I Made Dharmika: Dari Pemuda Tani Teladan Bali ke Katimker Penyuluh Badung
Putra petani asal Yehsumbul, Jembrana yang pernah menyandang predikat Pemuda Tani Teladan, menjadikan pertanian bukan sekadar profesi, melainkan jalan pengabdian. Dari desa kecil di Jembrana, langkahnya menembus waktu hingga dipercaya memimpin barisan penyuluh pertanian di Kabupaten Badung.
I Made Dharmika:
Dari Pemuda Tani Teladan Bali ke Katimker Penyuluh Badung
Lahir di Yehsumbul, Kabupaten Jembrana, Ir. I Made Dharmika tumbuh dari keluarga sederhana yang sarat nilai kerja keras. Ayahnya seorang guru sekolah dasar, sementara ibunya petani tangguh yang menanamkan semangat kemandirian sejak dini. Dari tangan ibunya, Dharmika belajar arti ketekunan, dari ayahnya ia belajar tentang ilmu dan tanggung jawab. Kombinasi itu menjadi fondasi kuat perjalanan hidupnya sebagai penyuluh pertanian berdedikasi.
Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri No. 1 Yehsumbul, kemudian berlanjut ke SMP Negeri Penyaringan dan lulus pada tahun 1982. Minatnya terhadap dunia pertanian mulai tumbuh sejak masa remaja, yang kemudian mendorongnya melanjutkan pendidikan di Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) Saraswati Denpasar, tempat ia menamatkan studinya pada tahun 1985. Semangat untuk terus memperdalam ilmu pertanian tak pernah padam. Ia kemudian menapaki jenjang pendidikan tinggi di Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa Denpasar, hingga akhirnya diwisuda pada tahun 1991.
Setelah menamatkan pendidikan, Dharmika kembali ke desa kelahirannya dan mengabdikan diri di sektor pertanian tanaman pangan. Ia tak hanya menanam padi, tetapi juga menanam harapan baru bagi generasi muda desa. Melalui kelompok pemuda tani “Mina Lestari”, ia mengembangkan sistem mina padi dan kolam air deras yang kemudian mengantarkannya meraih Pemuda Tani Teladan Tingkat I Bali (Juara II).
Kiprahnya makin dikenal saat dipercaya menjadi anggota KTNA Kabupaten Jembrana bidang perikanan, serta bertugas sebagai Petugas Lapangan Pengendalian Hama Terpadu. Tahun 1997, ia lulus seleksi CPNS dan resmi menjadi aparatur Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana pada Maret 1998. Selama hampir satu dekade, ia mengabdi sebagai Mantri Tani di Kecamatan Mendoyo (1999–2007).
Langkah pengabdiannya berlanjut ke Kabupaten Badung pada 2007, di mana ia bertugas sebagai penyuluh pertanian di BPP Abiansemal. Darmika kemudian dipercaya menjadi penyuluh di Desa Belok Sidan (2011–2021). Selama masa tugas itu, ia mencatat sejarah dengan menggagas pembangunan terowongan/aungan sepanjang 1.200 meter yang menghubungkan Banjar Belok dan Banjar Sidan. Proyek ini menjadi penopang pengairan sawah ±30 hektare yang kini berstatus sawah organik dengan komoditas unggulan beras hitam, merah, dan putih.
Pada periode 2022–2024, Dharmika mengemban tugas di Desa Darmasaba dan Desa Sibang Gede, dengan fokus pada pengembangan komoditas unggulan dan program ketahanan pangan berbasis dana desa.
Memasuki Januari 2025, ia dipercaya menempati posisi sebagai Penyuluh Pertanian di Desa Carangsari, Kecamatan Petang, sekaligus Koordinator Penyuluh Kecamatan Petang. Penunjukan ini bukan tanpa alasan pengalaman panjang dan kepemimpinannya dinilai mampu memperkuat koordinasi di tingkat kecamatan.
Namun perjalanan itu belum usai. Kini, menjelang akhir pengabdiannya menjadi babak baru dalam kiprahnya. Pada 6 Januari 2026, kepercayaan besar kembali dating, Ir. I Made Dharmika resmi dikukuhkan sebagai Ketua Tim Kerja (Katimker) Kabupaten Badung. Amanah strategis ini menegaskan reputasinya sebagai sosok penggerak yang tak pernah lelah memperkuat jaringan dan koordinasi penyuluhan pertanian di tingkat daerah.(jikwid)
What's Your Reaction?
Like
3
Dislike
0
Love
1
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0