“Kolaborasi Nyata Petani Tingkatkan Mutu Benih di Gianyar”

Pemerintah daerah, Pupuk Indonesia, dan Perhiptani Bali bersatu memperkuat kapasitas petani penangkar melalui kegiatan Farm Field Day di Subak Gunung Carik. Sinergi lintas sektor ini menekankan pentingnya pemupukan berimbang untuk menghasilkan benih unggul dan berdaya saing.

Dec 22, 2025 - 05:18
 0  75
“Kolaborasi Nyata Petani Tingkatkan Mutu Benih di Gianyar”

“Kolaborasi Nyata Petani Tingkatkan Mutu Benih di Gianyar”

Suasana pagi di Balai Timbang Subak Gunung Carik, Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, tampak berbeda dari biasanya. Aktivitas petani yang umumnya sibuk di sawah berganti dengan suasana dialog dan diskusi hangat. Para petani berkumpul di bale subak untuk membahas kegiatan demplot baik yang sudah panen maupun yang masih berjalan. Topik utama kali ini adalah pemupukan tanaman padi.

Kegiatan tersebut dikemas dalam Farm Field Day (FFD) atau Hari Temu Lapang yang diinisiasi oleh Pupuk Indonesia. Agenda ini menjadi ajang berbagi informasi dan pengarahan teknis terkait aplikasi pupuk pada lahan demplot padi di Subak Gunung Carik.

Acara dibuka oleh Plt. Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Ni Kadek Sintya Dewi, SP, yang juga menjabat sebagai Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Blahbatuh. Dalam berbagai hal, ia menegaskan bahwa FFD merupakan sarana efektif bagi petani untuk memperbarui pengetahuan dan mencari solusi langsung atas permasalahan yang dihadapi di sawah.

“Melalui forum ini, petani dapat memperoleh informasi terbaru, terlibat dalam praktik pertanian di lapangan, dan bersama-sama menemukan cara meningkatkan produktivitas serta efisiensi budidaya,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua Harian DPW Perhiptani Bali, I Ketut Arya Sudiadnyana, SP., M.Agb., Kasubag TU UPTD Perbenihan Dinas Pertanian Gianyar, Dwi Wahyuni, STP., M.Si., perwakilan Pupuk Indonesia, Azis Satria Putra para penyuluh pertanian, penangkar benih, serta krama subak.

Usai sesi diskusi, peserta diajak meninjau langsung lahan demplot. Dari hasil pengamatan lapangan, sebagian daun padi terlihat memerah, warna hijaunya kurang mengilap, dan ditemukan beberapa kupu-kupu putih yang berpotensi menjadi hama. Menyikapi temuan tersebut, tim teknis dari Pupuk Indonesia menyarankan agar petani segera melakukan penyemprotan fungisida dan insektisida pada pagi hari sesuai dosis anjuran.

Dalam kesempatan itu, Azis, perwakilan dari Pupuk Indonesia, menjelaskan bahwa memberikan otorisasi penggunaan Phonska Plus dan Phosgreen bagi petani penakar benih.

“Kedua produk ini memiliki kandungan hara lengkap yang mampu memperkuat perakaran, memperbaiki warna daun, serta meningkatkan daya tumbuh tanaman,” terang Azis. “Dengan kombinasi keduanya, benih yang dihasilkan menjadi lebih sehat, seragam, dan berkualitas tinggi.”

Sementara itu, Ketua Harian DPW Perhiptani Bali, I Ketut Arya Sudiadnyana, SP., M.Agb., menilai kegiatan seperti FFD memiliki peran penting dalam memperkuat sinergi antara petani, penyuluh, dan dunia usaha.

“FFD ini bukan sekedar ajang pertemuan, tapi wadah nyata untuk berbagi pengalaman dan memperbarui pengetahuan di lapangan,” ujarnya. “Perhiptani mendorong agar petani dan penyuluh lebih terbuka terhadap inovasi, termasuk pemupukan berimbang dan penggunaan produk unggulan seperti Phonska Plus dan Phosgreen.”

Di sisi lain, petani penakar benih Subak Gunung Carik, I Gusti Ngurah Sura Adnyana, menyampaikan bahwa kegiatan FFD sangat bermanfaat bagi petani.

“Kami para petani penangkar sangat terbantu dengan kegiatan seperti ini,” ungkapnya. “Setelah menerapkan Arah dari penyuluh dan Pupuk Indonesia, hasil di lahan kami jauh lebih baik. Tanaman tumbuh subur, perakaran kuat, dan benih yang dihasilkan lebih seragam.”

Sementara Kasubag TU UPTD Perbenihan Dinas Pertanian Gianyar, Dwi Wahyuni, STP., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan perbenihan merupakan bagian program penguatan sistem perbenihan daerah yang tengah dijalankan oleh Distan Gianyar.

“Kami berkomitmen memperkuat kapasitas petani penakar melalui pelatihan, pendampingan,” terang Dwi Wahyuni. “Melalui kerja sama dengan Pupuk Indonesia dan Perhiptani, kami ingin memastikan petani penangkar di Gianyar mampu menghasilkan benih bersertifikat dan berkualitas tinggi.”

Kegiatan FFD di Subak Gunung Carik ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, swasta, dan petani dalam mendorong pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan di Kabupaten Gianyar.

Koresponden Novita DPD Perhiptani Gianyar

Editor: Jikwid

What's Your Reaction?

Like Like 4
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 2