GAPOKTAN TIBU BELENG UKIR SEJARAH DI JEMBRANA
Gapoktan Subak Tibu Beleng, Desa Penyaringan, Mendoyo, sabet Juara 1 Gapoktan Berprestasi Kabupaten Jembrana 2025. Prestasi ini menegaskan kekompakan petani, kekuatan kelembagaan ekonomi, dan semangat inovasi yang tumbuh dari sawah-sawah Jembrana.
GAPOKTAN TIBU BELENG UKIR SEJARAH DI JEMBRANA
Kerja keras tak pernah mengkhianati hasil. Ungkapan itu layak disematkan kepada Gapoktan Subak Tibu Beleng yang tahun ini berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 Gapoktan Berprestasi tingkat Kabupaten Jembrana 2025. Didirikan pada 13 Maret 2008, gapoktan yang menaungi 13 kelompok tani dengan total 465 anggota ini menjelma menjadi motor penggerak pertanian modern di Jembrana. Dengan struktur kelembagaan yang kuat dan manajemen profesional, nilai aset gapoktan kini mencapai Rp 4,355 miliar.
Ketua Gapoktan, I Kade Ariana, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. “Prestasi ini bukan semata hasil kerja saya, melainkan kerja keras bersama seluruh anggota serta bimbingan intensif dari penyuluh pertanian. Kami membangun dari bawah, satu per satu, dengan semangat gotong royong,” ujarnya.
Koperasi Jadi Pilar Kekuatan Petani
Sebagai langkah memperkuat ekonomi petani, Gapoktan Subak Tibu Beleng membentuk Koperasi Produsen Tani Sri Ananta Buwana pada 2009. Koperasi ini kini mengelola beragam unit usaha produktif dengan total kekayaan mencapai Rp 3,386 miliar.
Unit Simpan Pinjam melayani kebutuhan permodalan anggota, UPPO Sari Makmur memproduksi pupuk organik, Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) Sri Amerta menjaga ketersediaan pangan, sementara Kelompok LM3 Hortikultura fokus pada pengembangan tanaman hortikultura.
“Koperasi ini memperkuat posisi tawar petani dan memberi manfaat ekonomi langsung. Kami juga mengelola cadangan pangan senilai Rp 39,7 juta untuk menjaga harga saat paceklik,” terang Ariana.
Selain itu, Gapoktan juga mengembangkan usaha tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan dengan nilai mencapai miliaran rupiah. Bahkan, mereka berinvestasi di RMU PT Inti Padi Nusantara untuk memperkuat rantai pasok beras.
Bukti Kemitraan Strategis
Puncak kebanggaan datang saat Gapoktan ini memperoleh Rice Milling Unit (RMU) modern senilai Rp 15 miliar dari program CSR PT Bank Mandiri Tbk Jakarta pada 2023. Bantuan itu merupakan hasil inisiatif Menteri BUMN Erick Thohir, yang mendorong kemitraan antara korporasi dan kelompok tani.
RMU Tibu Beleng memiliki kapasitas produksi hingga 30 ton beras per hari, menjadikannya salah satu penggilingan termodern di Bali. Tak hanya menampung hasil panen Desa Penyaringan, RMU ini juga melayani subak-subak lain di seluruh Jembrana.
“Dengan RMU ini, gabah petani langsung diolah menjadi beras berkualitas tinggi. Nilai jual meningkat, petani makin sejahtera,” kata Ariana bangga.
Pendampingan Tak Putus dari Penyuluh
Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mendoyo, I Made Ardhana Putra, S.ST., menilai kesuksesan Gapoktan Tibu Beleng sebagai contoh nyata sinergi petani dan penyuluh.
“Mereka memiliki tata kelola yang baik, kelembagaan ekonomi yang kokoh, dan orientasi agribisnis yang jelas. Pendampingan berkelanjutan dan semangat inovasi menjadi kunci keberhasilan mereka,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Penyuluh Pertanian I Gede Putu Edi Setiawan, S.P., yang sejak lama mendampingi gapoktan ini.
“Kami terus memberikan bimbingan, mulai dari budidaya, manajemen organisasi, hingga pemasaran. Gapoktan dan kelompok tani menjadi ruang belajar sekaligus penggerak utama pertanian di Jembrana,” ungkapnya.
Manfaat Nyata untuk Petani
Melalui Koperasi Produsen Tani Sri Ananta Buwana, petani kini menikmati akses modal, pupuk organik berkualitas, serta jaminan harga dan ketersediaan pangan.
“Ke depan, kami akan memperkuat koperasi, memperluas jejaring kemitraan, dan mengembangkan diversifikasi usaha. Kami ingin menjadi lembaga ekonomi petani yang mampu bersaing di tingkat regional,” tegas Ariana.
Raihan Juara 1 Gapoktan Berprestasi Kabupaten Jembrana 2025 menjadi bukti bahwa dengan kerja sama, visi kuat, dan semangat inovasi, petani mampu mengukir sejarah baru bagi kemajuan pertanian Jembrana.
Koresponden : Edi Setiawan DPD Perhiptani Jembrana
Editor : Jikwid
What's Your Reaction?
Like
3
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0