres yang digunakan berasal dari kebun induk kopi robusta di Desa Sai, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan salah satu sentra penghasil bibit unggul di Bali. Adapun varietas yang digunakan adalah kopi robusta BP 308, varietas unggul dengan produktivitas tinggi, cita rasa khas, serta ketahanan terhadap penyakit dan variasi lingkungan.

Proses pembuatan bibit dilakukan dengan penuh ketelitian, dimulai dari pemilihan entres sehat, pemotongan sesuai ukuran ideal, hingga penanaman pada media semai campuran tanah, pasir, dan pupuk organik. Seluruh penyuluh BPP Busungbiu bekerja gotong royong dan penuh semangat, memastikan setiap stek tertanam rapi untuk mencapai tingkat keberhasilan tumbuh optimal.

Selain sebagai kegiatan teknis, momen ini juga menjadi sarana pembelajaran dan peningkatan kapasitas petugas lapangan dalam memperbanyak bibit kopi berkualitas. Melalui kegiatan ini, BPP Busungbiu menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan komoditas kopi robusta unggulan, khususnya varietas BP 308, demi peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan sektor perkebunan Buleleng.

Menatap Masa Depan Kopi Buleleng

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, langkah kecil di BPP Busungbiu ini menjadi awal dari perubahan besar bagi kopi robusta Buleleng. Bibit unggul yang tumbuh hari ini kelak akan menghasilkan biji berkualitas tinggi mewakili cita rasa khas Bali Utara yang telah lama dikenal di dunia.

Dari tangan para penyuluh dan petani yang tekun, kopi robusta Buleleng akan kembali harum di pasar nasional maupun mancanegara. Sebab setiap batang yang disemai di Busungbiu bukan sekadar tanaman, melainkan simbol harapan baru bagi masa depan perkebunan rakyat.

Koresponden I Gede Jaya Mahendra DPD Perhiptani Kabupaten Buleleng

What's Your Reaction?

Like Like 4
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 2