Penyuluh Latih Diri, Super Philip Tunjukkan Produktivitas 17,4 Ton/Ha

Penyuluh BPP Abiansemal melatih keterampilan teknis sekaligus menambah kepercayaan diri sebelum mendampingi petani di lapangan.Fokus budidaya bawang merah varietas Super Philip, juga menekankan pengendalian hama ramah lingkungan lewat pemanfaatan refugia bunga gumitir yang mampu menarik musuh alami hama sekaligus menekan serangan nematoda. Di laboratorium BPP itu, Super Philip membuktikan potensinya dengan hasil ubinan mencapai 15,6 kg, setara 17,4 ton per hektar.

Oct 4, 2025 - 06:49
 0  32
Penyuluh Latih Diri, Super Philip Tunjukkan Produktivitas 17,4 Ton/Ha

Penyuluh Latih Diri, Super Philip Tunjukkan Produktivitas 17,4 Ton/Ha

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Abiansemal melaksanakan kegiatan Materi Operasional Penyuluh (MOP) dengan fokus pada budidaya bawang merah varietas Super Philip yang dipadukan dengan penerapan tanaman refugia. Kegiatan ini dilakukan langsung di Laboratorium BPP Abiansemal dengan metode praktik lapangan berbasis panduan kerja praktis dan standar.

Dalam kegiatan ini, penyuluh pertanian tidak hanya diberikan teori, tetapi juga praktik budidaya agar nantinya lebih percaya diri saat menyampaikan penyuluhan kepada petani di lapangan. “Tujuan utama MOP ini adalah memperkuat kompetensi penyuluh sehingga pesan teknologi bisa lebih mudah dipahami petani,” ungkap Dewa Rai Parwata, S.P. Koordinator Penyuluh BPP Abiansemal.

Dewa Rai melaporkan, Varietas Super Philip sendiri memiliki keunggulan dari sisi produktivitas tinggi, adaptasi lingkungan yang baik, hasil umbi beragam, serta umur panen yang genjah. Dari hasil ubinan dalam praktik ini, diperoleh hasil 15,6 kg yang setelah dikonversi setara dengan 17,4 ton per hektar.

Selain teknik budidaya, MOP ini juga menekankan pada pengendalian hama ramah lingkungan melalui pemanfaatan refugia berupa bunga gumitir. Tanaman border ini memiliki fungsi ganda, yaitu menarik serangga predator sebagai musuh alami hama dan sekaligus mengusir nematoda perusak akar. Dengan demikian, sistem pertanian yang dihasilkan tidak hanya lebih produktif, tetapi juga berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Dr. I Wayan Wijana berharap, para penyuluh benar-benar mampu menyerap dan menginternalisasi ilmu yang diperoleh melalui kegiatan MOP ini. Dengan bekal tersebut, saat turun ke lapangan mereka akan tampil lebih percaya diri dalam mendampingi petani, sekaligus menjadi jembatan antara inovasi teknologi dengan praktik nyata di sawah dan kebun.

“Arah kita sudah jelas, bagaimana meningkatkan daya saing produk pertanian Badung, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan yang paling penting, membawa kesejahteraan bagi petani,” tandas Wijana

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung akan terus memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan serupa. Kami akan memperluas penerapan inovasi teknologi pertanian, membangun sinergi yang semakin kuat antara penyuluh, petani, dan pemerintah daerah. Karena kami percaya, pertanian yang produktif, ramah lingkungan, dan berdaya saing tinggi bukan hanya cita-cita, melainkan jalan bersama menuju masa depan yang lebih baik.

Kegiatan MOP ini diharapkan menjadi model pembelajaran praktis bagi penyuluh pertanian lapangan (PPL), sehingga mereka dapat lebih siap mengadopsi dan menyebarluaskan inovasi teknologi kepada petani, khususnya dalam budidaya bawang merah unggul yang ramah lingkungan.

Kontributor DPD Perhiptani Kabupaten Badung

What's Your Reaction?

Like Like 1
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0