PERHIPTANI–Agridesa Kolaborasi di BPP Marga, Perkuat Kakao dan Hortikultura Bali Tembus Pasar Global
Harapan baru bagi petani Bali mengemuka di BPP Marga, Jumat (13/2). Kemitraan PERHIPTANI Bali dan PT Agridesa digagas untuk mendongkrak produktivitas, kualitas, serta akses pasar komoditas kakao dan hortikultura.
PERHIPTANI–Agridesa Kolaborasi di BPP Marga, Perkuat Kakao dan Hortikultura Bali Tembus Pasar Global
Penguatan sektor pertanian Bali terus digencarkan. PERHIPTANI Bali resmi menjalin kemitraan strategi dengan PT Agridesa dalam kegiatan yang diadakan di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Marga pada Jumat (13/2).
Kolaborasi ini tidak hanya menyasar komoditas kakao, tetapi juga hortikultura sebagai bagian dari upaya peningkatan produktivitas, kualitas, serta akses pasar bagi petani di Bali. Sinergi tersebut mencakup jajaran pengurus DPW PERHIPTANI Bali, penyuluh pertanian, serta kelompok tani binaan.
Ketua DPW PERHIPTAN Bali, Ir. I Wayan Alit Artha Wiguna, M.Si., menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat sektor pertanian dari hulu hingga hilir.
“Petani kita harus naik kelas. Tidak cukup hanya meningkatkan produksi, tetapi juga kualitas, kontinuitas, dan daya saing. Kolaborasi ini menjadi strategi agar komoditas Bali, baik kakao maupun hortikultura, memiliki standar yang jelas, sistem transparan, dan akses pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Ia menambahkan, transformasi pertanian berbasis inovasi dan digitalisasi menjadi kebutuhan yang mendesak di tengah kebutuhan pasar global yang semakin kompetitif.
Senada dengan itu, Ketua Harian DPW PERHIPTANI Bali, I Ketut Arya Sudiadnyana, SP, M.Agb., menegaskan bahwa penyuluh pertanian merupakan garda terdepan pembangunan pertanian.
“Penyuluh ada di setiap kecamatan. Mereka paham dan tahu betul potensi wilayah kerja binaannya serta karakteristik petani yang didampingi. Oleh karena itu, penyuluh menjadi kunci agar setiap program kemitraan dan inovasi dapat berjalan efektif di lapangan,” tegasnya.
Sementara itu, Founder PT Agridesa, Kristian Harahap, menjelaskan bahwa Agridesa merupakan pemberdayaan digital sekaligus pendamping teknis (agronomi) yang menghubungkan petani kecil dengan pasar. Berdiri sejak tahun 2022, perusahaan ini fokus pada pendampingan budidaya hingga pascapanen serta membuka akses pasar yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Dalam sesi pendampingan, peserta diberikan pemahaman bahwa kualitas produk pertanian tidak hanya ditentukan saat panen atau pengolahan, tetapi dimulai sejak pemilihan bibit, teknik budidaya, hingga penanganan pascapanen. Pada komoditas kakao, misalnya, proses fermentasi menjadi tahap krusial yang menentukan profil rasa (flavor) agar layak menembus pasar internasional.
Menjawab tuntutan transparansi pasar modern, Agridesa juga memperkenalkan aplikasi digital dengan fitur traceability (ketelusuran). Melalui sistem ini, setiap produk dapat dilacak asal-usulnya, mulai dari profil petani dan lokasi lahan, catatan budidaya, hingga proses pengolahan sesuai standar keamanan pangan. Sistem tersebut diyakini mampu meningkatkan kepercayaan pembeli sekaligus mendongkrak nilai jual produk.
Salah satu peserta, Darmika, menanyakan manfaat konkret bagi petani jika kelompok menjalin kerja sama dengan Agridesa. Menjawab hal tersebut, pihak Agridesa menegaskan bahwa kemitraan tidak hanya memberikan pendampingan teknis, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih stabil, peningkatan kualitas produk, serta potensi harga jual yang lebih kompetitif.
Sejak tahun 2024, Agridesa telah mendampingi dua kelompok pertanian di Tabanan, yakni Kelompok Mekar Jaya di Desa Berembeng, Kecamatan Selemadeg, serta Subak Abian Taman Sari di Desa Mundeh, Kecamatan Selemadeg Barat.
Kemitraan ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara penyuluh, pelaku usaha, dan petani dalam memasarkan komoditas unggulan Bali, termasuk kakao dan hortikultura, naik kelas serta mampu bersaing di pasar global.
Koresponden : Ratna-Rahma DPD Perhiptani Kabupaten Tabanan
Editor: Widianta
What's Your Reaction?
Like
6
Dislike
0
Love
1
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0