Novita Eka Safitri, S.T.P.: Dari Lensa, Ayam Goreng, hingga Sawah di Bali
Hidup membawa Novita Eka Safitri pada jalan yang mungkin tak pernah ia bayangkan dulu. Dari dunia fotografi, bisnis kuliner, hingga kini menjadi penyuluh pertanian di Bali langkahnya berpindah dari sorot lampu ke cahaya matahari sawah.
Novita Eka Safitri, STP:
Dari Lensa, Ayam Goreng, hingga Sawah di Bali
Gianyar boleh berbangga. Wilayahnya seperti mendapat “mesin” baru yang menghidupkan semangat pertanian. Dialah Novita Eka Safitri , STP penyuluh pertanian muda di BPP Blahbatuh.
“Bagi saya, bekerja bukan hanya mencari nafkah. Tapi juga belajar tentang orang, tentang hidup, dan tentang tanggung jawab.”
Kalimat itu meluncur pelan dari bibir Novita Eka Safitri , seorang perempuan tangguh yang telah menapaki berbagai bidang pekerjaan. Dari fotografer, pengusaha ayam goreng, hingga kini menjadi penyuluh pertanian di Bali perjalanan hidupnya seperti mozaik, tersusun dari pengalaman, kerja keras, dan cinta hingga pembelajaran.
Langkah Baru di Tanah Dewata
Kini, Novita mengabdikan diri sebagai Penyuluh Pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali sejak Juni 2025 – sekarang. Wilayah binaannya meliputi Desa Saba dan Desa Blahbatuh dua wilayah yang dikenal pinggiran kota, tenang, dan sarat nilai budaya agraris. Setiap pagi, ia membahas jalan desa, menyapa petani yang baru memulai hari, sambil berdiskusi ringan tentang pola tanam, pengendalian hama, hingga penggunaan pupuk ramah lingkungan.
“Petani di sini luar biasa” ucapnya saat ditemui awak media PERHIPTANI di ruang kerja di BPP Blahbatuh.
“Mereka rajin, disiplin, dan punya semangat belajar yang tinggi. Mereka terbuka pada perubahan tapi tetap menjaga tradisi. Itu yang membuat saya kagum,” katanya dengan senyum yang tulus.
Saat perbincangan berlangsung, aroma kopi Bali tercium lembut dari gelas di mejanya.
“Silakan, diminum seadanya ya….,” ujarnya ramah.
Ia lalu menambahkan,
“Saya merasakan kenyamanan yang sulit dijelaskan. Lingkungannya aman dan tenteram, rekan kerja sangat suportif, bahkan membimbing dengan senang hati. Para petani di Saba dan Blahbatuh juga komunikatif dan mau terus belajar. Rasanya seperti tinggal di rumah sendiri.”
Kesan Bertugas di Gianyar
Bagi Novita, bertugas di Gianyar bukan sekadar pekerjaan, melainkan perjalanan spiritual dan emosional.
“Di sini saya belajar banyak tentang kesabaran, kebersamaan, dan cara menghormati alam,” tuturnya. “Masyarakatnya ramah dan sangat menghargai nilai gotong royong. Mereka membuat saya merasa diterima.”
Ia menatap jendela, seolah ingin menegaskan sesuatu yang sudah lama ia simpan.
“Saya bersyukur, diberi kesempatan tinggal dan bekerja di sini. Sejak lulus kuliah, Bali sudah jadi tujuan saya entah karena budaya, pariwisata, atau hal magis apa yang terasa menarik saya ke sini. Puji Tuhan, tahun ini doa itu dikabulkan.”
Dari Desa Hingga Dapur Usaha
Sebelum menjejak Bali, Novita pernah mengabdi di Pemerintah Desa Kaliurang, Jawa Tengah (September 2023 – Mei 2025) sebagai Kasi Kesejahteraan. Ia melayani kebutuhan administrasi warga dan mengawasi pembangunan desa dengan sepenuh hati. “Pelayanan publik itu bukan sekadar tanda tangan dokumen, tapi bentuk kasih sayang pada masyarakat,” katanya lembut.
Tak hanya di pemerintahan, darah wirausaha Novita juga mengalir deras. Ia mendirikan Panda Fried Chicken di Yogyakarta (April 2022 – Agustus 2023), mengelola operasional harian dan membina karyawan agar selalu melayani dengan senyum.
Bagi Novita, bisnis bukan hanya soal keuntungan, tetapi tentang membangun kepercayaan.
Kreativitas, Relawan, dan Rasa Kemanusiaan
Sebelum menjadi penyuluh dan pengusaha, Novita memulai langkah kariernya di dunia event dan fotografi. Ia menjadi Event Crew di PT. Titik Balik Indonesia (Juni 2021 – Januari 2022), bekerja sama dengan klien besar seperti Yamaha dan Daihatsu. Sebelumnya, Novita meniti karier sebagai fotografer di Elite Photography (2019–2021), mengabadikan momen bahagia wisuda dan pernikahan, sembari belajar menangkap emosi dalam setiap bidikan.
“Melalui kamera, saya belajar menangkap makna di balik senyum,” kenangnya.
Tak berhenti di dunia profesional, Novita juga aktif sebagai rekan . Ia terlibat dalam Jogjakarta International Heritage Walk (2019) , Animal Friends Jogja (2019) , hingga Asian Games 2018 di Jakarta. Di setiap kesempatan, ia memilih memberi manfaat bagi orang lain, sekecil apa pun bentuknya. “Saya percaya, kebaikan itu menular. Asal kita mulai dari diri sendiri,” tuturnya pelan.
Akademik dan Kecintaan pada Kata
Lulusan Universitas Gadjah Mada, Fakultas Teknologi Pertanian (2014–2019) . Novita kini juga aktif sebagai Freelance Translator–Proofreader (Penerjemah dan Korektor Lepas) .
Baginya, tulisan dunia adalah ruang refleksi yang menenangkan setelah berinteraksi dengan masyarakat di lapangan.
“Menulis dan menerjemahkannya seperti menanam.Butuh kesabaran, tapi hasilnya bisa tumbuh indah jika dirawat dengan hati,” ujarnya dengan teduh.
Hidup Sebagai Proses yang Tak Pernah Digunakan
Dalam diri Novita Eka Safitri , kerja keras dipadukan dengan keikhlasan.
Dari kamera ke cangkul, dari bisnis ke pelayanan publik semuanya ia jalani dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan hati yang tulus.
“Selama masih ada waktu, saya ingin terus belajar dan memberi,” katanya singkat, namun dalam.
Bertemu Novita Eka Safitri seperti membaca buku yang tiap halamannya punya kisah berbeda. Pernah menjadi fotografer, pengusaha ayam goreng, pegawai desa, hingga kini penyuluh pertanian di Bali jejak langkahnya membentuk mozaik perjalanan seorang perempuan yang tak pernah berhenti belajar. Satu hal yang tak berubah dari Novita, semangat untuk tumbuh, di mana pun ia berpijak.
What's Your Reaction?
Like
7
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
2