Generasi Muda Palasari Pacu Revolusi Tani Cerdas
Di ujung barat Bali, semangat baru pertanian tumbuh subur. Para petani muda di Desa Palasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, kini tak lagi mengandalkan cara lama. Dengan teknologi smart farming, mereka menyalakan revolusi tani cerdas mengubah lahan menjadi laboratorium digital yang efisien, adaptif, dan penuh inovasi.
Generasi Muda Palasari Pacu Revolusi Tani Cerdas
Di ujung barat Pulau Bali, para petani muda yang tergabung dalam Kelompok Milenial Palasari, Desa Palasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, kini bertransformasi menuju pertanian modern dengan dukungan teknologi smart farming. Bantuan ini merupakan bagian dari program Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali untuk mendorong regenerasi petani dan percepatan adopsi teknologi pertanian berbasis digital.
Kegiatan penyaluran bantuan tersebut dirangkaikan dengan bimbingan teknis (bimtek) pemanfaatan teknologi smart farming yang berlangsung dengan suasana santai namun penuh antusiasme. Turut hadir Koordinator PPL Kabupaten Jembrana, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Melaya beserta PPL, tim IT dari CV Raksa Wijaya Laksana, serta perwakilan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali.
Koordinator PPL Kabupaten Jembrana, I Dewa Nyoman Darmayasa, SP., MP., menyampaikan bahwa petani milenial memiliki peran penting dalam menghadirkan masa depan pertanian yang berkelanjutan.
“Petani milenial ini adalah harapan kita. Mereka cepat belajar, terbuka terhadap teknologi, dan berani mencoba hal baru. Smart farming bukan sekadar alat, tapi cara berpikir baru dalam mengelola lahan,” ujar Dewa Darmayasa yang juga sebagai ketua DPD Prhiptani Jembrana.
Ia juga menegaskan, PPL siap mendampingi para petani milenial dari tahap awal penggunaan hingga penerapan teknologi yang optimal di lapangan.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Budayana, yang juga Ketua Pokja Lahan dan Irigasi Pertanian, menjelaskan bahwa program smart farming merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk mewujudkan transformasi pertanian menuju era digital.
“Kami melihat potensi besar dari kelompok milenial seperti di Palasari. Bantuan ini bukan akhir, melainkan awal dari proses belajar bersama. Pemerintah provinsi ingin petani tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga mampu memahami dan mengembangkan teknologi sesuai karakteristik lahannya,” jelasnya.
Dalam bimtek tersebut, tim IT dari CV Raksa Wijaya Laksana memperkenalkan sistem monitoring berbasis sensor yang mampu memantau kelembapan tanah, suhu, hingga pengelolaan irigasi secara digital. Petani dapat mengambil keputusan lebih cepat dan akurat berkat data yang tersaji secara real time. Peserta juga berkesempatan mencoba langsung alat dan aplikasi, disertai sesi diskusi interaktif yang membahas perawatan perangkat dan pengembangan teknologi di masa depan.
Kepala BPP Kecamatan Melaya, I Gede Wirathama Bhaskara Putra, SP., mengapresiasi semangat belajar para petani muda Palasari. Ia berharap kelompok ini dapat menjadi percontohan penerapan pertanian modern di wilayah Melaya. “Kami dari BPP dan PPL siap terus mendampingi. Jangan ragu untuk bertanya dan mencoba hal baru,” pesannya.
Program smart farming di Palasari diharapkan menjadi titik awal perubahan besar dalam dunia pertanian Bali. Dengan semangat kolaboratif antara petani muda, penyuluh, tim IT, dan pemerintah, pertanian Bali diyakini akan semakin tangguh, efisien, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Para petani muda Palasari kini bukan hanya menanam padi, tetapi juga menanam harapan bahwa pertanian masa depan ada di tangan generasi yang melek teknologi dan berjiwa inovatif.
Koresponden NDN DPD Perhiptani Jembrana
What's Your Reaction?
Like
5
Dislike
0
Love
1
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
1