“BPP Sukasada Kawal Produktivitas dan Kelembagaan Tani”

Di balik stabilnya produksi padi dan tumbuhnya komoditas unggulan di Kecamatan Sukasada, peran Balai Penyuluhan Pertanian Sukasada tak pernah absen di lapangan. Dari sawah hingga kebun dataran tinggi, penyuluh hadir mengawal kinerja pertanian agar tetap produktif dan berkelanjutan.

Feb 25, 2026 - 00:20
 0  24
“BPP Sukasada Kawal Produktivitas dan Kelembagaan Tani”

“BPP Sukasada Kawal Produktivitas dan Kelembagaan Tani”

Laporan: Dewa Darmayasa – Awak Media Perhiptani

Di tengah bentang alam perbukitan hingga hamparan sawah subur di Kecamatan Sukasada, peran Balai Penyuluhan Pertanian Sukasada kian strategis. Lembaga ini menjadi ujung tombak pendampingan petani sekaligus motor penggerak pertanian produktif dan berkelanjutan di wilayah utara Bali.

Hal tersebut terungkap dalam penelusuran lapangan dan wawancara yang dihimpun awak media Perhiptani, Dewa Darmayasa, yang memotret langsung aktivitas penyuluhan dan capaian kinerja pertanian di wilayah binaan BPP Sukasada.

Dengan cakupan 15 desa dan kelurahan Pancasari, Wanagiri, Ambengan, Gitgit, Pegayaman, Silangjana, Pegadungan, Padangbulia, Sukasada, Sambangan, Panji, Panji Anom, Tegallinggah, Selat, hingga Kayuputih BPP Sukasada mengawal denyut nadi pertanian dari hulu hingga hilir.

Kelembagaan Kuat, Fondasi Agribisnis Desa

Kekuatan utama BPP Sukasada terletak pada kokohnya kelembagaan petani. Tercatat, terdapat 67 subak, 15 subak abian, 165 Kelompok Tani Ternak (KTT), 62 Kelompok Wanita Tani (KWT), 50 kelompok tani, serta 18 gapoktan aktif.

Struktur kelembagaan ini menjadi fondasi penguatan sistem agribisnis perdesaan. Penyuluhan teknologi, penguatan manajemen usaha, hingga pengembangan usaha tani terpadu dapat dijalankan lebih efektif karena petani telah terorganisir dengan baik.

Pendampingan dilakukan langsung di tingkat desa melalui kunjungan lapangan rutin, pembinaan kelompok, serta pengawalan penerapan inovasi budidaya.

Didukung Tim Penyuluh Solid

Dalam menjalankan tugasnya, BPP Sukasada diperkuat tujuh personel penyuluh yang membina 15 wilayah kerja, dengan satu orang merangkap sebagai koordinator.

Sinergi juga terjalin bersama satu petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), dua petugas medik veteriner, dan satu petugas data. BPP Sukasada juga menjadi lokasi Co Working Space (CWS) Katimker dan Timker Kabupaten Buleleng, mempertegas perannya sebagai pusat koordinasi teknis dan penguatan program di tingkat kecamatan.

Produktivitas Padi Terjaga

Pada sektor tanaman pangan, Kecamatan Sukasada memiliki luas sawah sekitar 1.164 hektare. Dari luasan tersebut, luas tanam mencapai 2.135 hektare dan luas panen 2.176 hektare, dengan total produksi sekitar 15.404,42 ton gabah kering giling (GKG).

Desa Panji, Panji Anom, Sambangan, dan Sukasada menjadi sentra produksi utama. Untuk menjaga produktivitas, penyuluh terus mendorong penerapan inovasi seperti Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), System of Rice Intensification (SRI), dan metode Hazton guna meningkatkan efisiensi dan hasil panen.

Perkebunan dan Hortikultura Bernilai Tinggi

Tak hanya padi, Sukasada juga dikenal sebagai sentra komoditas perkebunan dan hortikultura unggulan.

Komoditas durian memiliki populasi sekitar 16.021 pohon dengan produksi ±985,65 ton per tahun. Aneka cabai ditanam di lahan ±21,5 hektare dengan produksi ±20,43 ton buah segar.

Kopi arabika yang terkonsentrasi di Wanagiri, Pegayaman, dan Silangjana berkembang di lahan ±623 hektare dengan produksi ±529,55 ton biji kering. Sementara itu, cengkeh menempati areal ±1.739 hektare dengan produksi ±1.260,78 ton bunga kering per tahun.

Komoditas tersebut menjadi penopang ekonomi masyarakat dataran tinggi sekaligus penggerak sektor perkebunan rakyat.

Peternakan Terintegrasi

Pada subsektor peternakan, populasi sapi potong mencapai sekitar 6.025 ekor dan ternak babi sekitar 9.085 ekor. Pengembangan diarahkan pada perbaikan manajemen kandang, peningkatan kesehatan hewan, serta integrasi dengan usaha pertanian untuk menciptakan sistem usaha tani terpadu yang berkelanjutan.

Dengan dukungan kelembagaan yang kuat, sumber daya penyuluh yang solid, serta potensi komoditas yang beragam, BPP Sukasada terus memantapkan perannya sebagai pusat transformasi pertanian modern di Kabupaten Buleleng.

Sebagaimana dicatat dalam laporan lapangan awak media Perhiptani, Dewa Darmayasa, pendampingan yang konsisten dan berbasis data menjadi kunci terjaganya produktivitas sekaligus harapan petani Sukasada ke depan. Pertanian di wilayah ini tak sekadar bertahan tetapi terus tumbuh dan bergerak maju.

Editor: Widianta

What's Your Reaction?

Like Like 3
Dislike Dislike 0
Love Love 1
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0