Kementan Lirik Kintamani, Bawang Songan Kembali Digenjot

Bawang putih khas Kintamani atau yang dikenal sebagai Bawang Songan kembali dilirik pemerintah pusat. Kementerian Pertanian RI turun langsung ke Desa Songan, untuk memastikan kesiapan Bangli dalam pengembangan bawang putih skala besar.

Mar 9, 2026 - 11:32
Mar 9, 2026 - 11:38
 0  117
Kementan Lirik Kintamani, Bawang Songan Kembali Digenjot

Kementan Lirik Kintamani, Bawang Songan Kembali Digenjot

Kabupaten Bangli, khususnya wilayah Kintamani, kembali dimasukkan sebagai kawasan strategi pengembangan hortikultura nasional. Kondisi agroklimat, topografi, serta keseimbangan lahannya dinilai sangat mendukung pertumbuhan berbagai komoditas hortikultura, mulai dari sayuran dataran tinggi, buah-buahan hingga tanaman biofarmaka.

Salah satu komoditas yang sejak lama menjadi identitas daerah adalah bawang putih khas Kintamani yang populer dengan sebutan Bawang Songan . Bagi masyarakat setempat, komoditas ini bukan sekadar tanaman, tetapi telah menjadi simbol warisan sekaligus warisan budidaya turun-temurun.

Keseriusan pemerintah pusat dalam menghidupkan kembali kejayaan bawang putih Kintamani terlihat dari kunjungan lapangan yang dilakukan perwakilan Kementerian Pertanian RI melalui Dirjen Tanaman Pangan dan Hortikultura , Minggu (8/3). Rombongan yang dipimpin Novida Siti Jubaedah, STP, MA, MSE turun langsung ke Desa Songan B, Kecamatan Kintamani untuk melakukan identifikasi lapangan.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan Kabupaten Bangli dalam merealisasikan target pengembangan bawang putih seluas 15.000 hektar .

Identifikasi dilakukan tidak sekedar melihat kondisi lahan. Tim kementerian juga berdialog langsung dengan petani, penyuluh pertanian, perangkat desa, serta unsur dinas terkait. Pendekatan dialogis ini dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata kondisi lapangan, bukan hanya berdasarkan data administratif.

“Identifikasi ini penting untuk melihat langsung potensi sekaligus tantangan di lapangan. Kami ingin memastikan kesiapan daerah jika program pengembangan bawang putih ini diperluas,” ujar salah satu anggota tim kementerian dalam diskusi bersama petani.

Langkah Kementerian Pertanian tersebut disambut positif berbagai pihak. Pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani melihat kunjungan ini sebagai peluang besar bagi Bangli untuk kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu sentra bawang putih nasional.

Jika pengembangan ini berjalan optimal, bukan hanya meningkatkan produksi dalam negeri, tetapi juga dapat membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih yang selama ini masih cukup tinggi.

Meski demikian, sejumlah tantangan juga mencuat dalam diskusi lapangan. Salah satu yang cukup menonjol adalah minat petani yang masih terbagi pada komoditas hortikultura lain.

Selama ini, sebagian besar petani di Kintamani lebih terbiasa menanam sayuran dataran tinggi seperti kubis, wortel, dan kentang, maupun komoditas jeruk Kintamani yang telah memiliki pasar kuat. Kondisi tersebut membuat bawang putih belum menjadi pilihan utama dalam pola usaha tani.

Selain faktor kebiasaan, petani juga mempertimbangkan aspek lain seperti ketersediaan benih, kepastian pasar, serta tingkat keuntungan usaha sebelum memperluas budidaya bawang putih.

Karena itu, berbagai pihak sepakat bahwa pengembangan komoditas ini perlu dibarengi dengan pendampingan yang lebih intensif. Mulai dari kegiatan penyuluhan, pembuatan demonstrasi plot (demplot), hingga dukungan sarana produksi agar petani semakin yakin terhadap prospek usaha bawang putih.

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli, Ir. Kadek Sri Mulyani, mengatakan pemerintah daerah menyambut positif perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan bawang putih di Kintamani.

Menurutnya, bawang putih sebenarnya bukan komoditas baru bagi masyarakat Kintamani karena sudah lama dibudidayakan dan memiliki identitas lokal yang kuat.

“Bawang putih Songan adalah komoditas khas Kintamani yang memiliki sejarah panjang di masyarakat. Dengan adanya perhatian dari pemerintah pusat, kami melihat ini sebagai momentum untuk menghidupkan kembali kejayaan bawang putih Kintamani,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya bersama jajaran penyuluh pertanian terus melakukan inventarisasi potensi lahan serta kesiapan petani untuk mendukung program pengembangan tersebut.

“Kami bersama penyuluh di lapangan terus melakukan pendataan potensi serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi petani. Hasil identifikasi ini nantinya akan menjadi dasar dalam menyusun langkah strategis pengembangan bawang putih di Bangli,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim kementerian juga didampingi Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Kintamani Timur serta sejumlah penyuluh yang membina wilayah setempat.

Dari hasil dialog dan peninjauan lapangan, berbagai potensi dan tantangan pengembangan bawang putih di Kecamatan Kintamani telah berhasil diinventarisasi. Data tersebut selanjutnya akan menjadi bahan dalam penyusunan strategi pemanfaatan komoditas bawang putih di Kabupaten Bangli.

Harapannya, Bawang Songan tidak hanya bertahan sebagai identitas lokal, tetapi juga kembali berjaya sebagai komoditas unggulan yang mampu menggerakkan perekonomian petani di dataran tinggi Kintamani.

Koresponden : Atmika DPD Perhiptani Bangli

Editor: JikWid

What's Your Reaction?

Like Like 4
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0