Eco Grow, Bukti Anak Muda Palasari Bisa Jadi Petani Modern
Saat pandemi memaksa mereka pulang dan dirumahkan, para pemuda Dusun Palasari tidak memilih berdiam diri. Mereka justru menanam harapan baru. Dari kegelisahan itulah Eco Grow tumbuh.
Eco Grow, Bukti Anak Muda Palasari Bisa Jadi Petani Modern
Di tengah sunyinya Dusun Palasari saat pandemi melanda, sekelompok anak muda memilih untuk tidak menyerah. Ketika perkuliahan terhenti dan sebagian dari mereka dirumahkan, kebanyakan orang mungkin memilih menunggu keadaan membaik. Namun tidak bagi para pemuda ini.
“Kami waktu itu bingung. Kuliah berhenti, aktivitas dibatasi. Tapi kami berpikir, daripada diam, lebih baik mencoba sesuatu yang produktif,” ungkap Dominikus I Wayan Devanantha Mahavira, penggagas Kelompok Tani Milenial Palasari.
Dari kegelisahan itulah lahir Eco Grow.
Mereka memulai dengan sistem hidroponik. Bukan karena sedang tren semata, tetapi karena metode ini dinilai lebih mudah dipelajari dan cocok bagi pemula. Pakcoy menjadi tanaman pertama yang mereka uji coba. Hasilnya sukses.
“Waktu panen pertama, rasanya bangga sekali. Dari situ kami sadar, ternyata kami bisa,” kenang Dominikus.
Keberhasilan kecil itu menjadi pijakan besar. Atas rekomendasi Klian Dusun Palasari, kelompok ini mendapat bantuan Dana Gereja untuk mengembangkan instalasi hidroponik. Dukungan tersebut dimanfaatkan untuk memperluas sarana sekaligus memperkuat kerja tim.
Namun tantangan datang dari sisi pasar. Edukasi tentang sayuran hidroponik masih minim. Banyak warga belum terbiasa. Hasil panen pun lebih sering dibagikan kepada masyarakat dan panti asuhan di desa.
“Kami tidak melihat itu sebagai kerugian. Justru dari situ orang mulai tahu kualitas sayur hidroponik,” katanya.
Kini Eco Grow beranggotakan 20 orang, mayoritas pemuda Dusun Palasari. Selain hidroponik, sebagian anggota mengelola kakao di sekitar Bendungan Palasari. Ada pula yang menanam pisang dan kelapa. Diversifikasi itu membuat kelompok semakin solid secara ekonomi.
Memasuki 2025, langkah mereka semakin mantap. Eco Grow mendapat dukungan pemerintah melalui Dinas Pertanian Provinsi Bali dalam bentuk program Smart Farming. Bantuan tersebut menghadirkan greenhouse dengan sistem budidaya modern berbasis teknologi dan pencatatan data.
Bagi Eco Grow, ini bukan sekadar fasilitas.
“Kami tidak mau hanya jadi pengguna alat. Kami ingin paham cara kerjanya, supaya bisa menyesuaikan dengan kondisi lahan kami sendiri,” tegas Dominikus.
Di dalam greenhouse tersebut, mereka menanam 100 pohon tomat. Sistem irigasi terkontrol, manajemen nutrisi presisi, serta monitoring pertumbuhan tanaman menjadi bagian dari pembelajaran sehari-hari.
Koordinator BPP Kecamatan Melaya, I Gede Wirathama Bhaskara Putra, SP., mengapresiasi langkah berani generasi muda ini.
“Semangat belajar mereka luar biasa. Ini contoh nyata bahwa pertanian modern bisa menjadi pilihan masa depan bagi anak muda,” ujarnya.
DPD Perhiptani Jembrana juga terus memberikan pendampingan agar kapasitas sumber daya manusia semakin kuat. Pendekatan berbasis teknologi dan data dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing.
Panen perdana tomat dari greenhouse mencapai 40 kilogram. Memang belum maksimal, tetapi menjadi tonggak penting perjalanan mereka.
“Ini baru awal. Kami masih banyak belajar soal nutrisi, penyiraman, sampai SOP. Target kami kualitas meningkat dan harga bisa naik ke Rp15 ribu per kilogram,” jelas Dominikus optimistis.
Saat ini tomat dijual langsung ke konsumen dengan harga Rp10 ribu per kilogram. Dengan sistem yang semakin terstandar, Eco Grow yakin produktivitas dan kualitas akan terus membaik.
Di tangan anak-anak muda Palasari ini, pertanian bukan lagi identik dengan kerja keras tanpa teknologi. Ia berubah menjadi ruang inovasi, kolaborasi, dan pembelajaran.
Dari krisis lahir keberanian. Dari keterbatasan tumbuh kemandirian.
Eco Grow membuktikan bahwa anak muda desa tidak hanya bisa bermimpi mereka bisa menanam, merawat, dan memanen masa depan mereka sendiri.
Koresponden: Darmayasa DPD Perhiptani Jembrana
Editor: DeBasur
What's Your Reaction?
Like
3
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0