Petani Subak Tungkub Panen Jagung 6,1 Ton per Hektare
Panen jagung di Subak Tungkub bukan sekadar hasil pertanian, tetapi simbol keberhasilan sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah Kabupaten Badung dalam mewujudkan pertanian tangguh dan berdaya saing.
Petani Subak Tungkub Panen Jagung 6,1 Ton per Hektare
Suasana di areal pertanian Subak Tungkub, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, tampak semarak. Barisan petani bersama jajaran penyuluh dan pejabat pemerintah daerah berkumpul di tengah hamparan jagung yang siap panen.
Momentum panen jagung pada Jumat (10/10/2025) menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian. Kegiatan panen bersama ini merupakan bagian dari program bantuan Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan, yang menyalurkan dukungan berupa sarana produksi pertanian (saprodi) kepada petani di lahan seluas 5 hektare. Bantuan tersebut meliputi benih jagung varietas NK 212, pembenah tanah, pupuk organik, serta pupuk Urea dan NPK.
Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat, produktivitas jagung mencapai 6,1 ton per hektare jagung pipilan setelah konversi. Angka ini dinilai cukup tinggi dan menunjukkan hasil positif dari program pengembangan jagung di wilayah tersebut.
Panen kali ini turut hadir oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Dr. I Wayan Wijana, S.Sos., M.Si, yang mewakili Bupati Badung, serta pejabat lintas instansi seperti Wakapolres Badung, Camat Mengwi, Ketua Komisi II DPRD Badung, BRMP Bali, Perumda Mangu Giri Sedana, dan penyuluh pertanian se-Kecamatan Mengwi.
I Wayan Wijana menyampaikan penghargaan kepada para petani yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan baik serta berterima kasih atas pendampingan intensif dari penyuluh lapanga. Mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif dalam mempercepat realisasi swasembada pangan, tidak hanya dalam aspek budidaya, tetapi juga panen dan pemasaran hasil pertanian.
Dukungan program pengembangan jagung juga datang dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kabupaten Badung, Dewa Rai Parwata, SP . , mengatakan, organisasi penyuluh pertanian ini akan terus hadir di tengah-tengah petani sebagai mitra kerja pemerintah daerah dalam mengawal pelaksanaan program pembangunan pertanian di lapangan.
Salah satu petani Subak Tungkub Mengwi, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas keberhasilan panen jagung kali ini. Hal ini merupakan bukti nyata dari sinergi antara petani, penyuluh, dan dukungan penuh pemerintah daerah.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan pendampingan dari Dinas Pertanian serta penyuluh lapangan. Tanpa dukungan tersebut, hasil panen sebesar ini sulit kami capai,” ujar Pekaseh Subak Tungkub.
Dengan pengelolaan yang baik dan pendampingan dari penyuluh pertanian lapangan (PPL), kegiatan ini tidak hanya menghasilkan panen yang melimpah, tetapi juga secara ekonomi memberikan keuntungan yang signifikan bagi petani.
Gambaran sederhana Usahatani Jagung per Hektare
- Produksi: 6.100 kg pipilan kering
- Harga jual rata-rata: Rp6.200 per kg
- Nilai produksi: 6.100 kg × Rp6.200 = Rp37.820.000
- Total biaya produksi:
- Saprodi (benih, pupuk, spesifik) = Rp5.150.000
- Tenaga kerja = Rp1.450.000
- Biaya lain-lain (transportasi, panen, perawatan) = Rp1.103.000
- Total = Rp7.013.000
- Pendapatan bersih (keuntungan): Rp37.820.000 – Rp7.013.000 = Rp30.807.000
Koresponden Tude Darmawan DPD Perhiptani Kabupaten Badung
What's Your Reaction?
Like
1
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0