“Penyuluh Muda Suntik Energi Baru BPP Ubud”

Kehadiran para penyuluh muda membuat aktivitas pendampingan petani kembali bergairah. Bersama penyuluh senior, mereka kini kian intens turun ke sawah memantau pertanaman sekaligus mengevaluasi hasil panen.

Mar 12, 2026 - 04:32
Mar 12, 2026 - 04:35
 0  51
“Penyuluh Muda Suntik Energi Baru  BPP Ubud”

“Penyuluh Muda Suntik Energi Baru BPP Ubud”

Kehadiran penyuluh muda menambah energi baru di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Ubud, Kabupaten Gianyar. Aktivitas pendampingan petani yang sebelumnya berjalan terbatas kini kembali bergairah.

Bersama penyuluh senior, para tenaga muda tersebut kini semakin intens turun ke sawah menyatukan pertanaman, mulai dari monitoring hingga evaluasi hasil panen.

Koordinator BPP Ubud I Made Suadi, SP mengakui kehadiran tenaga muda memberi warna baru dalam kegiatan penyuluhan. Pendampingan kepada petani kini berjalan lebih aktif dan terkoordinasi.

Selain melakukan pelatihan di wilayah binaan masing-masing, para penyuluh juga kompak turun bersama melakukan ubinan mandiri untuk mengetahui secara langsung potensi hasil produksi padi petani.

“Pendampingan terus kami perkuat, termasuk melalui ubinan mandiri agar petani mengetahui secara pasti potensi hasil panennya,” ujar Suadi.

Salah satu kegiatan ubinan dilakukan di Subak Dlod Teges, Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud. Di lahan seluas 28 adalah milik petani Nyoman Yudi yang ditanami varietas Inpari 32, rata-rata jumlah anakan tercatat 25,6. Hasil ubinan mencapai 4,30 kilogram dengan estimasi produktivitas sekitar 68,8 kuintal per hektare.

Kegiatan serupa juga dilakukan di Subak Pangkung, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, di lahan seluas 18 milik I Made Pasek Parwate. Lahan yang ditanami varietas Cigelis itu mencatat rata-rata jumlah anakan 18 dengan hasil ubinan 3,720 kilogram atau estimasi produktivitas 59,52 kuintal per hektare.

Namun kemampuan tersebut dinilai belum maksimal. Pasalnya, tanaman padi di kedua lokasi masih mendapat tekanan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) seperti tikus dan penyakit kresek yang berpotensi menurunkan hasil panen.

Suadi menambahkan, dibandingkan beberapa tahun sebelumnya yang jumlah penyuluhnya terbatas, kini BPP Ubud diperkuat tenaga muda, yakni Putu Eka Suwarjana, S.TP., I Gede Agus Sumantra, STP, Kadek Ari Dewi Wahyuni, SP, dan Dewi Nur Khofifah Bisri, S.Pt, bersama penyuluh senior I Made Suarna, SP

Penambahan personel tersebut, kata dia, tak lepas dari peran Kelsi Provinsi Bali bersama Katimker Kabupaten Gianyar yang mencermati komposisi ketenagakerjaan serta pemerataan penyuluh di setiap BPP. Dengan formasi baru ini, kekuatan pendampingan petani di wilayah Ubud pun semakin solid.

Dengan kombinasi pengalaman penyuluh senior dan energi tenaga muda, kegiatan pelatihan hingga monitoring pertanaman kini dapat dilakukan lebih intens.

“Dengan tim yang semakin lengkap, kami optimistis pendampingan kepada petani bisa lebih maksimal sehingga produktivitas pertanian di wilayah Ubud terus meningkat,” tandasnya. (JikWid-Suryadi)

What's Your Reaction?

Like Like 4
Dislike Dislike 0
Love Love 2
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0