Menanam Harapan, Membangun Kembali Kejayaan Kakao Bali
Melalui program peremajaan kakao dari Kementerian Pertanian, petani di Selemadeg Barat kembali menata semangat untuk menghidupkan “emas cokelat” Bali. Dari bibit baru, harapan pun tumbuh menuju kebangkitan kakao yang lebih produktif dan berdaya saing.
“Menanam Harapan, Membangun Kembali Kejayaan Kakao Bali”
Upaya pemerintah dalam mengembalikan kejayaan kakao di Bali semakin nyata. Melalui Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, program peremajaan tanaman kakao mulai digulirkan, dengan salah satu fokus pelaksanaannya di Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan. Program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao rakyat yang selama ini menjadi komoditas unggulan perkebunan di Bali.
Kegiatan sosialisasi program tersebut terlaksana atas undangan tim teknis dari Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Provinsi Bali, dengan dukungan penuh dari Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan. Hadir dalam kegiatan itu perwakilan dari Dinas Pertanian Provinsi Bali, yakni Nyoman Gde Surendra Atmaja, SP., MP., dan Nugraha Dewa Istiawan, SP., yang memberikan arahan sekaligus penjelasan teknis terkait pelaksanaan program peremajaan kakao.
Sebagai tim teknis pelaksana bantuan peremajaan kakao, Dinas Pertanian Provinsi Bali berperan penting dalam memastikan program berjalan sesuai pedoman, mulai dari verifikasi kelompok penerima, kesiapan lahan, hingga pendampingan petani pada tahap penanaman dan pemeliharaan bibit. Kehadiran tim teknis diharapkan memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kelompok tani sehingga tujuan utama program — yakni peningkatan produktivitas dan kualitas kakao Bali — dapat tercapai secara optimal.
Pada tahun 2025, empat kecamatan di Kabupaten Tabanan akan menerima bantuan peremajaan kakao, yakni Selemadeg Barat, Selemadeg, Selemadeg Timur, dan Tabanan. Keempat wilayah ini memiliki potensi besar dalam pengembangan kakao, namun Selemadeg Barat menempati posisi strategis dengan jumlah kelompok tani dan Subak Abian terbanyak. Tahun depan, wilayah ini akan memperoleh bantuan peremajaan seluas 90 hektare, yang akan didistribusikan kepada 11 kelompok tani/Subak Abian penerima manfaat. Sebagian besar tanaman kakao di wilayah ini berusia lebih dari 20 tahun, sehingga peremajaan menjadi langkah penting untuk memulihkan produktivitas.
Dalam sosialisasi tersebut, Ni Ketut Yuli Aryani, SP., dari Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, menjelaskan secara rinci teknis pelaksanaan bantuan. Ia menekankan pentingnya komitmen petani untuk menanam dan memelihara bibit bantuan secara maksimal.
“Peremajaan ini bukan sekadar mengganti tanaman tua, tetapi juga membangkitkan kembali semangat petani kakao agar mampu menghasilkan biji kakao berkualitas tinggi,” ujar Yuli.
Selain itu, A.A. Made Subagia, S.Sos., memberikan penjelasan teknis mengenai budidaya kakao, mulai dari cara tanam, pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit. Ia juga menegaskan bahwa tahun ini bantuan peremajaan tidak mencakup pupuk, sehingga kelompok tani diimbau untuk mendaftarkan diri dalam sistem e-RDKK tahun 2026 agar dapat memperoleh pupuk subsidi bagi komoditas kakao.
Dari sisi administrasi, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Selemadeg Barat, Ayu Rahmawatiningsih, SP., yang juga bertugas sebagai admin e-RDKK, menyampaikan syarat-syarat bagi petani yang ingin mengakses pupuk subsidi. Ia menjelaskan bahwa untuk komoditas kakao di Selemadeg Barat, rekomendasi pemupukan mencakup urea, NPK formula khusus kakao, dan pupuk organik.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh antusiasme. Salah satu perwakilan kelompok tani Jaga Pala, A.A. Ketut Indra Giriarta, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan pemerintah. Ia menuturkan bahwa kelompoknya telah lama berupaya meningkatkan kualitas biji kakao melalui proses fermentasi, namun hingga kini masih menghadapi kendala pemasaran.
“Kami berharap pemerintah dapat mendampingi kami tidak hanya dalam budidaya, tetapi juga dalam pemasaran hasil. Tanpa dukungan pasar yang jelas, semangat petani bisa kembali menurun,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan kakao di Selemadeg Barat. Dengan sinergi antara pemerintah dan petani, Kabupaten Tabanan diharapkan mampu kembali menjadi sentra kakao unggulan di Bali menghasilkan produk berkualitas tinggi yang berdaya saing di pasar nasional maupun internasional.
Kontributor DPD Perhiptani Kabupaten Tabanan
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
1