“Akhir Tahun, BPP Pupuan Gaungkan Pertanian Ramah Lingkungan”
Langkah kecil dari Pupuan untuk masa depan pertanian Tabanan yang semakin maju dan ramah lingkungan. Melalui kegiatan Bimtek, para penyuluh dan pekaseh diajak belajar langsung praktik pembuatan pupuk organik, biourine, dan biochar.
“Akhir Tahun, BPP Pupuan Gaungkan Pertanian Ramah Lingkungan”
Menutup akhir tahun 2025, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pupuan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pertanian Ramah Lingkungan sebagai upaya mendorong penerapan praktik pertanian berkelanjutan di kalangan petani. Melalui kegiatan ini, para penyuluh pertanian swadaya dan pekaseh di wilayah setempat mendapatkan peningkatan pengetahuan serta keterampilan dalam mengelola lahan secara lebih efisien dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan melalui BPP Pupuan sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sistem pertanian hijau yang produktif dan berkelanjutan.
Bimtek tersebut merupakan bagian dari program yang dilaksanakan di sepuluh BPP di Kabupaten Tabanan, dan hingga saat ini telah terlaksana di lima lokasi. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan awareness, pengetahuan, sikap, dan perilaku petani terhadap pentingnya pertanian ramah lingkungan.
Beragam materi disampaikan oleh narasumber berpengalaman. Di antaranya I Made Sandi atau yang akrab disapa Kadek Melon, praktisi pertanian organik dari Baturiti, yang membawakan materi mengenai pembuatan dan aplikasi pupuk biourine.
Dalam kesempatan itu, Kadek Melon menegaskan pentingnya perubahan cara pandang petani terhadap pengelolaan lahan.
“Pertanian ramah lingkungan bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan agar tanah tetap subur dan hasil pertanian berkelanjutan. Dengan memanfaatkan bahan alami seperti biourine dan mikroba lokal, petani bisa menekan biaya sekaligus menjaga kesehatan tanah dan tanaman,” ujarnya.
Ia berharap para peserta bimtek dapat menjadi contoh bagi petani lain di wilayahnya untuk menerapkan praktik pertanian organik secara konsisten.
Sementara itu, I Wayan Yusa dari Subak Jaka memberikan penjelasan tentang pembuatan dan pemanfaatan pupuk organik padat, sedangkan I Gusti Yudiatmika memaparkan pembuatan serta penggunaan sistem irigasi tetes untuk meningkatkan efisiensi pemupukan organik.
Selain itu, Penyuluh Pertanian I Made Dharmika, SP turut memberikan materi tentang pembuatan mikroba sederhana dan pemanfaatannya untuk membuat pupuk cair dari rendaman sampah organik. Mikroba tersebut juga dapat dikombinasikan dengan arang untuk menghasilkan biochar, yang berperan penting dalam meningkatkan kesuburan tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.
Menariknya, kegiatan bimtek ini tidak hanya bersifat teoritis. Para peserta juga diajak praktik langsung di halaman BPP Pupuan, seperti pembuatan pupuk biourine, pengolahan pupuk organik padat, hingga pembuatan mikroba dan biochar. Melalui praktik ini, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara langsung di lahan masing-masing.
Salah satu peserta, I Wayan Hediarsa, penyuluh swadaya dari Desa Pajahan, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan bimtek tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru sekaligus keterampilan praktis. Kami bisa langsung mempraktikkan cara membuat pupuk organik dan mengolah limbah pertanian menjadi bahan yang berguna,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, BPP Pupuan berharap semakin banyak petani di Tabanan yang menerapkan pertanian ramah lingkungan, guna mewujudkan sektor pertanian yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Koresponden Dharmika DPD Perhiptani Tabanan
Editor : Jikwid
What's Your Reaction?
Like
2
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0