Dari Bogor ke Tanah "Kaili", Tak Pernah Lelah Berbagi Ilmu
Di kalangan penyuluh BRMP, nama R. Dani Medionovianto lekat dengan dedikasi dan ketulusan. Dari Bogor hingga Sulawesi, ia menapaki jalan pengabdian dengan hati yang tak pernah lelah berbagi ilmu.
R.Dani Medionovianto, S.Pt., M.A.P:
Dari Bogor ke Tanah "Kaili" , Tak Pernah Lelah Berbagi Ilmu
Lahir di Kota Hujan pada tahun 1969, Raden Dani Medionovianto tumbuh dalam perpaduan budaya yang unik. Ayahnya berasal dari Madura, sementara sang ibu asli Bogor, Jawa Barat. Campuran dua kultur itu membentuk karakter Dani muda yang tegas hangat, disiplin namun tetap membumi.
Sejak kecil, Dani sudah akrab dengan dunia pertanian dan peternakan. Setelah menamatkan pendidikan di Sekolah Peternakan Menengah Atas (SNAKMA) Bogor pada tahun 1988, ia sempat meniti karir di PT Primaco Indonesia perusahaan pemasok primata untuk kepentingan penelitian ilmiah. Meski menarik, dunia itu tak lama digelutinya. “Saya merasa panggilan hati saya bukan di laboratorium, tapi di lapangan bersama masyarakat,” kenangnya.
Tahun 1989 menjadi titik balik. Dani mendapat kesepakatan bergabung dalam proyek IFAD di Sulawesi Tengah program bantuan ternak sapi dari Presiden. Dari sanalah perjalanan panjang di dunia penyuluhan dimulai. Tak sekadar bekerja di proyek, Dani pun mengikuti ujian CPNS dan resmi diangkat menjadi ASN di Kantor Wilayah Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah pada Februari 1990.
Berkarier dari bawah, Dani mengabdi di bidang Pembangunan Pertanian, khususnya di Seksi Penyuluhan Pertanian. Kehausannya akan ilmu tak pernah padam. Ia melanjutkan pendidikan di Akademi Penyuluhan Pertanian (APP) Malang pada tahun 1992–1995, kemudian menuntaskan studi S1 di Universitas Tadulako pada tahun 2000.
Perjalanan karirnya terus menanjak. Pernah menjabat sebagai Pimbagro hingga tahun 2002, Dani kemudian dimutasi ke Bogor pada tahun 2003, bergabung di Balai Diklat Peternakan dan Kesehatan Hewan. Dua tahun berselang, ia berkesempatan menimba ilmu di Georg-August Universität Göttingen, Jerman. “Belajar di luar negeri membuka cakrawala baru tentang bagaimana teknologi bisa menjadi mitra utama petani,” ujarnya.
Kepulangannya ke Tanah Air , ia bergabung ke Badan Litbang Pertanian pada tahun 2006. Pada tahun 2008 , ia resmi masuk ke jabatan funsional Penyuluh Pertanian Pertama . Dedikasinya tak berhenti di situ. Tahun 2019, ia meraih gelar Magister Administrasi Publik (M.AP), sekaligus memperkuat komitmennya dalam membangun sistem penyuluhan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kini, Dani menjabat sebagai Ketua Kelompok Substansi Program dan Evaluasi di BRMP Perkebunan. Fokus utamanya terletak pada transformasi digital di bidang penyuluhan pertanian, mendorong pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam meningkatkan kualitas layanan penyuluh.
Selain sebagai pejabat struktural, Dani juga dikenal aktif di dunia akademik. Ia kerap menjadi dosen praktisi dan narasumber kuliah umum di berbagai universitas, seperti Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Sebelas Maret (UNS), hingga Universitas Jember.
“Penyuluhan di masa depan bukan hanya soal turun ke sawah, tapi juga bagaimana kita bisa hadir melalui layar memberdayakan petani dengan ilmu, teknologi, dan semangat inovasi,” tutur Dani penuh keyakinan.
Dengan perjalanan panjang pulau melintasi dan melintasi generasi, sosok R. Dani Medionovianto , S.Pt., MAP adalah cermin nyata dari pengabdian tanpa batas seorang penyuluh yang menjadikan ilmu, pengalaman, dan teknologi sebagai ladang pengabdian abadi untuk negeri. (OmwiD)
What's Your Reaction?
Like
5
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0