Agri Mitra Bukti Nyata Petani Gianyar Kian Mandiri
Di tengah hamparan hijau Subak Dauh Uma Ulu, petani Gianyar menatap musim tanam dengan keyakinan baru. Program Agri Mitra hadir bukan sekadar membawa pupuk dan benih, tapi membawa pengetahuan, kolaborasi, dan semangat mandiri.
Agri Mitra Bukti Nyata Petani Gianyar Kian Mandiri
Program Agri Mitra kolaborasi Perhiptani dan Pupuk Indonesia terbukti membawa dampak positif bagi petani di Kabupaten Gianyar. Melalui lima demplot kemandirian benih yang dikembangkan DPD Perhiptani Gianyar, produktivitas pertanian meningkat signifikan. Salah satunya di Subak Dauh Uma Ulu, Sukawati, di mana pertumbuhan tanaman menunjukkan performa unggul dan seragam. Program ini menjadi langkah nyata menuju kemandirian petani sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Dari lima demplot tersebut, tiga telah selesai panen dengan produktivitas di atas rata-rata. Dua demplot lainnya masih berjalan, masing-masing berlokasi di wilayah BPP Sukawati dan BPP Blahbatuh.
Untuk wilayah BPP Sukawati, kegiatan demplot dilaksanakan di Subak Dauh Uma Ulu, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Penanaman dimulai pada pertengahan November lalu. Berdasarkan hasil pengamatan pekan lalu, dua petani pelaksana yakni I Made Daweg (luas 0,42 hektare) dan I Wayan Puja (luas 0,58 hektare) menunjukkan pertumbuhan tanaman yang menggembirakan. Pada umur 21 hari setelah tanam (HST), rata-rata jumlah anakan mencapai 21 batang dengan tinggi tanaman sekitar 36,8 sentimeter. Tanaman terlihat sehat dan seragam, menandakan potensi hasil panen yang baik.
I Made Daweg, salah satu petani pelaksana demplot, menyampaikan rasa syukur atas hasil yang mulai tampak.
“Program Agri Mitra ini benar-benar membantu kami, para petani. Dari pendampingan penyuluh sampai penerapan teknologi tanam, kami jadi lebih paham cara meningkatkan hasil. Tanaman terlihat lebih sehat dan pertumbuhannya merata. Kami optimistis hasil panen nanti akan lebih baik dari musim sebelumnya,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Balai Penyuluh pertanian (BPP) Kecamatan Sukawati, Poliadi, SP. menuturkan bahwa kegiatan demplot ini tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil panen, tetapi juga menumbuhkan kemandirian dan kemampuan petani dalam mengelola benih serta menerapkan teknologi pertanian modern.
“Demplot ini menjadi ajang belajar langsung bagi petani. Mereka tidak hanya melihat hasil, tapi juga memahami proses. Kami mendampingi dari awal penanaman hingga panen, agar setiap langkah bisa menjadi pengalaman dan pengetahuan baru yang bisa diterapkan di lahan masing-masing,” jelas Poliadi.
Adapun Plt. Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Ni Kadek Sintya Dewi, SP., mengapresiasi sinergi antara penyuluh, petani, dan Pupuk Indonesia yang terus berkomitmen mendukung ketahanan pangan nasional.
“Program Agri Mitra ini menjadi contoh nyata kemitraan strategis yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan petani Gianyar semakin mandiri dan produktif, sejalan dengan arah kebijakan nasional tentang kedaulatan pangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Inovasi dan Teknologi DPW Perhiptani Bali, I Dewa Nyoman Darmayasa, SP., MP., saat dihubingi secara terpisah menegaskan bahwa program demplot Agri Mitra bukan sekadar kegiatan uji coba teknologi pertanian, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kolaborasi nyata antara petani, penyuluh, dan pemangku kepentingan lainnya di lapangan.
“Program demplot Agri Mitra ini tidak hanya menjadi wadah inovasi teknologi pertanian, tetapi juga memperkuat jejaring kemitraan di tingkat akar rumput. Melalui sinergi inilah, kita dapat mempercepat transfer teknologi, meningkatkan efisiensi budidaya, sekaligus membangun kemandirian petani dari bawah,” ujarnya ditengah kesibukan memastika rekan-rekan sejawat tidak ada kendala dalam proses pengalihan Penyuluh daerah ke Pusat di Kabupaten Jembrana.
Dewa Darmayasa menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan semangat Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional berbasis pemberdayaan petani.
“Pemberdayaan petani adalah kunci utama menuju ketahanan pangan berkelanjutan. Ketika petani kuat secara pengetahuan, teknologi, dan jejaring, maka kedaulatan pangan bangsa akan tercapai,” tandasnya.
Program Agri Mitra menjadi bentuk nyata komitmen bersama dalam membangun pertanian yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan. Dari Gianyar, semangat inovasi dan gotong royong ini diharapkan menular ke berbagai daerah lain di Indonesia.
Koresponden Krisna DPD Perhiptani Gianyar
What's Your Reaction?
Like
5
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0