Kiprah Tu De: Penjaga Kualitas Benih, Penopang Ketahanan Pangan

Di balik suburnya sawah dan hijaunya ladang di Pulau Dewata, ada banyak tangan yang bekerja dalam diam menjaga keberlanjutan pertanian. Tidak hanya Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang setia mendampingi petani di setiap musim tanam, tetapi juga para Pengawas Benih Tanaman (PBT) yang memastikan setiap benih yang disemai benar-benar bermutu dan layak tumbuh menjadi sumber kehidupan. Siapa dia ?

Dec 8, 2025 - 04:49
 0  49
Kiprah Tu De:  Penjaga Kualitas Benih, Penopang Ketahanan Pangan

Kiprah Tu De:

Penjaga Kualitas Benih, Penopang Ketahanan Pangan

Salah satu sosok di balik peran penting itu adalah I Putu Gede Arya Pramana, S.P., atau yang akrab disapa Tu De. Sebagai PBT pada UPTD Balai Perbenihan, Pengawasan, dan Sertifikasi Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bali, Tu De menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas benih yang beredar di masyarakat. Baginya, benih adalah awal dari segalanya karena tanpa benih yang baik, sehebat apa pun pendampingan penyuluh dan kerja keras petani, hasil pertanian tak akan optimal.

Dengan ketelitian dan integritas, Tu De menjalankan tugasnya dari satu desa ke desa lain, memastikan setiap tahapan perbenihan berjalan sesuai standar. Di balik sikapnya yang tenang, tersimpan dedikasi besar terhadap dunia pertanian yang telah ia tekuni sejak awal kariernya.

Lulusan Fakultas Pertanian Universitas Udayana ini memulai pengabdiannya melalui Program Simantri pada tahun 2012. Selama enam tahun, ia banyak berkecimpung di lapangan, mendampingi kelompok tani di Gianyar dan Buleleng, serta mendorong penerapan teknologi pertanian yang ramah lingkungan. Dari sanalah Tu De menempa diri belajar, beradaptasi, dan menumbuhkan kepedulian mendalam terhadap petani dan sistem perbenihan di Bali.

Kerja keras dan pengabdiannya berbuah manis ketika di penghujung tahun 2020, Tu De lulus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan dipercaya mengemban amanah sebagai Pengawas Benih Tanaman. Dalam tugasnya, ia bertanggung jawab atas penyiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan kegiatan pengawasan benih tanaman, meliputi penilaian kultivar, sertifikasi, pengujian mutu, pengawasan peredaran benih, serta penerapan sistem manajemen mutu.

Pelaksanaan tugas itu menuntut ketelitian tinggi. Seorang PBT berwenang memeriksa proses produksi, sarana penyimpanan, teknik pengemasan, hingga pengambilan contoh benih untuk pengujian mutu, serta memastikan kesesuaian dokumen, izin, dan pencatatan produsen maupun pengedar. Semua dilakukan dengan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan independensi untuk menjamin benih yang beredar benar-benar memenuhi standar mutu yang berlaku.

Dedikasi itu tergambar saat Tu De ditemui tengah melakukan pendampingan kepada penangkar benih I Gusti Ngurah Sura Adnyana, dari Perkumpulan Tani Pertiwi Nuswantoro, di Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Dengan sabar, ia memeriksa proses pemilihan benih, penjemuran, hingga penyimpanan, sembari memberi arahan tentang pentingnya pencatatan produksi dan penerapan standar mutu. Bagi Tu De, keberhasilan penangkar seperti Pak Ngurah menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pengawas dan petani mampu melahirkan benih unggul yang memperkuat kemandirian petani Gianyar.

Namun di balik semua itu, semangat Tu De tak pernah surut. Dengan komitmen dan kepedulian yang tinggi, ia terus mendorong penguatan sistem perbenihan melalui pembinaan, pendampingan, dan penerapan prinsip mutu di lapangan. Ia memiliki visi besar menjadikan Kabupaten Gianyar sebagai daerah Mandiri Benih, di mana petani mampu memproduksi, mengelola, dan memenuhi kebutuhan benihnya sendiri secara berkelanjutan.

“Saya ingin Gianyar bisa berdiri di atas kakinya sendiri dalam hal benih. Petani kita punya potensi besar, tinggal bagaimana kita bantu memperkuat sistem dan kualitasnya. Kalau benihnya kuat, pertanian kita pasti tangguh,” tutur Tu De asal Tegalalang Gianyar dengan penuh keyakinan.

Bagi Tu De, menjaga benih berarti menjaga masa depan pertanian Bali karena dari benih yang baik, tumbuh harapan, kehidupan, dan ketahanan pangan yang sejati. (jikwid)

What's Your Reaction?

Like Like 6
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0