LALAT KEPUNG KINTAMANI!

Lalat yang menyerbu kawasan wisata Kintamani memicu respons cepat Pemkab Bangli. Tak ingin citra destinasi tercoreng, Dinas PKP langsung bergerak mencari solusi konkret.

Feb 11, 2026 - 20:23
 0  86
LALAT KEPUNG KINTAMANI!

LALAT KEPUNG KINTAMANI!

PKP Bangli Turun Gunung, Buru Jurus Ampuh ke Baturiti

Ancaman lalat di kawasan wisata Kintamani makin tak terbendung. Di tengah ramainya kunjungan wisatawan, serbuan serangga itu dikhawatirkan mengganggu kenyamanan dan mencoreng citra destinasi unggulan Bangli.

Pemerintah tak tinggal diam. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli langsung bergerak cepat. Dipimpin Ir. I Wayan Sarma, jajaran kabid, Katimker, dan penyuluh diterjunkan melakukan “jemput bola” ke BPP Baturiti, Tabanan, Rabu (11/2).

Langkah ini menjadi sinyal tegas: persoalan lalat harus ditangani serius dan berbasis solusi, bukan saling tuding.

“Kintamani adalah etalase Bangli. Kita tidak boleh kalah oleh persoalan lalat. Pertanian dan pariwisata harus saling menguatkan,” tegas Sarma.

Selama ini, aktivitas pertanian khususnya pemanfaatan limbah ternak saat musim hujan dan olah lahan kerap disorot sebagai pemicu lonjakan populasi lalat. Namun di Baturiti yang memiliki karakteristik agroklimat serupa dan sama-sama kawasan wisata, populasi lalat relatif terkendali.

Apa rahasianya?

Rombongan Bangli yang diterima Kabid PKH Dinas Pertanian Tabanan, Drh. Gde Eka Parta Ariana, SKH., M.Si., mewakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan bersama Koordinator BPP Baturiti Ni Luh Werdhyastuti, SP, Katimker, dan penyuluh setempat menemukan satu pembeda penting: pengendalian larva lalat sejak awal. Limbah ternak tetap dimanfaatkan sebagai pupuk organik, namun disertai aplikasi insektisida berbahan aktif dimehipo sebelum ditebar ke lahan.

“Pengendalian dari fase larva ini efektif menekan populasi. Kami akan uji coba secara terukur di Kintamani,” ungkap Sarma.

Tak hanya pendekatan teknis, PKP Bangli juga menyiapkan koordinasi lintas sektor dengan pelaku pariwisata. Pengendalian akan dilakukan lebih masif dan terpadu agar polemik tak berkembang liar.

Koresponden: Vera & Atmika DPD Kabupaten Tabanan

Editor: Widianta

What's Your Reaction?

Like Like 4
Dislike Dislike 1
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 1
Sad Sad 0
Wow Wow 1