Demi Petani, Penyuluh Terobos Terowongan Jebol

Ancaman gagal tanam memaksa penyuluh pertanian bersama Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung bergerak cepat, nekat menyusuri terowongan irigasi yang jebol demi menyelamatkan musim tanam petani.

Jan 27, 2026 - 00:02
 0  71
Demi Petani, Penyuluh Terobos Terowongan Jebol

Demi Petani, Penyuluh Terobos Terowongan Jebol

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Klungkung dalam beberapa waktu terakhir berdampak serius pada sektor pertanian. Krama Subak Sengkiding di Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, terancam gagal tanam setelah terowongan saluran irigasi sepanjang sekitar 200 meter di Desa Nyanglan jebol.

Jebolnya terowongan irigasi tersebut menyebabkan aliran air ke persawahan terputus total. Kondisi ini membuat petani di Subak Timuhun dan Subak Sengkiding terancam tidak dapat memulai musim tanam padi. Sedikitnya 26 hektare lahan sawah yang selama ini bergantung pada aliran irigasi tersebut kini kehilangan pasokan air, padahal sawah-sawah itu menjadi sumber penghidupan utama petani setempat.

Menyikapi situasi tersebut, para penyuluh pertanian bersama Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung dan petani bergerak cepat. Mereka turun langsung ke lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan sekaligus mencari langkah penanganan secepatnya agar musim tanam petani tidak terganggu.

Namun, upaya peninjauan lapangan tersebut bukan perkara mudah. Lokasi terowongan irigasi berada sekitar lima kilometer dari Desa Aan dan terletak di kawasan dengan medan ekstrem. Untuk mencapai titik jebol, tim harus melintasi jalur sempit dan menuruni lereng terjal di tebing Sungai Bubuh yang licin akibat hujan. Bahkan, pengecekan kerusakan mengharuskan tim menyusuri terowongan irigasi yang gelap dan sempit.

Memasuki area terowongan, tantangan yang dihadapi tim kian berat. Terowongan irigasi yang membelah perbukitan itu gelap, sempit, dan dipenuhi aliran air yang masih mengalir deras. Cahaya matahari nyaris tak menembus bagian dalam, sementara dinding terowongan tampak lembap dan licin akibat rembesan air hujan.

Kondisi tersebut membuat setiap langkah harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Risiko longsor sewaktu-waktu menghantui, terlebih intensitas hujan masih tinggi. Sirkulasi udara di dalam terowongan juga terbatas, menambah rasa cemas bagi tim yang melakukan pengecekan langsung ke titik jebol.

Ketua DPD Perhiptani Klungkung yang juga Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Banjarangkan, Surya Darma, mengakui rasa takut sempat muncul saat harus masuk dan menyusuri terowongan sepanjang sekitar 200 meter itu. Kekhawatiran akan keselamatan diri tak bisa dihindari, namun kondisi darurat petani memaksa langkah tetap diambil.

“Saya jujur sudah takut masuk. Di dalam gelap, oksigen terbatas, apalagi sekarang musim hujan. Ada rasa khawatir kalau tiba-tiba terjadi longsor,” ujarnya.

Meski demikian, Surya Darma bersama tim tetap melanjutkan peninjauan hingga ke titik kerusakan. Demi memastikan secara langsung kondisi terowongan irigasi yang menjadi urat nadi pengairan sawah petani, rasa takut itu dikesampingkan.

“Tapi demi petani, kami tetap maju. Ini tanggung jawab kami agar solusi bisa segera dilakukan,” tegasnya.

Peninjauan lapangan tersebut turut melibatkan jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, di antaranya Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) I Ketut Mana, Analis PSP I Ketut Budi Utama, Penyuluh Pertanian I Nyoman Sukariana, serta anggota subak dan para petani setempat. Kehadiran petani menjadi penting untuk memastikan dampak kerusakan irigasi benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

Dari hasil pengecekan sementara, kerusakan terowongan irigasi dinilai cukup serius dan membutuhkan penanganan segera. Hasil peninjauan ini akan menjadi dasar bagi Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung untuk menyusun langkah penanganan darurat agar aliran air ke persawahan bisa segera dipulihkan.

Bagi krama subak di Desa Aan, saluran irigasi bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi kehidupan. Terhentinya aliran air berarti tertundanya musim tanam, sekaligus ancaman terhadap penghasilan dan keberlanjutan hidup petani.

Karena itu, di tengah medan ekstrem, terowongan gelap, dan risiko longsor, keberanian para penyuluh dan petugas pertanian menyusuri lokasi kerusakan menjadi cerminan komitmen mereka. Sebuah langkah nekat yang diambil demi satu tujuan, memastikan sawah petani tetap bisa ditanami dan harapan panen tidak terputus. (jikwid)

What's Your Reaction?

Like Like 5
Dislike Dislike 0
Love Love 1
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0