TERUSLAH BERINOVASI, AGAR HIDUP KITA LAYAK

Kisah inspiratif Dewa Putu Arta Jaya, lulusan Jepang yang memilih jadi petani milenial sukses di Buleleng, Bali. Terapkan smart farming & raih omset ratusan juta dari durian, manggis, alpukat.

Aug 4, 2025 - 20:29
Aug 28, 2025 - 10:46
 0  14
TERUSLAH BERINOVASI, AGAR HIDUP KITA LAYAK

Di era digital, tidak sedikit kaum milenial lebih tertarik memilih bekerja di perkantoran. Bahkan, terjun ke industri digital dirasa cukup menjanjikan. Berpakaian necis duduk manis atau menjadi seorang vlogger. Dunia pertanian, jarang dilirik generasi muda. Pasalnya, dianggap tidak “gaul” dan terkesan kampungan.

Berbeda pandang dengan anak muda yang satu ini. Dewa Putu Arta Jaya, S.P.,M.P.,M.Agr usai menuntut ilmu Master of Agriculture di Negeri Sakura (Jepang) justru memilih berkarir sebagai petani. Hasil pertanian merupakan kebutuhan primer bagi manusia untuk bertahan hidup. Seperti beras, sayuran, buah dan produk pertanian lainnya. “Apabila dikelola dengan baik dan terus berinovasi maka hasil pertanian bisa memberikan pendapatan yang baik sehingga hidup kita layak,” kata  Dewa Arta.

Sebelum sepenuhnya menjadi petani, anak muda asal Buleleng ini menamatkan pendidikan di SMKN 1 Singaraja. Jurusan yang dipilih, manajemen dan bisnis dengan fokus pada akuntansi. Berkat prestasi akademisnya, ia berhasil mendapatkan beasiswa melanjutkan studi sebagai mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Di kampus, Dewa Arta aktif berorganisasi di Lembaga Pers Mahasiswa dan di Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Berbagai kegiatan kampus dilakoni dengan serius.  Dewa Arta pun mampu menyelesaikan studinya tepat waktu dan menjadi lulusan terbaik program studi Agribisnis tahun 2016. Sebagai bagian dari generasi muda yang peduli dengan sektor pertanian, Dewa Arta melanjutkan studi ke jenjang magister pertanian melalui program double degree di Universitas Udayana dan Ibaraki University di Jepang, dan lulus dengan gelar Magister of Agriculture pada tahun 2019.

Di Desa Banyuseri Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng, fokus utama Dewa Arta adalah pada tanaman buah durian, manggis, dan alpukat. Ia menerapkan metode multi kroping dan bertumpang sari, dimana tanaman seperti durian, pepaya, cabai, dan bayam ditanam dengan jarak tanam yang diatur sedemikian rupa sehingga dapat tumbuh dalam satu hamparan lahan yang sama tanpa saling merugikan.

“Metode ini bahkan saling mendukung satu sama lain dengan prinsip manajemen pertanian terintegrasi, presisi, dan pertanian pintar atau smartfarming. Pendekatan ini tetap memperhatikan keberlanjutan dari sisi ekonomi dan lingkungan yang ramah,” tutur Dewa Arta

Dewa Arta mengaku, omset total usaha selama 1 tahun ada antara 500 - 750 juta di tahun 2023. Itu usaha keseluruhan dari jual beli mangga durian dan cengkeh, kalau kebunnya saja omsetnya baru 450 jt aan setahun.

Saat ini, Dewa Arta adalah seorang ahli pertanian dan konsultan yang membantu beberapa petani dan perusahaan pertanian. Mendirikan sebuah wadah usaha yang diberi nama “Bali Local Farmer”. Usaha ini memperoleh pendanaan dari Program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) pada tahun 2020. Usahanya terus berkembang dan mendampingi beberapa petani untuk memanajemen lahan pertaniannya yang kurang produktif.

Dewa Arta berupaya menarik minat sebanyak mungkin anak muda. Sektor pertanian merupakan bidang usaha yang layak dan mampu mensejahterakan. Pertanian pintar, pertanian presisi, serta pertanian berbiaya rendah melalui sistem pertanian terintegrasi dan berkelanjutan serta ramah lingkungan. Salah satu langkah konkret yang dilakukannya adalah penggunaan agensia hayati dan bahan organik dalam pemupukan serta pengendalian hama penyakit. (dewi)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0