SRY Agung Perkasa, Jakarin Tetap Tangguh!
Di tangan petani muda Bangli, dua varietas jagung nasional saling unjuk gigi. SRY Agung tetap Perkasa, Jakarin tetap tangguh tak kehilangan daya tahan. Seperti apa?
SRY Agung Perkasa, Jakarin Tetap Tangguh!
Pertarungan dua varietas jagung unggulan tersaji di Subak Abian Landih, Desa Landih, Kecamatan Bangli. Dalam uji ketangguhan petani milenial Komang Alit Suardana, jagung hibrida SRY Agung 919 melesat tetap perkasa dengan performa panen yang mengesankan. Sementara itu, varietas Jakarin tetap tangguh menunjukkan karakter sejatinya sebagai komposit jagung yang handal di lahan kering.
Perubahan cara pandang petani yang kini tak lagi sekedar mengejar hasil produksi, tetapi juga berorientasi pada keuntungan, menjadi latar lahirnya inovasi di kalangan petani muda Bangli. Komang Alit, petani binaan PPL Ni Wayan Wahyuniari, SP, dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bangli , menjadi salah satu contoh nyata. Ia berani melakukan “adu ketangguhan” dua varietas jagung unggulan nasional untuk membuktikan varietas mana yang paling adaptif, produktif, dan menguntungkan di lahan kering pegunungan Bangli.
Dua varietas yang diadu memiliki karakter unggulan masing-masing. Jagung Jakarin , varietas komposit hasil rilis Kementerian Pertanian tahun 2019, dikenal memiliki pertumbuhan cepat, toleran terhadap kekeringan, dan mampu berproduksi baik meski dengan pemupukan rendah. Varietas ini juga tahan terhadap beberapa penyakit utama, sehingga cocok untuk lahan kering dan bisa dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak maupun konsumsi muda.
Sementara itu, jagung hibrida SRY Agung 919 berdaya hasil tinggi tampil lebih agresif. Dikenal adaptif terhadap berbagai kondisi lahan di Indonesia, varietas ini memiliki ketahanan yang kuat terhadap penyakit seperti bulai, hawar daun, karat daun, hingga busuk batang. Kombinasi vigor tanaman yang kuat dan potensi hasil tinggi menjadikan SRY Agung 919 sebagai Andalan baru bagi petani yang ingin meningkatkan produktivitas di tengah tantangan iklim ekstrem.
Sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan lokal, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BPMP) Bali menyalurkan 50 kilogram benih jagung varietas Jakarin kepada petani Subak Abian Landih . Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong diversifikasi pangan di dataran tinggi , serta menanamkan semangat pertanian modern berbasis inovasi dan efisiensi.
Uji lapangan dimulai 9 Juli 2025 di lahan Subak Abian Landih. Jagung Jakarin ditanam di lahan seluas 0,6 hektar, sementara SRY Agung menempati lahan seluas 0,7 hektar. Pengambilan ubinan dilakukan Senin (8/12), disaksikan langsung oleh jajaran Muspika Kecamatan Bangli, mulai dari Kapolsek Bangli, Danramil, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga para PPL se-Kecamatan dan Kabupaten Bangli.
Dengan perlakuan pemupukan yang sama 50 kilogram Urea dan 25 kilogram NPK hasilnya menunjukkan perbedaan yang signifikan. SRY Agung 919 tampil perkasa dengan 24 rumpun menghasilkan 52 tongkol, sedangkan Jakarin mencatat 16 rumpun dan 32 tongkol. Berat panen SRY Agung mencapai 9,7 kilogram atau setara dengan 15,52 ton per hektare. Sementara itu, Jakarin menghasilkan 6.165 kilogram atau sekitar 9,86 ton per hektare.
Meski kalah dari sisi produktivitas, hasil Jakarin tetap patut diapresiasi karena masih sesuai dengan potensi hasil varietas komposit nasional, yaitu 8–12 ton per hektare. Sementara pencapaian SRY Agung 919 sesuai potensi hasil varietas hibrida yang umumnya berkisar 13 ton per hektar.
Wahyuniari, tak kuasa menahan rasa syukur atas hasil kerja keras petani binaannya.
“Hari ini bukan sekedar soal hasil panen, tapi tentang keberanian petani untuk mencoba hal baru. Saya bersyukur karena petani binaan mau berubah dari cara berpikir, bertindak, hingga mengelola usaha tani. Semua berawal dari perubahan Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap (PKS) yang menjadi dasar pertanian maju dan berkelanjutan,” sambil mengumbar senyum bangga.
Senada dengan itu, Koordinator BPP Bangli I Wayan Widnyana, S.Pt., M.Si., memberikan apresiasi atas dedikasi petani muda dan penyuluh lapangan di Desa Landih.
“Kami bangga kepada Komang Alit Suardana yang berani berinovasi, dan juga kepada PPL yang terus mendampingi petani di tengah keterbatasan. Semangat mereka menggerakkan petani agar tahu, mau, dan mampu berubah adalah inspirasi bagi kami semua. Inilah wajah baru pertanian Bangli yang tangguh, cerdas, dan penuh semangat,” tegasnya.
Koresponden Atmika DPD Perhiptani Bangli
What's Your Reaction?
Like
9
Dislike
0
Love
2
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0