Polsek dan Penyuluh Dampingi Petani Panen Jagung
Panen jagung di Subak Dawas, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara menjadi bukti sinergi antara kepolisian, penyuluh pertanian, dan petani dalam menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Badung.
Polsek dan Penyuluh Dampingi Petani Panen Jagung
Di tengah pesatnya perkembangan kawasan pariwisata Kuta Utara, secuil lahan pertanian di Subak Dawas, Desa Tibubeneng, masih bertahan produktif. Dari lahan seluas 33 are itu, tanaman jagung varietas Arumba tumbuh subur hingga akhirnya dipanen bersama dalam sebuah panen raya, Rabu (4/3).
Panen tersebut bukan sekadar kegiatan pertanian biasa. Sejumlah unsur hadir dalam kegiatan itu, mulai dari jajaran kepolisian, penyuluh pertanian, hingga perangkat desa dan petani setempat.
Kegiatan panen raya yang diinisiasi oleh Polres Badung tersebut dihadiri jajaran Polres Badung bersama Polsek Kuta Utara, pekaseh dan prajuru Subak Dawas, Linmas Desa Tibubeneng, anggota DPRD Badung dari daerah pemilihan Kuta Utara, serta penyuluh pertanian dari BPP Kecamatan Kuta Utara.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi simbol sinergi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Apalagi, di wilayah seperti Kuta Utara yang dikenal sebagai kawasan wisata, keberadaan lahan pertanian semakin terbatas akibat tekanan pembangunan.
Di tengah kondisi tersebut, para petani tetap berupaya mengoptimalkan lahan yang ada. Salah satunya dilakukan oleh I Gede Artawan (48), pemilik lahan yang menjadi lokasi panen raya jagung tersebut.
Artawan mengaku bersyukur karena tanaman jagung yang ditanam beberapa waktu lalu menunjukkan pertumbuhan yang baik dan memberikan hasil yang cukup menjanjikan.
Jagung yang dipanen merupakan jagung muda yang banyak diminati pasar. Ia menjualnya dalam bentuk paket sederhana agar mudah dipasarkan kepada masyarakat.
“Hasil panen jagung muda sekitar Rp2 – Rp2,5 juta. Kami jual dalam paket, lima tongkol seharga Rp10 ribu. Totalnya sekitar 200 paket atau kurang lebih seribu tongkol,” jelas Artawan.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak, termasuk penyuluh pertanian dan aparat kepolisian, memberikan semangat tersendiri bagi petani untuk terus mengolah lahan pertanian yang masih tersisa.
“Kalau ada perhatian seperti ini, petani merasa tidak sendiri. Kami jadi lebih semangat bertani,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kuta Utara, Ketut Alit Sabda Utama, SP, menjelaskan bahwa lahan yang digunakan untuk menanam jagung tersebut sebelumnya merupakan lahan rawa yang telah diurug.
Lahan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk budidaya tanaman hortikultura agar tetap produktif.
“Lahan rawa yang sudah diurug ini kita dorong untuk dimanfaatkan secara produktif, salah satunya dengan menanam jagung dan komoditas hortikultura lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan lahan-lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi salah satu strategi untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian di wilayah yang mengalami tekanan pembangunan cukup tinggi.
Selain meningkatkan produktivitas lahan, langkah tersebut juga memberi peluang tambahan pendapatan bagi petani.
Ia menilai kolaborasi antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah desa, serta aparat kepolisian merupakan modal penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di daerah.
Kegiatan panen raya seperti ini juga memiliki nilai simbolis. Tidak hanya menunjukkan keberhasilan budidaya tanaman, tetapi juga memperlihatkan bahwa sektor pertanian masih memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan.
Melalui sinergi berbagai pihak, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Badung tetap mampu berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan.
Di tengah perubahan zaman dan pesatnya pembangunan kawasan wisata, upaya menjaga lahan pertanian tetap produktif menjadi tantangan tersendiri. Namun dari Subak Dawas, sebuah pesan sederhana muncul: selama masih ada petani yang mau menanam, harapan untuk menjaga ketahanan pangan tetap terbuka.
Kontributor: Alit & Verna
Editor: JikWid
What's Your Reaction?
Like
1
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0