Padi Gogo Gage, Emas Merah dari Lahan Kering Taro

Diyakini sebagai obat dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Padi gogo varietas gage dari Desa Taro, Gianyar, membuktikan bahwa lahan kering pun bisa jadi sumber emas merah dan harapan baru bagi ketahanan pangan Bali.

Dec 21, 2025 - 00:18
Dec 21, 2025 - 05:35
 1  100
Padi Gogo Gage, Emas Merah dari Lahan Kering Taro

Padi Gogo Gage, Emas Merah dari Lahan Kering Taro

Tak semua padi tumbuh di sawah berair. Di Desa Taro, Kecamatan Tegalalang, Gianyar, jenis padi unik justru tumbuh subur di lahan kering. Namanya padi gogo varietas gage atau padi undil , diklasifikasikan kategori beras khusus, beras merah khas Bali yang kini menjadi kebanggaan dan simbol kemandirian pangan masyarakat Taro .

Berbeda dengan padi sawah, padi gogo tumbuh di lahan tanpa genangan air dan bergantung pada curah hujan. Meski begitu, hasil panennya tak kalah menjanjikan. Subak Abian Wana Lestari di Banjar Puakan baru-baru ini memanen padi gogo lokal dengan hasil mencapai 2,10 kilogram per ubinan atau sekitar 3 ton gabah kering panen (GKP) per hektare .

Dengan daya tahan yang baik dan cita rasa khas, padi gogo kian berpotensi menjadi alternatif sumber pangan masa depan. Selain bernilai budaya, padi gogo lokal ini juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Sebagian besar masyarakat yang membeli beras merah Taro ini, dapat menjadi obat terutama masalah pencernaan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Gianyar, Ni Made Yuliani Putri, SP., M.Agb. , mengapresiasi langkah petani Taro yang tetap produktif meski di lahan kering.

“Kami mengimbau petani agar memperluas areal tanam dan meningkatkan produktivitas padi gogo. Selain untuk mendukung ketahanan pangan dan kebutuhan upacara keagamaan, nilai ekonominya juga cukup tinggi,” ujarnya.

Pemerintah daerah, lanjut Yuliani, ke depan dinas pertanian tidak hanya memberikan pendampingan saja. Namun, akan melakukan kolaborasi dengan pihak terkait untuk penanganan pengolahan lahan, mekanisasi pertanian bantuan teknologi budidaya agar hasil panen semakin optimal tanpa mengganggu keseimbangan lingkungan.

Ketua Kelompok Tani Subak Abian Wana Lestari, I Wayan Hendra , menyebut pengembangan padi gogo di Taro masih terbatas. Dari total lahan 1,35 hektar, baru delapan petani yang aktif menanam.

“Dengan pola tanam yang tepat, padi gogo bisa tumbuh optimal meski tanpa irigasi. Menghasilkan menjanjikan dan biaya produksinya rendah,” kata Hendra.

Sebagian hasil panen digunakan untuk upacara adat dan persembahan keagamaan , sementara sisanya dijual di pasaran.

“Kami sangat berterima kasih atas pendampingan penyuluh pertanian. Berkat Arahan mereka, kami memahami cara tanam yang benar dan menjaga kualitas panen,” tambahnya.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tegalalang, Wayan Endra Jaya, SP. , menilai pengembangan padi gogo di Taro sebagai langkah tepat memanfaatkan lahan kering yang belum tergarap maksimal.

“Padi gogo menjadi solusi bagi petani yang kekurangan sumber air. Kami terus mendampingi mereka, mulai dari pengolahan lahan, pemilihan varietas, hingga pengelolaan air hujan,” jelasnya.

Kini, padi gogo varietas gage tidak hanya menjadi sumber pangan lokal, tetapi juga lambang ketekunan dan kearifan masyarakat Desa Taro dalam menjaga warisan pertanian leluhur di tengah tantangan perubahan iklim dan menyusutnya lahan produktif.

Koresponden : Edi Dwiantara DPD Perhiptani Gianyar

Editor: Jikwid

What's Your Reaction?

Like Like 4
Dislike Dislike 0
Love Love 1
Funny Funny 1
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 1