Agri Mitra: Penyuluh Jembrana Tancap Gas Uji Inovasi Pupuk
Demplot diposisikan bukan sekadar uji teknologi pupuk, tetapi kerja nyata penyuluh dalam membuktikan inovasi agar mudah diadopsi petani.
Agri Mitra:
Penyuluh Jembrana Tancap Gas Uji Inovasi Pupuk
Peran penyuluh pertanian sebagai motor inovasi kembali ditunjukkan Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Provinsi Bali. Mengawali tahun ini, DPD Perhiptani Jembrana, menggandeng PT Pupuk Indonesia melaksanakan demplot Agri Mitra di lahan sawah milik petani di Kabupaten Jembrana.
Demplot seluas 40 are tersebut berlokasi di Subak Yehanakan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, di lahan milik I Gede Mei Suparmita. Melalui kegiatan ini, penyuluh tidak hanya menyampaikan rekomendasi, tetapi membuktikan langsung di lapangan efektivitas teknologi budidaya yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
Pada petakan perlakuan, tim Perhiptani Jembrana bersama PT Pupuk Indonesia menerapkan paket pemupukan terintegrasi yang dikombinasikan dengan asam humat, asam amino, dan biourine. Ramuan tersebut merupakan inovasi Tanitech Perhiptani Jembrana. Sebagai pembanding, petakan kontrol tetap menggunakan pola budidaya konvensional sesuai kebiasaan petani setempat.
Sejak awal tanam, penyuluh melakukan pendampingan intensif sekaligus pengamatan rutin terhadap sejumlah parameter penting, mulai dari tinggi tanaman, jumlah anakan, hingga perkembangan organisme pengganggu tanaman (OPT).
Hasil pengamatan sementara pada minggu ketiga menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan. Rata-rata tinggi tanaman pada petakan perlakuan mencapai 65,5 sentimeter, lebih tinggi dibandingkan petakan konvensional yang berada di kisaran 61,4 sentimeter. Jumlah anakan pada petakan perlakuan juga lebih banyak, rata-rata 19,2 anakan per rumpun, sedangkan petakan konvensional hanya 14,8 anakan.
Dari sisi OPT, hingga minggu ketiga petakan perlakuan belum ditemukan serangan hama. Sementara pada petakan konvensional mulai terdeteksi populasi hama meski masih dalam kategori rendah, yakni wereng batang cokelat dan hama putih palsu.
Ketua DPD Perhiptani Jembrana, I Dewa Nyoman Darmayasa, S.P., M.P., menegaskan bahwa demplot ini merupakan bagian dari strategi penyuluh untuk mendorong adopsi inovasi berbasis bukti di tingkat petani.
“Penyuluh tidak cukup hanya memberi anjuran. Kami ingin menghadirkan bukti di lapangan, agar petani yakin dan mau mengadopsi teknologi secara mandiri,” ujarnya.
Kepala BPP Negara, I Made Suarnawa, S.ST., menilai demplot ini memperkuat fungsi penyuluh sebagai penggerak pertanian berkelanjutan. “Data awalnya positif dan bisa menjadi dasar penguatan rekomendasi penyuluhan di wilayah kami,” katanya.
Pemilik lahan, I Gede Mei Suparmita, mengaku merasakan langsung dampak pendampingan penyuluh dan teknologi yang diterapkan. “Tanaman terlihat lebih segar dan seragam sejak awal. Saya jadi lebih percaya dengan teknologi yang didampingi langsung oleh penyuluh,” ungkapnya.
Demplot Agri Mitra ini akan terus dipantau hingga masa panen dan diharapkan menjadi rujukan bagi petani lain di Jembrana dalam menerapkan inovasi budidaya yang lebih efektif dan ramah lingkungan.
Koresponden : Dewa Darmayasa DPD Perhiptani Jembrana
Editor : Widianta
What's Your Reaction?
Like
1
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0